Diberdayakan oleh Blogger.



Sabtu, 09 Februari 2013

Pretty Girl With Handsome Boys | Chapter 4


Author : JokerTaaany ( @IntaanNM )
Tittle : Pretty Girl With Handsome Boys
Length : 2 of ?
Genre : Romance,Little Humor,Friendship
Main Casts :
- Yong Neul Mi as Neulmi
- Xi Lu Han as Luhan
- Kim Jong In as Kai
- Huang Zi Tao as Tao
- Oh Se Hoon as Sehun

Other Casts :
- Exo Members
- Yong Jun Hyung as Junhyung
- Choi Jin Ri as Jinri
- Yoon Ji Yoon as Jiyoon
- Kim Na Na as Nana


-----------------------------------------------------------------------------------------------

Bagi yang ketinggalan prev chapter bisa buka link ini > 
Chapter 1 : http://jokertaaany.blogspot.com/2013/01/pretty-girl-with-handome-boys.html
Chapter 2 : http://jokertaaany.blogspot.com/2013/01/pretty-girl-with-handsome-boys-chapter-2.html
Chapter 3 : http://jokertaaany.blogspot.com/2013/01/pretty-girl-with-handsome-boys-chapter-3.html
------------------------------------------------------------------------------------------------

Keesokan harinya

"Oppaa cepatlaahh aku tidak ingin seperti kemarin" teriak Neulmi pada Junhyung.
"Ne,oppa sudah siap masuklah dulu ke mobil" balas Junhyung tak kalah berteriak.

Tak lama kemudian,mobil sedan hitam itu pun keluar dari halaman rumah besar bak istana milik keluarga Yong.

** At Seoul International High School **

"Oppa aku sekolah dulu,ne? Annyeong" kata Neulmi berpamitan pada oppa kesayangannya itu.
"Ne,belajar yang benar" balas Junhyung.
"Ne oppa,hati-hati" kata Neulmi sambil melambaikan tangannya pada Junhyung yang perlahan pergi menjauh dari pandangannya.

Ketika Neulmi hendak berbalik..

"DOR!"
"KYAAAAA Sehunnie kau nyaris membuat jantungku copot" kata Neulmi sambil mengatur nafasnya yang tersengal.
"Hahaha mianhaeyo Neulmi-ah wajahmu tadi lucu sekali hahaha" jawab Sehun sambil tertawa.
"Itu tidak lucu babo! Kau hampir saja membuat seorang gadis kehilangan nyawanya,huh" gerutu Neulmi.
"Hehehe mianhaeyo Neulmi-ah,kajja kita ke kelas" kata Sehun sambil menarik pergelangan tangan Neulmi.
"Ne,kajja" balas Neulmi yang hanya mengikuti Sehun.

Sesampainya di kelas,Neulmi pun melepaskan pegangan tangannya dari Sehun dan langsung berjalan menuju ke mejanya.

"Pagi Neulmi-ah" sapa Jinri.
"Pagi juga Jinri-ah,ada pr tidak hari ini?" tanya Neulmi.
"Ada,dan jangan bilang kau belum mengerjakannya Neulmi-ah" kata Jinri sambil geleng-geleng kepala melihat kebiasaan sahabatnya itu.
"Memang belum hehe,ngomong-ngomong di mana Jiyeon?" tanya Neulmi lagi.
"Sepertinya belum datang,mungkin sebentar lagi" jawab Jinri.
"Jinri-ah apa kau ingat dengan sahabat kita ketika SMP dulu?" tanya Neulmi ragu-ragu.
"Siapa?" kata Jinri balik bertanya.
"Kau ingat ketika kita SMP dulu kita bersahabat berlima? Aku,kau,Jiyeon,Lulu,dan Nana"
"Oh,iya aku masih ingat,wae?"
"Apa kau masih ingat Lulu?"
"Lulu? Luhan?"
"Iyaa Luhan! Kau ingat anak baru yang kemarin? Itu kan Luhan teman SMP kita dulu,Jinri-ah jangan bilang kau lupa"
"Jinjja? Aish pantas saja aku seperti mengenalnya" kata Jinri sambil menepuk dahinya.
"Dan apa kau tahu? Dia mencoba mendekatiku kemarin"
"Hah? Jinjja? Jeongmal? Lalu?"
"Aku menghindar sebisaku,bisa-bisanya dia mendekatiku setelah apa yang telah ia lakukan padaku 2tahun yang lalu"
"Yaa,dan tentang Nana,dia juga menghilang setelah peristiwa itu,iya kan?"
"Apa kau ingat dulu saat kita memergoki Luhan yang sedang berciuman dengan Nana dulu? Haha itu sangatlah menyakitkan" tak terasa,ketika Neulmi mengatakan itu butiran kristal bening jatuh begitu saja membuat aliran sungai kecil di wajah tirusnya.
"..........." Jinri terdiam.
"Uljima Neulmi-ah,mianhaeyo atas kelakuanku di masa lalu yang membuatmu membenciku,aku kembali ke Korea hanya untuk memperbaiki hubungan kita dahulu" kata Luhan yang tiba-tiba berada di samping Neulmi dan menghapus airmata Neulmi.
"Pergilah Luhan-ah aku tidak ingin membencimu lebih dari ini,jangan harap untuk bisa seperti dulu lagi denganku" kata Neulmi seraya menepis tangan Luhan yang tadinya bertengger manis di wajahnya.
"Tapi,aku ingin kau memaafkanku Minnie-ya" kata Luhan bersikukuh.
"Aku sudah memaafkanmu dari dulu,hanya saja aku tidak bisa dekat denganmu lagi" jawab Neulmi yang langsung berlari menuju kamar mandi meninggalkan Luhan yang masih berdiri mematung.
"Jinri-ah apakah dia masih mencintaiku?" tanya Luhan pada Jinri.
"Mollayo sebaiknya kau menjauhi dia,itu adalah cara terbaik menurutku Luhan-ah" kata Jinri acuh dan langsung meninggalkan Luhan untuk menyusul Neulmi.

~ To Be Continued ~

Selasa, 29 Januari 2013

Pretty Girl With Handsome Boys | Chapter 3


Author : JokerTaaany ( @IntaanNM )
Tittle : Pretty Girl With Handsome Boys
Length : 2 of ?
Genre : Romance,Little Humor,Friendship
Main Casts :
- Yong Neul Mi as Neulmi
- Xi Lu Han as Luhan
- Kim Jong In as Kai
- Huang Zi Tao as Tao
- Oh Se Hoon as Sehun

Other Casts :
- Exo Members
- Yong Jun Hyung as Junhyung
- Choi Jin Ri as Jinri
- Yoon Ji Yoon as Jiyoon
- Kim Na Na as Nana

Note : Using 4Minute's Hyuna photo
-----------------------------------------------------------------------------------------------

Bagi yang ketinggalan prev chapter bisa buka link ini > 
Chapter 1 : http://jokertaaany.blogspot.com/2013/01/pretty-girl-with-handome-boys.html
Chapter 2 : http://jokertaaany.blogspot.com/2013/01/pretty-girl-with-handsome-boys-chapter-2.html

------------------------------------------------------------------------------------------------

Bel telah berbunyi. Tanda bagi para murid untuk menyudahi kegiatan mereka di waktu senggang ketika istirahat tadi.

"Semuanya,kami duluan ya. Bye" kata Kris sambil mengisyaratkan Lay untuk segera kembali ke kelas,sebab jika mereka terlambat satu detik saja. Sudah dipastikan mereka tidak akan mendapat nilai pelajaran Bahasa Inggris selama satu bulan. Guru yang kejam.
"Ne,oppa,kami juga duluan ya,annyeong" kata Neulmi sambil menggandeng tangan kedua sahabatnya-Jiyoon dan Jinri-untuk ke kelas dan diikuti Tao dari belakang.

***
At Class.

"Neulmi-ssi" panggil teman sebangku Neulmi sekarang,Tao.
"Hmm" hanya itu yang dikeluarkan Neulmi sebagai jawaban karena dia tengah sibuk menggambar sesuatu di buku tulisnya.
"Apakah kau sadar? Sedari tadi murid-murid itu menatap kita aneh" kata Tao yang bergidik ngeri diperhatikan begitu intens oleh teman-teman sekelasnya.
"Aku tahu Tao-ah,sudahlah biarkan saja,oh iya jangan panggil aku dengan embel-embel -ssi lagi,itu tidak enak di dengar" jawab Neulmi tanpa mengalihkan pandangan dari buku tulisnya. Tao yang mendengar itu hanya mengangguk. Tentu saja lawan bicaranya tidak bisa melihat tindakan yang telah ia lakukan tadi karena sedari tadi dia tidak beranjak dari buku tulisnya.

"YAK! KAU ANAK BARU BERANINYA DUDUK DI SEBELAH NEULMI!" teriak salah seorang namja.
"BERISIK!" bentak Neulmi yang merasa konsentrasinya terganggu oleh teriakan namja itu.
"M-m-mianhae Neulmi-ah,tapi anak ini berani sekali duduk di sebelahmu" jawab namja itu.
"Aku yang menyuruhnya duduk di situ! Apa itu masalah buatmu?Hm,Kai-ah?" tanya Neulmi pada namja bermarga Kim itu.
"T-tentu saja tidak jika dia sudah mendapat persetujuan darimu" jawab Kai sambil mengelus-elus tengkuknya.
"Kembali ke tempat dudukmu!" perintah Neulmi. Kai pun menuruti perintah dari Neulmi tadi.
"Tampaknya kau terlalu keras padanya Mimi-ah" kata Jiyoon sambil terkekeh.
"Biarkanlah Yoonie,aku tidak suka dia mengganggu konsetrasiku" jawab Neulmi.
"Sekali-sekali kau harus berbuat baik padanya Mimi-ah" sambung Jinri.
"Maybe oneday" jawab Neulmi sambil terkekeh.

***

Luhan's POV

Melihatnya tersenyum seperti itu membuat hatiku damai. Sudah lama aku tidak melihat senyumnya yang seperti itu. Ah,aku merindukan senyum itu. Apakah senyum rahasiamu masih hanya kau tunjukkan untukku Neulmi-ah?

"Kau sedang memikirkan sesuatu Luhan-ssi?" tanya seseorang yang membuyarkan lamunanku.
"Ah,ne,hanya something not important" jawabku.
"Perkenalkan,namaku Oh Se Hoon,tapi kau dapat memanggilku dengan Sehun" kata namja itu sambil mengulurkan tangannya,seolah memintaku untuk balas menjabat tangannya.
"Ne,Luhan imnida" jawabku dan balas menjabat tangannya.
"Karena kau anak baru,aku akan memberitahukan beberapa hal yang ada di sekolah ini,dengar baik-baik ya,kau lihat yeoja cantik yang duduk di pojok sana? Yang bersama dengan emm siapa namanya ya"
"Tao" jawabku.
"Ah,ne,bersama Tao,bernama Yong Neul Mi,anak paling populer di sekolah ini,banyak namja yang menaruh hati padanya,tapi tampaknya dia tidak pernah berusaha membuka hati untuk namja mana pun" kata Sehun panjang lebar sambil menopang dagu dengan tangannya.
"Ehm,apa kau tahu mengapa dia tidak membuka hatinya untuk namja lain?" tanyaku hati-hati.
"Molla" jawabnya sambil mengangkat bahu. "Tapi yang kutahu,dia masih menyayangi mantan kekasihnya" lanjutnya lagi.

Mantan kekasih? Setahuku mantan pacar Neulmi hanya satu,dan itu aku. Apa mungkin Neulmi masih menyayangiku?

"Siapa nama mantan kekasihnya?" tanyaku lagi.
"Molla,dia tidak pernah dan tidak akan pernah bercerita padaku soal itu" jawabnya. "Lebih baik kau menjauh darinya jika tidak ingin jadi bulan-bulanan namja psycho yang duduk di barisan paling depan itu" lanjutnya lagi.
"Nugu? Kai?"
"Ne,sudah ya Luhan-ssi,aku hanya ingin memberitahumu hal itu" katanya sambil berlalu dari kursiku.

Ah,aku lega sekarang. Setidaknya Neulmi masih memiliki perasaan padaku,kan? Akan ku kembalikan hubungan kita seperti dulu Yong Neul Mi! Tunggu aku!

End of Luhan's POV

****

"Huah,bosan sekali tidak ada guru di sini" kata yeoja cantik itu sambil melemparkan pensilnya ke atas meja.
"Bukankah itu bagus?" tanya namja yang berada di sebelahnya.
"Tetap saja itu membosankan" jawab yeoja yang bernama Neulmi itu.
"Ini,pakailah,dan dengarkan musiknya,aku jamin kau tidak akan bosan" kata Tao sambil menyodorkan earphone yang hanya sebelah pada Neulmi,karena sebelahnya lagi sedang digunakan olehnya. Neulmi pun menerima pemberian Tao dan langsung memakainya. Seketika itu juga,kepalanya ikut bergoyang seirama dengan musik yang sedang didengarkannya.
"How nice is this! What is the tittle of this song?" tanya Neulmi.
"Machine,it's Chinese ver" jawab Tao.
"Nice! Besok aku minta lagu ini ya" pinta Neulmi.
"Hmm,baiklah,hanya saja ada satu syarat" kata Tao sambil mengeluarkan smirknya.
"Mwo? Apa itu?" tanya Neulmi sedikit,cemas.
"Kau harus melakukan aegyo di depanku sekarang! Hmm,bagaimana jika bbuing bbuing?" kata Tao sambil menahan tawanya.
"Aish,kau ini! Sudahlah berikan saja aku lagu itu besok!"
"No,without your aegyo"
"Aish"
"The price of this song,can you pay with your aegyo"
"Okay,i'll do it tomorrow"
"No,i want you to do it now"
"MWO?"
"Now nona Yong" kata Tao dengan gaya coolnya.
Ne,ne arraseo" jawab Neulmi pasrah. Kemudian,Neulmi pun mengeluarkan bbuing bbuingnya. Tao yang gemas melihat tingkah Neulmi pun akhirnya tertawa.
"Puas kau tuan Huang?" tanya Neulmi dengan nada kesal.
"Hahahaha ya,aku sudah puas hahaha tadi itu hahahaha kau sangatlah hahahaha lucu hahahaha" kata Tao yang masih saja tertawa.
"Tertawalah sesukamu" kata Neulmi sambil menggembungkan pipinya.

Tanpa Neulmi dan Tao sadari,sepasang mata sedang memperhatikan tingkah mereka dari kejauhan. Dia mendengus kesal melihat kedekatan Neulmi dan Tao yang padahal baru beberapa jam yang lalu berkenalan.

"Baiklah aku berhenti tertawa,asal kau jangan memasang tampang imut seperti itu hahaha" kata Tao. Neulmi yang mengerti pun akhirnya mengempiskan pipinya.
"Sudah,berhentilah tertawa!" kata Neulmi sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Oh,ya,aku ingin menyanyikan sebait lagu Machine ini untukmu,yaa hitung-hitung sebagai permintaan maafku karena tadi terlalu banyak tertawa" kata Tao sambil memasang tampang coolnya. 'Tao,berhentilah memasang tampang coolmu,aku em aku menyukainya,sepertinya' batin Neulmi.
"Deal!" jawab Neulmi dengan senyum manis yang menghiasi wajah cantiknya.
"Ta bing leng pi fu tou ming xiang shi ci qi Ta zha yan dou you pin lv ta shi fou liu zhe xue ye"
"Suaramu merdu Tao-ah,aku menyukainya" kata Neulmi memuji Tao.
"Xie xie" jawab Tao sambil tersenyum manis.
"Cheonmaneyo" jawab Neulmi yang tidak tahu arti kata sama-sama dalam Bahasa Mandarin.

Tanpa terasa,bel pun berbunyi. Tanda bagi para murid untuk segera menyudahi kegiatan belajar-mengajar hari ini dan kembali ke rumah masing-masing.

Ketika Neulmi hendak berjalan keluar kelas,sebuah tangan menahan pergerakannya.

"Lepaskan!" bentak Neulmi pada orang itu.
"Never,katakan bahwa kau masih menyukaiku Neulmi-ah" kata orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah mantan kekasih Neulmi,Luhan.
"Tidak akan! Jangan bermimpi! Siapa kau? Apa kau fikir aku masih memiliki rasa suka padamu setelah perbuatanmu di masa lalu yang menyakitiku? Apa kau lupa,eoh?" tanya Neulmi. Luhan terdiam dan melepas pegangannya pada tangan Neulmi. "Dengarkan aku Luhan-ssi,tidak ada gunanya kau kembali ke Korea! Aku sudah membencimu,sangat-sangat membencimu!" bentak Neulmi yang kemudian pergi meninggalkan Luhan yang masih diam mematung.

"Oppa,apa sudah menunggu lama?" tanya Neulmi pada oppa satu-satunya,Junhyung.
"Ani,belum kok,ayo pulang,umma sudah memasak masakan kesukaanmu" kata Junhyung.
"Asik! Ayo!" kata Neulmi yang langsung memasuki mobil Sedan hitam milik kakaknya itu.

Perlahan tapi pasti,mobil itu pergi menjauh meninggalkan lapangan sekolah. Meninggalkan seorang namja yang sebenarnya memperhatikan mobil itu hingga hilang dari pandangan matanya.

"Mianhaeyo Neulmi-ah,sebegitu menyakitkannya kah perbuatanku di masa lalu hingga kau sebegitunya membenciku?" gumam namja yang berdarah China itu dan kemudian pergi meninggalkan sekolahnya untuk pulang ke rumah.

------------------------ To Be Continued ---------------------------------------------------------

This is Chapter 3! Hope you enjoy it~ Happy read ^^

Jumat, 25 Januari 2013

Pretty Girl With Handsome Boys | Chapter 2



Author : JokerTaaany ( @IntaanNM )
Tittle : Pretty Girl With Handsome Boys
Length : 2 of ?
Genre : Romance,Little Humor,Friendship
Main Casts :
- Yong Neul Mi as Neulmi
- Xi Lu Han as Luhan
- Kim Jong In as Kai
- Huang Zi Tao as Tao
- Oh Se Hoon as Sehun

Other Casts :
- Exo Members
- Yong Jun Hyung as Junhyung
- Choi Jin Ri as Jinri
- Yoon Ji Yoon as Jiyoon
- Kim Na Na as Nana

Note : Using Hyuna's 4Minute photo
-----------------------------------------------------------------------------------------------

Bagi yang ketinggalan prev chapter bisa buka link ini > http://jokertaaany.blogspot.com/2013/01/pretty-girl-with-handome-boys.html

------------------------------------------------------------------------------------------------


"Neulmi-ah sadarlah! Apa yang terjadi padamu hingga pingsan begini?" tanya Kai yang masih mencoba untuk menyadarkan Neulmi yang pingsan ketika sang murid baru menyebutkan nama 'Xi Lu Han'.

**

Neulmi's POV

Terdengar suara Kai memanggil-manggil namaku. Arggh. Kepalaku terasa sakit. Sangat sakit. Apa yang terjadi padaku? Perlahan kubuka mataku,mencoba menyesuaikan dengan cahaya yang ada di sekitarku. Apa tadi itu mimpi? Luhan... Apa ia benar-benar kembali ke Korea? Untuk apa?

"AHHH NEULMI! AKHIRNYA KAU SADAR!" kata Kai dengan senyum sumringahnya.
"Ah,ne Kai-ah,apa yang terjadi padaku?" kataku sambil memegangi kepalaku yang masih terasa pusing itu.
"Tadi itu kau pingsan Neulmi-ah! Apa tadi pagi kau tidak sarapan?" tanyanya,aku dapat merasakan nada khawatir di setiap suku katanya.
"Ani,mungkin aku hanya kelelahan,Kai,apa benar tadi itu ada murid baru bernama Xi Lu Han?" tanyaku hati-hati.
"Ya,dia murid baru! Pindahan dari China" jawab Kai santai. Ternyata benar. Luhan kembali ke Korea,tapi untuk apa? Belum puaskah dia menghancurkanku dan merubahku hingga sejauh ini?

"Neulmi-ah,apakah kau ingin kuantar pulang? Atau kau masih ingin melanjutkan kelas Lee songsaenim?" tanya Sehun yang ternyata ada di sebelah Kai.
"Ah,aku ingin melanjutkan kelas saja,terimakasih atas perhatian kalian berdua,kalian memang yang terbaik" kataku lalu beranjak dari tempat tidur,bermaksud untuk pergi ke kelas. Tapi tubuhku masih terasa lemas,sehingga aku hampir terjatuh. Tapi ada tangan yang menyentuhku,menahanku agar tidak terjatuh. Aku pun menoleh dan mendapati Luhan yang sedang menahanku.
"Hati-hati,kondisimu belum membaik,sebaiknya kau pulang dan beristirahat di rumah saja Princess" kata Luhan. Entah mengapa,dadaku berdebar lebih kencang saat dia mengucapkan kata itu. Kata pertama yang ia tujukan padaku dahulu.
"Lepaskan aku Luhan-ssi,aku tidak mengenalmu,dan jangan panggil aku dengan panggilan menjijikkan itu!" bentakku. Refleks,Luhan melepaskan pegangannya dari pinggangku. Beruntung,aku dapat menjaga keseimbangan tubuhku sekarang.
"A-ap.."
"Ayo Kai-ah,Sehun-ah,kita ke kelas" kataku yang sengaja memotong ucapan Luhan. Kai dan Sehun pun memapahku untuk ke kelas.
'Tuhan,jauhkan makhluk yang bernama Luhan itu dariku' batinku.

"Neulmi-ah,apa kau pernah mengenal Luhan sebelumnya?" tanya Kai padaku.
"Tidak" jawabku singkat.
"Lalu,kenapa dia memanggilmu dengan sebutan Princess?" kini giliran Sehun yang bertanya.
"Entah,mungkin dia sudah gila" kataku dengan seenaknya.

****

Luhan's POV

Apa yang terjadi dengannya? Kenapa ia memanggilku dengan embel-embel -ssi ? Apa dia sudah melupakanku? Tidak. Itu mustahil Xi Lu Han,tidak mungkin seorang Neul Mi melupakanmu dengan mudah. Apalagi dengan kejadian 2tahun yang lalu. Itu sangatlah mustahil jika Neulmi melupakanku. Aku pun mengikuti Neulmi yang sedang di papah oleh 2orang lelaki aneh yang sejak Neulmi pingsan tidak henti-hentinya menunggu hingga Neulmi sadar.

Samar-samar,aku mendengar percakapan mereka.


"Neulmi-ah,apa kau pernah mengenal Luhan sebelumnya?" tanya namja yang bernama Kai itu pada Neulmi.
"Tidak" jawab Neulmi.

DEG!

Dia berkata apa? Dia tidak mengenalku? Itu semua bohong,bukan? Sebegitu bencinya kah kau padaku Neulmi-ah?

"Lalu,kenapa dia memanggilmu dengan sebutan Princess?" kini giliran namja bertubuh tinggi yang bertanya pada Neulmi.
"Entah,mungkin dia sudah gila" jawab Neulmi yang sukses membuatku menghentikan langkahku.

Aku tahu kau membenciku Neulmi-ah,tapi apakah kau harus membenciku dengan cara seperti ini,eoh? Aku kembali ke Korea untuk memperbaiki kesalahanku padamu di masa lalu. Untuk mengembalikan hubungan kita dahulu,yang semula sepasang kekasih.

Luhan's POV end.

***

Flashback 3years ago.

Sore itu,di atas bukit terlihat dua orang sedang menikmati matahari tenggelam. Mereka tampak akrab. Bagaimana tidak? Mereka merupakan sahabat.

"Neulmi,aku ingin bicara padamu,apa boleh?" tanya salah satu di antara mereka yang merupakan seorang namja.
"Ne,bicara saja Luhan-ah" kata seorang yeoja yang bernama Neulmi itu. Perlahan,namja bernama Luhan itu pun mendekatkan wajahnya ke telinga Neulmi.
"Saranghae" bisiknya.
"Mwo? Apa yang kau bicarakan Luhan-ah?" tanya Neulmi,shock.
"S-s-saranghae" jawab Luhan sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya yang jelas-jelas tidak gatal.
"Nado" kata Neulmi sambil tersenyum.
"Eh? Kau juga mencintaiku?" tanya Luhan.
"Tentu,bagaimana bisa aku tidak mencintaimu sedangkan setiap hari aku menghabiskan waktu denganmu?" kata Neulmi lagi,yang kini membuat rona merah di wajah Luhan.
"Do you want to be my girlfriend,princess?" tanya Luhan. Kini,wajah mereka berdua memancarkan rona merah yang tercetak jelas di permukaan kulit wajah masing-masing.
"I do Luhan-ah,I do" kata Neulmi bersemangat. Luhan pun memeluk Neulmi,yang kini bisa ia panggil sebagai yeojanya.

Flashback end.

****

Bel berbunyi tiga kali,tanda waktunya bagi murid-murid untuk beristirahat.

"Annyeong,Neulmi-ssi" sapa seorang namja,berambut hitam,bertubuh tinggi,dan bermata panda.
"Annyeong Tao-ssi" jawab Neulmi sambil tersenyum ramah.
"Sepertinya kau cukup populer di sekolah ini ya" kata Tao sambil tertawa. 'Manis sekali tawa anak ini' batin Neulmi. 'Eh,apa yang kau pikirkan Neulmi,aish' batin Neulmi berkata lagi.
"Tidak juga kok,aku hanya murid biasa,hehe" jawab Neulmi.
"Oh,ya kau duduk sendiri?" tanya Tao lagi.
"Seperti yang kau liat Tuan Huang Zi Tao" jawab Neulmi.
"Hey,kau hafal nama lengkapku rupanya hahaha,bagaimana jika duduk denganku? Sepertinya akan menyenangkan" tawar Tao sambil menaikkan sebelah alisnya. 'Errr...Tao terlihat... Tampan' batin Neulmi lagi.
"Sepertinya tawaranmu menarik,baiklah" kata Neulmi mengiyakan. Tanpa pikir panjang,Tao pun mengambil tas dari tempat duduknya semula,untuk duduk bersama Neulmi.
"Kau ingin ke kantin Neulmi-ah?" tanya Tao,yang kini sedang duduk di sebelahnya.
"Boleh,ayo" kata Neulmi lalu menarik tangan Tao.

***

Semua mata tertuju pada-pegangan tangan-Neulmi. Semua memerhatikan dengan tatapan yang,entahlah sulit dijelaskan. Kai dan Sehun serta beberapa teman mereka pun hanya melongo memerhatikan Neulmi yang sedang memegangi tangan Tao.

"Hey Neulmi-ssi,semua orang menatap kita aneh" bisik Tao di telinga Neulmi.
"Sudahlah,itu sudah biasa bagiku" jawab Neulmi santai.

Sesampainya di kantin,dia langsung bergabung dengan Jinri dan Jiyoon yang sedang bersama Suho,Chen,Chanyeol,Baekhyun,Kyungsoo,Kris,dan juga Lay.

"Annyeong semuanya" kata Neulmi tanpa melepaskan pegangan tangannya dari Tao.
"A-annyeong" jawab mereka serempak.
"Hey,Neulmi-ah,siapa anak yang kau gandeng itu? Mana ajudanmu?" tanya Kris.
"Iya,tumben sekali kau tidak bersama kedua ajudanmu itu,hahaha" kata Kyungsoo.
"Kris oppa,Kyungsoo-ah sudahlah mereka bukan ajudanku,oh iya perkenalkan,ini Tao anak baru di kelasku" kata Neulmi sambil memperkenalkan Tao.
"Ne,annyeong semuanya,naneun Tao imnida,bangapseumnida" kata Tao sambil membungkukkan badannya.
"Ne,Jiyoon dan Jinri sudah memberitahu kami tadi,duduklah dan pesanlah sesuatu" kata Baekhyun mempersilahkan mereka duduk.
"Apa kau seorang chinese?" tanya Lay pada Tao.
"Ah,iya,aku seorang chinese hyung" jawab Tao.
"Kalau begitu,sama seperti aku dan Kris rupanya" kata Lay sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Jieshao,wo de mingzi shi Wu Yi Fan" kata Kris memperkenalkan diri dengan Bahasa Mandarin.
"Ah,jieshao wo de mingzi Zhang Yi Xing" kata Lay yang juga memperkenalkan dirinya dengan Bahasa Mandarin.
"Wo de mingzi shi Huang Zi Tao" jawab Tao menggunakan Bahasa Mandarin juga tentunya.
"Baiklah,apakah obrolan tidak jelas kalian sudah selesai? Aku tidak mengerti sama sekali" kata Chanyeol.
"Dasar Chanyeol bodoh! Pantas saja nilaimu selalu kecil pada pelajaran Bahasa Mandarin,mereka sedang memperkenalkan diri! Padahal kan itu pelajaran dasar Bahasa Mandarin di kelas 1,bodoh!" kata Baekhyun pada Chanyeol.
"Ah,iya aku ingat hehe" kata Chanyeol dengan wajah seolah tanpa dosanya,yang diiringi oleh gelengan kepala dari semua yang ada di sana.

Selama Tao,Kris dan Lay mengobrol. Para wanita sudah memesankan makanan untuk mereka bertiga. Pesanan mereka pun datang. Mereka pun makan makanan masing-masing dalam diam.

---------------------- To Be Continued ------------------------------------------------------

Mind to gimme Review about critics or suggestions? :3

Pretty Girl With Handome Boys


Author : JokerTaaany ( @IntaanNM )
Tittle : Pretty Girl With Handsome Boys
Length : 1 of ?
Genre : Romance,Little Humor,Friendship
Main Casts :
- Yong Neul Mi as Neulmi
- Xi Lu Han as Luhan
- Kim Jong In as Kai
- Huang Zi Tao as Tao
- Oh Se Hoon as Sehun

Other Casts :
- Exo Members
- Yong Jun Hyung as Junhyung
- Choi Jin Ri as Jinri
- Yoon Ji Yoon as Jiyoon
- Kim Na Na as Nana

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Annyeong~ ^^ JokerTaaany kembali dengan FF abal ini~ Kali ini mau coba bikin FF dengan casts Exo members!  Tanpa menghilangkan unsur B2ST tentunya B-) Hope you all like it ne :3 Happy Read! ^^ ~

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pagi itu adalah pagi yang cerah. Kendaraan berlalu lalang dan menimbulkan asap yang cukup mengganggu. Seorang gadis cantik,bertubuh tinggi,kurus,berkulit putih terlihat berkali-kali melirik ke arah jam tangan berwarna gold yang melingkar manis di pergelangan tangannya.

"Sial,aku akan terlambat" gerutu gadis itu. "Junhyung oppa wae kau lama sekali? Aku akan terlambat!" katanya dengan sedikit keras. Hening. Tak ada sahutan. Tak lama kemudian sebuah mobil mercy berwarna hitam berhenti di depan pagar rumah sang gadis. Gadis itu pun menyipitkan matanya untuk melihat siapa yang berhenti di depan rumahnya.

"Annyeong Neulmi-ah!" Sapa seorang lelaki berkulit tan itu,yang kemudian setengah berlari menuju gadis yang bernama Neulmi.
"Ah,annyeong Kai-ah,wae geurae?" Tanya Neulmi tanpa basa-basi.
"Eh...mm anu..mm.. Apakah kau mau berangkat sekolah bersamaku? Hari sudah makin siang lho!" kata Kai.
"Ayo,lagi pula Kakakku lama sekali hmm.." kata Neulmi sambil mempoutkan bibirnya. 'Lucu' pikir Kai.
"Ne,kajja!" kata Kai sambil menggandeng tangan Neulmi,sedangkan sang empunya tangan hanya diam dan mengikuti Kai tanpa protes sedikit pun.

Selama perjalanan menuju sekolah,mereka tak berbicara sama sekali. Hening. Mereka tampak sedang bergulat dengan pikiran mereka masing-masing. Sampai Neulmi,memecah keheningan diantara mereka.

"Kai-ah,apakah tadi kau sengaja untuk mengajakku berangkat bersama? Hm?" tanya Neulmi sambil menaikkan sebelah alisnya. Kai yang sedang terfokus pada jalanan pun menoleh sebentar lalu terkekeh pelan.
"Tentu saja,aku kan tidak ingin keduluan oleh Sehun hahaha" jawab Kai sambil tertawa.
"Aish,Kkamjjong. Berhentilah untuk menganggap seolah aku ini barang yang bisa kalian perebutkan" kata Neulmi kemudian menggembungkan pipinya lucu. 'Berhentilah bertingkah kekanakan seperti itu Neulmi-ah,aku tidak ingin otak pervertku mengambil alih pikiranku saat ini'  Batin Kai.
"Mianhaeyo,tapi siapa sih yang tidak ingin dekat denganmu? Beautiful,Smart,Popular,Funny,Cute,and many more" kata Kai yang masih terfokus pada jalanan.
"Sudahlah,aku bosan mendengar kata-kata seperti itu setiap hari darimu Jonginnie" kata Neulmi.
"Ne,ne,by the way,kita sudah sampai Princess" kata Kai sambil memarkirkan mobilnya.

DEG.

'Princess'
'Apa dia sengaja memanggilku begitu? Atau apa?' batin Neulmi.

Kai yang menyadari bahwa lawan bicaranya diam pun bereaksi.
"Neulmi-ah,kajja! Kau tidak ingin terlambat pada pelajaran Mrs.Park bukan?" kata Kai yang menyadarkan Neulmi.
"Ne! Kajja!" jawab Neulmi seraya turun dari mobil dan berjalan santai menuju kelasnya.

Semua mata,tertuju padanya. Siapa yang tidak kenal dia? Yong Neul Mi. Gadis yang paling popular di sekolahnya. Jangan heran jika banyak lelaki yang menaruh hati padanya dan berusaha mendekatinya,Kai contohnya.

"Good morning Neulmi" sapa seorang lelaki.
"Ne,morning too Kris oppa" kata Neulmi sambil membungkukkan badannya,kemudian melanjutkan berjalan menuju kelasnya. Belum jauh dia berjalan seseorang sudah menyapanya lagi.
"Good morning Neulmi-ah" sapa pemuda itu.
"Ah! Good morning too Channie,di mana Baekkie?" tanya Neulmi sambil mencari sosok yang tidak ia temukan di dekat Chanyeol. Lelaki yang ia panggil Channie.
"Dia belum datang Neulmi-ah,mungkin sebentar lagi akan datang" kata Chanyeol sambil menyeruput gelas berisi kopi yang belum lama ia pesan di kantin.
"Oh,ya sudah aku ke kelas dulu ya Channie,sampai nanti" kata Neulmi.
"Ne,sampai nanti Neulmi-ah" jawab Chanyeol.

------------------------------------------------------

TEEEEEETTT.

Bel tanda pelajaran pertama usai.

"Baiklah anak-anak,ingat ya untuk tugas kelompok kalian,saya permisi. Annyeong" kata Mrs.Park sambil berlalu keluar kelas.
"Annyeong songsaenim" jawab murid-murid serempak.

Ketika Neulmi sedang berbincang-bincang dengan sahabat-sahabatnya-Jinri dan Jiyoon-tiga orang namja,menghampirinya.

"Annyeong Neulmi-ah,Jinri-ah,Jiyoon-ah" sapa ketiga namja itu bersamaan.
"Annyeong" jawab Neulmi,Jinri dan Jiyoon serempak juga.
"Jiyoon-ah,nanti malam kau ada acara tidak?" kata namja bernama Suho itu pada Jiyoon.
"Ani,wae Suho-ah?" tanya Jiyoon.
"Aku ingin mengajakmu makan malam,apa kau mau?" tanya Suho.
"Baiklah,tapi kau harus menjemputku,aku tunggu jam 7 malam nanti di rumahku ya,jangan sampai telat! Atau aku tidak akan pergi denganmu" kata Jiyoon yang perfeksionis. Dia sangat membenci orang yang terlambat.
"Ne,arraseo! Sampai ketemu nanti malam Jiyoonnie" kata Suho lalu pergi ke tempat duduknya semula.
"Ekhem" kata namja yang lain.
"Wae geurae Kim Jong Dae? Any problem? hng?" tanya Jinri sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Ani,nanti sore apakah kau ada acara?" tanya namja yang akrab di panggil Chen itu.
"Tidak,wae?" tanya Jinri lagi.
"Maukah kau menemaniku membeli pakaian? Aku dengar ada pakaian model baru,aku tidak ingin ketinggalan trend" jawab Chen sambil mengerutkan dahinya. Ya,Chen dan Jinri adalah pecinta fashion. Mereka tidak pernah ketinggalan berita seputar fashion.
Jinri memutar bola matanya. "Sepertinya menarik,baiklah,tapi kau harus membelikanku satu! Bagaimana?" kata Jinri sambil mengedipkan sebelah matanya.
"No problem,aku akan menjemputmu pukul 4 sore di rumahmu Jinri-ah! Sampai nanti!" kata Chen lalu kembali ke tempat duduknya semula.

Kini,tinggal tersisa satu orang namja yang tidak pernah berhenti menghampiri mereka bertiga setiap jam ganti pelajaran.
"Ada apa Sehunnie?" tanya Neulmi sambil menopang dagu dengan tangannya. Neulmi sangat suka menggoda Sehun dengan pose seperti ini.
"Sudahlah Neulminnie,jangan berpose seperti itu atau aku benar-benar menciummu" titah Sehun yang tidak di indahkan oleh Neulmi.
"YAK!! SEHUN-AH APA YANG KAU LAKUKAN DI TEMPAT TUAN PUTRIKU?" tanya seseorang yang berjalan perlahan mendekati tempat duduk Neulmi dkk.
"Jongin-ah,listen to me. Ini hak ku,lagi pula dia bukan tuan putrimu,dia milikku" kata Sehun.
"Dia? Tuan putrimu? Jangan harap! Langkahi mayatku dulu! Baru kau bisa mendapatkannya dariku!" kata Kai sambil menunjuk-nunjuk Sehun.

'Ini akan menarik seperti biasanya' bisik Jinri pada Neulmi sambil tersenyum evil.

"Aku lelah berdebat denganmu! Biarkan Neulmi yang memutuskan kalau begitu,bagaimana?" usul Sehun yang diiringi anggukan oleh Jiyoon dan Jinri.
"Nah,Neulmi,kau pilih aku atau Sehun?" tanya Kai excited. Hening. Tak ada satu patah kata pun keliar dari bibir mungil Neulmi. Tegang. Ya,suasana ini cukup tegang bagi mereka berdua-Kai dan Sehun-yang kini mulai mengucur keringat dingin dari permukaan kulitnya.
"Aku....." berhenti. Neulmi menggantungkan kata-katanya. Jinri dan Jiyoon yang sedang berusaha mati-matian untuk menahan tawa mereka melihat ekspresi wajah dari Sehun dan Kai yang menurut mereka absurd.
"Aku,tidak memilih siapa pun diantara kalian" kata Neulmi. Tawa Jinri dan Jiyoon yang sudah sedari tadi mereka tahan pun akhirnya terdengar. Mereka sedang menertawakan Kai dan juga Sehun.
"Kenapa?" tanya Kai dan Sehun serempak. Aneh. Sejak kapan mereka kompak?
"Ani,aku masih menunggu seseorang yang mampu menggantikan posisi seseorang di hatiku,tapi kalian tidak bisa" kata Neulmi tanpa perduli dengan suasana hati Kai dan Sehun saat ini.
"T..tt..tapi kita masih bisa bersahabat kan? Setidaknya berteman" kata Kai gugup. Entah sejak kapan seorang Kim Jong In menjadi gugup.
"Ya,tapi kita masih bisa berteman kan?" tanya Sehun ragu-ragu. Namun Neulmi tidak menjawab. Dia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Kai dan Sehun.

Selang beberapa menit kemudian,kepala sekolah masuk dengan dua orang murid lelaki yang tampak asing untuk para siswa di kelas 3.1 ini. Dari wajahnya,mereka tampak bukan seperti orang Korea,namja yang satu bertubuh lebih kecil dibandingkan dengan namja yang satu lagi. Kelas pun menjadi sedikit riuh,terutama di kalangan para wanita.

'Tidak Neulmi,itu belum tentu dia,lagi pula ada perlu apa dia datang lagi ke Korea?' batin Neulmi.

"Anak-anak kalian kedatangan dua orang teman baru,seperti yang kalian lihat,mereka bukanlah berasal dari Korea,melainkan berasal dari Negeri Tirai Bambu,China" kata sang kepala sekolah.

DEG!

Jantung Neulmi seakan berhenti berdetak ketika sang kepala sekolah menyebutkan kata 'China'.

'Apa mungkin itu dia? Neulmi,ayolah! Jangan berharap itu dia! Kau saja belum berhasil move on sejak 2 tahun yang lalu,kan?' batin Neulmi terus dihujani beribu pertanyaan.

"Ayo nak,silahkan perkenalkan diri kalian" kata sang kepala sekolah mempersilahkan. Dua orang murid baru itu hanya tersenyum menanggapinya.

"Annyeong,naneun Huang Zi Tao imnida,panggil saja saya Tao,seperti yang kalian dengar,saya berasal dari China,bahasa Korea saya belum begitu lancar,jadi,mohon bantuannya" kata lelaki berambuit hitam,bermata panda yang bernama Tao itu.

"Annyeong,naneun Xi Lu Han imnida,panggil saja saya Luhan,saya juga berasal dari China,tapi sempat menetap di Korea selama beberapa tahun" kata namja bertubuh kecil,berwajah imut tersebut.

Dunia seakan berhenti berputar. Oksigen seakan telah habis. Napas seorang Neulmi,kini tercekat saat namja itu mengucapkan 'Xi Lu Han' .

'Tuhan,kemana oksigen-oksigen ini?' gumam Neulmi pelan. Berusaha sepelan mungkin agar kedua sahabatnya tidak mendengar suaranya. Perlahan,semuanya menjadi gelap.



------------------------------------- To Be Continued --------------------------------------------

Annyeong untuk para Exotics B-) saya bukan seorang Exotic '-'v tapi saya mencintai Exo dengan seperempat(?) hati. Jelas,karena tiga perempat hati saya diisi oleh Bi Seu Teu._. #gananya Baiklah,ini adalah fanfic pertama saya. Hope you like it readersdeul;;)

Template by:
Free Blog Templates