Diberdayakan oleh Blogger.



Selasa, 25 Desember 2012

The Words I Don't Want To Hear


Author : Of Course Iam ( @IntaanNM )
Tittle : The Words I Don't Want To Hear
Genre : Sad romance,angst,friendship
Length : One Shoot
Main Casts :
- Jang Hyun Seung
- Kim Hyun Ah
Other Casts :
- Nam Ji Hyun
- Gina Choi ( G.Na )
- Yoon Doo Joon

Para pemain milik Tuhan YME. Cerita juga punya Tuhan YME hanya saja lewat perantara author.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"hffuuhh" suara seorang gadis mengeluarkan nafasnya dengan keras. Kini,dia tengah terlentang di atas hamparan rerumputan sambil memandangi langit biru nan luas itu. Gadis manis itu tengah meratapi kisah percintaannya yang belum lama ini kandas di tengah jalan.

"Aku memang bodoh" rutuk gadis yang bernama Hyuna itu.
"Aku bodoh menerimanya sebagai kekasihku kala itu,aku bodoh karena tidak mengindahkan kata-kata Gina waktu itu" keluhnya.

Tak lama kemudian handphonenya bergetar tanda ada pesan masuk.

Message From : DooDoo Oppa
Hyuna,kau dimana? Di tempat biasa? Kau tidak apa-apa? Si bodoh itu memang benar-benar keterlaluan!

Hyuna pun membalas pesan dari oppa kesayangannya itu. Meskipun bukan kakak kandung,tapi Doojoon lah orang yang Hyuna percaya sebagai mencurahkan isi hatinya selain ibunya.

Message To : DooDoo Oppa
Ne oppa aku di tempat biasa,oppa,aku butuh oppa. Bisakah oppa datang kesini?

Message From : DooDoo Oppa
Ne,tunggu oppa,kau jangan kemana-mana ne? 10menit lagi oppa akan sampai disana

Message To : DooDoo Oppa
Ne oppa.

Hyuna's POV

Yah,sekarang yang bisa kulakukan hanya menunggu Doojoon oppa. Dia memang oppa terbaik yang pernah ada. Seandainya saja aku memiliki kakak,aku pasti akan senang sekali. Mengingat Doojoon oppa,mengingatkanku pada sesuatu. Ya,sahabatnya sejak SMA dulu. Jang Hyunseung mantan namjachinguku. Aku memang sangat terkesan pada kemampuan menarinya. Dia sungguh-sungguh luar biasa.

Tak terasa airmataku jatuh ketika mengingatnya. Karena mengingatnya sama dengan membuka kembali luka yang baru saja bisa sedikit kututup. Kami baru saja putus beberapa jam yang lalu. Aku yang memutuskan hubungan ini. Aku memang bodoh karena waktu itu tidak mendengarkan saran Gina. Aku terlalu bersikukuh dengan pendapatku bahwa Hyunseung akan berubah. Tapi nyatanya? Nihil. Dia masih menjadi dirinya yang dulu.

Ingin rasanya aku berteriak dari atas bukit ini. Tapi aku tidak mau menjadi tontonan orang-orang di bawah sana. Ini adalah tempat rahasiaku dan Doojoon oppa. Ngomong-ngomong soal Doojoon oppa. Kenapa dia lama sekali ya? Rasanya ini sudah lebih dari 10menit sejak ia mengirimkanku sms.

Tak lama kemudian aku mendengar suara langkah kaki,dan ketika aku menengok. Benar saja dugaanku,Doojoon oppa datang.

"Mianhaeyo terlambat,hehe" katanya dengan senyuman khasnya. "Waeyo? Apa yang dilakukan si bodoh itu terhadap dongsaeng oppa yang satu ini,eoh? Ceritakan padaku" katanya sambil menggenggam tanganku.
"Oppa..." lirihku.
"Ne.. Wae?" tanyanya.
"Aku pikir Hyunseung akan mengubah sifatnya yang player itu,tapi ternyata tidak,dugaanku salah oppa" kataku sambil sedikit terisak.
"Memang dia berselingkuh dengan siapa?" tanyanya.
"Ji Hyun,Nam Ji Hyun,sahabatku sendiri oppa" kataku yang kurasakan airmataku perlahan mulai turun membentuk aliran sungai kecil di pipiku.
"Mwo? Ji Hyun? Yang biasanya menemanimu ke kantin itu kan?" tanyanya lagi. Kali ini aku hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Apa kau melihatnya saat dia selingkuh?" tanya Doojoon oppa lagi.
"Tentu,aku melihat mereka sedang berpegangan tangan,bahkan aku memutuskan hubunganku di hadapan mereka" jawabku yang kini sudah berada dalam pelukan Doojoon oppa.
"Aku tahu dia temanku sejak SMA,tapi dia tidak bisa melakukan ini pada adik kesayanganku" kesalnya.
"Oppa,jauhkan dia dariku" kataku padanya.
"Ne,oppa akan menjauhkannya darimu sebisa mungkin" katanya sambil mengelus-elus puncak kepalaku.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Author's POV

Keesokan harinya Hyuna berkuliah seperti biasa. Namun bedanya,dulu ia akan duduk bersama dengan Ji Hyun tapi kini dia lebih memilih untuk duduk dengan Gina.

"Hyuna-ah,wae? Kenapa tumben sekali kau ingin duduk denganku?" tanya Gina bingung.
"Gina,aku tidak ingin melihat wajah orang itu lagi,mulai sekarang aku akan duduk denganmu" jawab Hyuna.
"Wae? Ada apa?" tanya Gina lagi.
"Nanti setelah kelas usai akan kuceritakan padamu" kata Hyuna yang kini tengah asik mendengarkan ocehan dari guru yang sudah berada di depan kelas.

Setelah kelas usai,Ji Hyun berjalan menghampiri Hyuna dan Gina yang sedang mengobrol di depan kelas mereka.

"Gina-ah,Hyuna-ah" panggil Ji Hyun sambil melambaikan tangannya. Namun lambaian tangan dari Ji Hyun sama sekali tak diindahkan oleh kedua orang ini.
"Sial,Hyuna membenciku" gumam Ji Hyun lalu pergi meninggalkan tempat itu.

-- In Another Place --

Hyunseung berniat meminta maaf pada Hyuna,namun dihalangi oleh Doojoon.

"Hey dude,tenanglah! Aku hanya ingin meminta maaf pada adik kesayanganmu itu" kata Hyunseung pada Doojoon.
"Hyuna tak ingin bertemu denganmu sekali pun itu untuk meminta maaf! Percuma saja! Siapa suruh kau menduakan cintanya yang hanya untukmu?" tanya Doojoon. Hyunseung pun menunduk. Ia tahu ia salah,sebenarnya ia juga sangat menyayangi Hyuna. Hanya saja kebiasaannya itu tidak bisa ia hilangkan.

-- Flashback --

Hyuna sedang berjalan melewati taman,tak sengaja ia melihat dua insan sedang bermesraan di bangku taman yang biasanya ia gunakan untuk bermesraan dengan Hyunseung. Hyuna melihat dengan jelas menggunakan mata dan kepalanya sendiri. Ia juga sedikit mencuri dengar pembicaraan mereka. Hyunseung dan Ji Hyun.

"Ji Hyun-ah,apa kau tahu benda terindah di dunia ini?" tanya Hyunseung manja pada yeoja di sebelahnya ini.
"Tidak,apa itu?" tanya Ji Hyun balik.
"Senyummu,aku harap senyummu itu tidak pernah pudar dari wajah imutmu itu ya" kata Hyunseung sambil mengusap pipi Ji Hyun lembut.

"Cih,gombalan yang sama" kata Hyuna. Dia pun tidak sabar dan segera menghampiri dua orang yang tengah kasmaran itu.

"KAU!" kata Hyuna sambil menunjuk-nunjuk Hyunseung. "Ternyata selama ini sifatmu belum berubah ya? Masih saja menjadi seorang player,haha,dan untukmu nona Nam Ji Hyun,jika kau masih menganggapku sahabatmu mengapa kau tega melakukan ini semua padaku?" tanya Hyuna.
"Hyuna,ini bukan seperti apa yang kau lihat" bela Ji Hyun.
"Lantas? Apa yang aku lihat barusan? Memangnya aku tidak mendengar perkataan kalian,eoh? Sudahlah kalian tidak perlu berpura-pura lagi,dan untukmu Jang Hyunseung,mulai sekarang tak ada lagi apa-apa diantara kita,dan mulai sekarang KITA PUTUS!" kata Hyuna yang memberikan sedikit penekanan pada dua kata terakhirnya. Kemudian dia pun berlari menjauh dari dua orang yang hanya mematung melihat kepergiannya

-- End Of Flashback --

Hyunseung pun berniat menelpon Hyuna menggunakan nomor lain yang tidak diketahui Hyuna.Sebab dia tahu jika dia menelpon Hyuna dengan nomor yang sekarang ia gunakan,Hyuna tidak akan mau menanggapinya.

"Yoboseyo" kata Hyunseung.
"Ne,yoboseyo,nuguya?" tanya suara di seberang telepon yang tak lain dan tak bukan adalah Kim Hyun Ah.
"Hyuna,jebal mianhaeyo,aku tahu aku bersalah padamu,tapi bukan kata-kata itu yang ingin kudengar,aku masih ingin bersamamu,berikan aku satu kesempatan lagi" kata Hyunseung memohon.
"Hyunseung? Aku tidak akan memberimu kesempatan lagi,tapi tenanglah aku sudah memaafkanmu" jawab Hyuna lirih.
"Jebal Hyuna,satu kesempatan saja lagi,aku janji aku akan berubah" kata Hyunseung memohon.
"Ani Hyunseung,aku tidak bisa,mianhae,tapi aku sudah terlalu sakit apalagi kau berselingkuh dengan sahabatku sendiri" kata Hyuna yang langsung menutup teleponnya.

Klik.

"Halo,Hyuna,halo" kata Hyunseung masih terpaku pada telepon genggamnya. "AAAARRGGHH! Kau memang namja bodoh Jang Hyun Seung! Kau hanya bisa menyakiti hati wanita saja,kau,kau ini memang benar-benar,astagaa" rutuk Hyunseung pada dirinya sendiri.
"Break with you? It's the words i don't want to hear,yaah Kim Hyun Ah,jeongmal mianhaeyo" kata Hyunseung mematung di depan rumah Hyuna.

---------------- The End ------------------------------------

0 komentar:

Posting Komentar