Diberdayakan oleh Blogger.



Sabtu, 09 Februari 2013

Pretty Girl With Handsome Boys | Chapter 4


Author : JokerTaaany ( @IntaanNM )
Tittle : Pretty Girl With Handsome Boys
Length : 2 of ?
Genre : Romance,Little Humor,Friendship
Main Casts :
- Yong Neul Mi as Neulmi
- Xi Lu Han as Luhan
- Kim Jong In as Kai
- Huang Zi Tao as Tao
- Oh Se Hoon as Sehun

Other Casts :
- Exo Members
- Yong Jun Hyung as Junhyung
- Choi Jin Ri as Jinri
- Yoon Ji Yoon as Jiyoon
- Kim Na Na as Nana


-----------------------------------------------------------------------------------------------

Bagi yang ketinggalan prev chapter bisa buka link ini > 
Chapter 1 : http://jokertaaany.blogspot.com/2013/01/pretty-girl-with-handome-boys.html
Chapter 2 : http://jokertaaany.blogspot.com/2013/01/pretty-girl-with-handsome-boys-chapter-2.html
Chapter 3 : http://jokertaaany.blogspot.com/2013/01/pretty-girl-with-handsome-boys-chapter-3.html
------------------------------------------------------------------------------------------------

Keesokan harinya

"Oppaa cepatlaahh aku tidak ingin seperti kemarin" teriak Neulmi pada Junhyung.
"Ne,oppa sudah siap masuklah dulu ke mobil" balas Junhyung tak kalah berteriak.

Tak lama kemudian,mobil sedan hitam itu pun keluar dari halaman rumah besar bak istana milik keluarga Yong.

** At Seoul International High School **

"Oppa aku sekolah dulu,ne? Annyeong" kata Neulmi berpamitan pada oppa kesayangannya itu.
"Ne,belajar yang benar" balas Junhyung.
"Ne oppa,hati-hati" kata Neulmi sambil melambaikan tangannya pada Junhyung yang perlahan pergi menjauh dari pandangannya.

Ketika Neulmi hendak berbalik..

"DOR!"
"KYAAAAA Sehunnie kau nyaris membuat jantungku copot" kata Neulmi sambil mengatur nafasnya yang tersengal.
"Hahaha mianhaeyo Neulmi-ah wajahmu tadi lucu sekali hahaha" jawab Sehun sambil tertawa.
"Itu tidak lucu babo! Kau hampir saja membuat seorang gadis kehilangan nyawanya,huh" gerutu Neulmi.
"Hehehe mianhaeyo Neulmi-ah,kajja kita ke kelas" kata Sehun sambil menarik pergelangan tangan Neulmi.
"Ne,kajja" balas Neulmi yang hanya mengikuti Sehun.

Sesampainya di kelas,Neulmi pun melepaskan pegangan tangannya dari Sehun dan langsung berjalan menuju ke mejanya.

"Pagi Neulmi-ah" sapa Jinri.
"Pagi juga Jinri-ah,ada pr tidak hari ini?" tanya Neulmi.
"Ada,dan jangan bilang kau belum mengerjakannya Neulmi-ah" kata Jinri sambil geleng-geleng kepala melihat kebiasaan sahabatnya itu.
"Memang belum hehe,ngomong-ngomong di mana Jiyeon?" tanya Neulmi lagi.
"Sepertinya belum datang,mungkin sebentar lagi" jawab Jinri.
"Jinri-ah apa kau ingat dengan sahabat kita ketika SMP dulu?" tanya Neulmi ragu-ragu.
"Siapa?" kata Jinri balik bertanya.
"Kau ingat ketika kita SMP dulu kita bersahabat berlima? Aku,kau,Jiyeon,Lulu,dan Nana"
"Oh,iya aku masih ingat,wae?"
"Apa kau masih ingat Lulu?"
"Lulu? Luhan?"
"Iyaa Luhan! Kau ingat anak baru yang kemarin? Itu kan Luhan teman SMP kita dulu,Jinri-ah jangan bilang kau lupa"
"Jinjja? Aish pantas saja aku seperti mengenalnya" kata Jinri sambil menepuk dahinya.
"Dan apa kau tahu? Dia mencoba mendekatiku kemarin"
"Hah? Jinjja? Jeongmal? Lalu?"
"Aku menghindar sebisaku,bisa-bisanya dia mendekatiku setelah apa yang telah ia lakukan padaku 2tahun yang lalu"
"Yaa,dan tentang Nana,dia juga menghilang setelah peristiwa itu,iya kan?"
"Apa kau ingat dulu saat kita memergoki Luhan yang sedang berciuman dengan Nana dulu? Haha itu sangatlah menyakitkan" tak terasa,ketika Neulmi mengatakan itu butiran kristal bening jatuh begitu saja membuat aliran sungai kecil di wajah tirusnya.
"..........." Jinri terdiam.
"Uljima Neulmi-ah,mianhaeyo atas kelakuanku di masa lalu yang membuatmu membenciku,aku kembali ke Korea hanya untuk memperbaiki hubungan kita dahulu" kata Luhan yang tiba-tiba berada di samping Neulmi dan menghapus airmata Neulmi.
"Pergilah Luhan-ah aku tidak ingin membencimu lebih dari ini,jangan harap untuk bisa seperti dulu lagi denganku" kata Neulmi seraya menepis tangan Luhan yang tadinya bertengger manis di wajahnya.
"Tapi,aku ingin kau memaafkanku Minnie-ya" kata Luhan bersikukuh.
"Aku sudah memaafkanmu dari dulu,hanya saja aku tidak bisa dekat denganmu lagi" jawab Neulmi yang langsung berlari menuju kamar mandi meninggalkan Luhan yang masih berdiri mematung.
"Jinri-ah apakah dia masih mencintaiku?" tanya Luhan pada Jinri.
"Mollayo sebaiknya kau menjauhi dia,itu adalah cara terbaik menurutku Luhan-ah" kata Jinri acuh dan langsung meninggalkan Luhan untuk menyusul Neulmi.

~ To Be Continued ~

Selasa, 29 Januari 2013

Pretty Girl With Handsome Boys | Chapter 3


Author : JokerTaaany ( @IntaanNM )
Tittle : Pretty Girl With Handsome Boys
Length : 2 of ?
Genre : Romance,Little Humor,Friendship
Main Casts :
- Yong Neul Mi as Neulmi
- Xi Lu Han as Luhan
- Kim Jong In as Kai
- Huang Zi Tao as Tao
- Oh Se Hoon as Sehun

Other Casts :
- Exo Members
- Yong Jun Hyung as Junhyung
- Choi Jin Ri as Jinri
- Yoon Ji Yoon as Jiyoon
- Kim Na Na as Nana

Note : Using 4Minute's Hyuna photo
-----------------------------------------------------------------------------------------------

Bagi yang ketinggalan prev chapter bisa buka link ini > 
Chapter 1 : http://jokertaaany.blogspot.com/2013/01/pretty-girl-with-handome-boys.html
Chapter 2 : http://jokertaaany.blogspot.com/2013/01/pretty-girl-with-handsome-boys-chapter-2.html

------------------------------------------------------------------------------------------------

Bel telah berbunyi. Tanda bagi para murid untuk menyudahi kegiatan mereka di waktu senggang ketika istirahat tadi.

"Semuanya,kami duluan ya. Bye" kata Kris sambil mengisyaratkan Lay untuk segera kembali ke kelas,sebab jika mereka terlambat satu detik saja. Sudah dipastikan mereka tidak akan mendapat nilai pelajaran Bahasa Inggris selama satu bulan. Guru yang kejam.
"Ne,oppa,kami juga duluan ya,annyeong" kata Neulmi sambil menggandeng tangan kedua sahabatnya-Jiyoon dan Jinri-untuk ke kelas dan diikuti Tao dari belakang.

***
At Class.

"Neulmi-ssi" panggil teman sebangku Neulmi sekarang,Tao.
"Hmm" hanya itu yang dikeluarkan Neulmi sebagai jawaban karena dia tengah sibuk menggambar sesuatu di buku tulisnya.
"Apakah kau sadar? Sedari tadi murid-murid itu menatap kita aneh" kata Tao yang bergidik ngeri diperhatikan begitu intens oleh teman-teman sekelasnya.
"Aku tahu Tao-ah,sudahlah biarkan saja,oh iya jangan panggil aku dengan embel-embel -ssi lagi,itu tidak enak di dengar" jawab Neulmi tanpa mengalihkan pandangan dari buku tulisnya. Tao yang mendengar itu hanya mengangguk. Tentu saja lawan bicaranya tidak bisa melihat tindakan yang telah ia lakukan tadi karena sedari tadi dia tidak beranjak dari buku tulisnya.

"YAK! KAU ANAK BARU BERANINYA DUDUK DI SEBELAH NEULMI!" teriak salah seorang namja.
"BERISIK!" bentak Neulmi yang merasa konsentrasinya terganggu oleh teriakan namja itu.
"M-m-mianhae Neulmi-ah,tapi anak ini berani sekali duduk di sebelahmu" jawab namja itu.
"Aku yang menyuruhnya duduk di situ! Apa itu masalah buatmu?Hm,Kai-ah?" tanya Neulmi pada namja bermarga Kim itu.
"T-tentu saja tidak jika dia sudah mendapat persetujuan darimu" jawab Kai sambil mengelus-elus tengkuknya.
"Kembali ke tempat dudukmu!" perintah Neulmi. Kai pun menuruti perintah dari Neulmi tadi.
"Tampaknya kau terlalu keras padanya Mimi-ah" kata Jiyoon sambil terkekeh.
"Biarkanlah Yoonie,aku tidak suka dia mengganggu konsetrasiku" jawab Neulmi.
"Sekali-sekali kau harus berbuat baik padanya Mimi-ah" sambung Jinri.
"Maybe oneday" jawab Neulmi sambil terkekeh.

***

Luhan's POV

Melihatnya tersenyum seperti itu membuat hatiku damai. Sudah lama aku tidak melihat senyumnya yang seperti itu. Ah,aku merindukan senyum itu. Apakah senyum rahasiamu masih hanya kau tunjukkan untukku Neulmi-ah?

"Kau sedang memikirkan sesuatu Luhan-ssi?" tanya seseorang yang membuyarkan lamunanku.
"Ah,ne,hanya something not important" jawabku.
"Perkenalkan,namaku Oh Se Hoon,tapi kau dapat memanggilku dengan Sehun" kata namja itu sambil mengulurkan tangannya,seolah memintaku untuk balas menjabat tangannya.
"Ne,Luhan imnida" jawabku dan balas menjabat tangannya.
"Karena kau anak baru,aku akan memberitahukan beberapa hal yang ada di sekolah ini,dengar baik-baik ya,kau lihat yeoja cantik yang duduk di pojok sana? Yang bersama dengan emm siapa namanya ya"
"Tao" jawabku.
"Ah,ne,bersama Tao,bernama Yong Neul Mi,anak paling populer di sekolah ini,banyak namja yang menaruh hati padanya,tapi tampaknya dia tidak pernah berusaha membuka hati untuk namja mana pun" kata Sehun panjang lebar sambil menopang dagu dengan tangannya.
"Ehm,apa kau tahu mengapa dia tidak membuka hatinya untuk namja lain?" tanyaku hati-hati.
"Molla" jawabnya sambil mengangkat bahu. "Tapi yang kutahu,dia masih menyayangi mantan kekasihnya" lanjutnya lagi.

Mantan kekasih? Setahuku mantan pacar Neulmi hanya satu,dan itu aku. Apa mungkin Neulmi masih menyayangiku?

"Siapa nama mantan kekasihnya?" tanyaku lagi.
"Molla,dia tidak pernah dan tidak akan pernah bercerita padaku soal itu" jawabnya. "Lebih baik kau menjauh darinya jika tidak ingin jadi bulan-bulanan namja psycho yang duduk di barisan paling depan itu" lanjutnya lagi.
"Nugu? Kai?"
"Ne,sudah ya Luhan-ssi,aku hanya ingin memberitahumu hal itu" katanya sambil berlalu dari kursiku.

Ah,aku lega sekarang. Setidaknya Neulmi masih memiliki perasaan padaku,kan? Akan ku kembalikan hubungan kita seperti dulu Yong Neul Mi! Tunggu aku!

End of Luhan's POV

****

"Huah,bosan sekali tidak ada guru di sini" kata yeoja cantik itu sambil melemparkan pensilnya ke atas meja.
"Bukankah itu bagus?" tanya namja yang berada di sebelahnya.
"Tetap saja itu membosankan" jawab yeoja yang bernama Neulmi itu.
"Ini,pakailah,dan dengarkan musiknya,aku jamin kau tidak akan bosan" kata Tao sambil menyodorkan earphone yang hanya sebelah pada Neulmi,karena sebelahnya lagi sedang digunakan olehnya. Neulmi pun menerima pemberian Tao dan langsung memakainya. Seketika itu juga,kepalanya ikut bergoyang seirama dengan musik yang sedang didengarkannya.
"How nice is this! What is the tittle of this song?" tanya Neulmi.
"Machine,it's Chinese ver" jawab Tao.
"Nice! Besok aku minta lagu ini ya" pinta Neulmi.
"Hmm,baiklah,hanya saja ada satu syarat" kata Tao sambil mengeluarkan smirknya.
"Mwo? Apa itu?" tanya Neulmi sedikit,cemas.
"Kau harus melakukan aegyo di depanku sekarang! Hmm,bagaimana jika bbuing bbuing?" kata Tao sambil menahan tawanya.
"Aish,kau ini! Sudahlah berikan saja aku lagu itu besok!"
"No,without your aegyo"
"Aish"
"The price of this song,can you pay with your aegyo"
"Okay,i'll do it tomorrow"
"No,i want you to do it now"
"MWO?"
"Now nona Yong" kata Tao dengan gaya coolnya.
Ne,ne arraseo" jawab Neulmi pasrah. Kemudian,Neulmi pun mengeluarkan bbuing bbuingnya. Tao yang gemas melihat tingkah Neulmi pun akhirnya tertawa.
"Puas kau tuan Huang?" tanya Neulmi dengan nada kesal.
"Hahahaha ya,aku sudah puas hahaha tadi itu hahahaha kau sangatlah hahahaha lucu hahahaha" kata Tao yang masih saja tertawa.
"Tertawalah sesukamu" kata Neulmi sambil menggembungkan pipinya.

Tanpa Neulmi dan Tao sadari,sepasang mata sedang memperhatikan tingkah mereka dari kejauhan. Dia mendengus kesal melihat kedekatan Neulmi dan Tao yang padahal baru beberapa jam yang lalu berkenalan.

"Baiklah aku berhenti tertawa,asal kau jangan memasang tampang imut seperti itu hahaha" kata Tao. Neulmi yang mengerti pun akhirnya mengempiskan pipinya.
"Sudah,berhentilah tertawa!" kata Neulmi sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Oh,ya,aku ingin menyanyikan sebait lagu Machine ini untukmu,yaa hitung-hitung sebagai permintaan maafku karena tadi terlalu banyak tertawa" kata Tao sambil memasang tampang coolnya. 'Tao,berhentilah memasang tampang coolmu,aku em aku menyukainya,sepertinya' batin Neulmi.
"Deal!" jawab Neulmi dengan senyum manis yang menghiasi wajah cantiknya.
"Ta bing leng pi fu tou ming xiang shi ci qi Ta zha yan dou you pin lv ta shi fou liu zhe xue ye"
"Suaramu merdu Tao-ah,aku menyukainya" kata Neulmi memuji Tao.
"Xie xie" jawab Tao sambil tersenyum manis.
"Cheonmaneyo" jawab Neulmi yang tidak tahu arti kata sama-sama dalam Bahasa Mandarin.

Tanpa terasa,bel pun berbunyi. Tanda bagi para murid untuk segera menyudahi kegiatan belajar-mengajar hari ini dan kembali ke rumah masing-masing.

Ketika Neulmi hendak berjalan keluar kelas,sebuah tangan menahan pergerakannya.

"Lepaskan!" bentak Neulmi pada orang itu.
"Never,katakan bahwa kau masih menyukaiku Neulmi-ah" kata orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah mantan kekasih Neulmi,Luhan.
"Tidak akan! Jangan bermimpi! Siapa kau? Apa kau fikir aku masih memiliki rasa suka padamu setelah perbuatanmu di masa lalu yang menyakitiku? Apa kau lupa,eoh?" tanya Neulmi. Luhan terdiam dan melepas pegangannya pada tangan Neulmi. "Dengarkan aku Luhan-ssi,tidak ada gunanya kau kembali ke Korea! Aku sudah membencimu,sangat-sangat membencimu!" bentak Neulmi yang kemudian pergi meninggalkan Luhan yang masih diam mematung.

"Oppa,apa sudah menunggu lama?" tanya Neulmi pada oppa satu-satunya,Junhyung.
"Ani,belum kok,ayo pulang,umma sudah memasak masakan kesukaanmu" kata Junhyung.
"Asik! Ayo!" kata Neulmi yang langsung memasuki mobil Sedan hitam milik kakaknya itu.

Perlahan tapi pasti,mobil itu pergi menjauh meninggalkan lapangan sekolah. Meninggalkan seorang namja yang sebenarnya memperhatikan mobil itu hingga hilang dari pandangan matanya.

"Mianhaeyo Neulmi-ah,sebegitu menyakitkannya kah perbuatanku di masa lalu hingga kau sebegitunya membenciku?" gumam namja yang berdarah China itu dan kemudian pergi meninggalkan sekolahnya untuk pulang ke rumah.

------------------------ To Be Continued ---------------------------------------------------------

This is Chapter 3! Hope you enjoy it~ Happy read ^^

Jumat, 25 Januari 2013

Pretty Girl With Handsome Boys | Chapter 2



Author : JokerTaaany ( @IntaanNM )
Tittle : Pretty Girl With Handsome Boys
Length : 2 of ?
Genre : Romance,Little Humor,Friendship
Main Casts :
- Yong Neul Mi as Neulmi
- Xi Lu Han as Luhan
- Kim Jong In as Kai
- Huang Zi Tao as Tao
- Oh Se Hoon as Sehun

Other Casts :
- Exo Members
- Yong Jun Hyung as Junhyung
- Choi Jin Ri as Jinri
- Yoon Ji Yoon as Jiyoon
- Kim Na Na as Nana

Note : Using Hyuna's 4Minute photo
-----------------------------------------------------------------------------------------------

Bagi yang ketinggalan prev chapter bisa buka link ini > http://jokertaaany.blogspot.com/2013/01/pretty-girl-with-handome-boys.html

------------------------------------------------------------------------------------------------


"Neulmi-ah sadarlah! Apa yang terjadi padamu hingga pingsan begini?" tanya Kai yang masih mencoba untuk menyadarkan Neulmi yang pingsan ketika sang murid baru menyebutkan nama 'Xi Lu Han'.

**

Neulmi's POV

Terdengar suara Kai memanggil-manggil namaku. Arggh. Kepalaku terasa sakit. Sangat sakit. Apa yang terjadi padaku? Perlahan kubuka mataku,mencoba menyesuaikan dengan cahaya yang ada di sekitarku. Apa tadi itu mimpi? Luhan... Apa ia benar-benar kembali ke Korea? Untuk apa?

"AHHH NEULMI! AKHIRNYA KAU SADAR!" kata Kai dengan senyum sumringahnya.
"Ah,ne Kai-ah,apa yang terjadi padaku?" kataku sambil memegangi kepalaku yang masih terasa pusing itu.
"Tadi itu kau pingsan Neulmi-ah! Apa tadi pagi kau tidak sarapan?" tanyanya,aku dapat merasakan nada khawatir di setiap suku katanya.
"Ani,mungkin aku hanya kelelahan,Kai,apa benar tadi itu ada murid baru bernama Xi Lu Han?" tanyaku hati-hati.
"Ya,dia murid baru! Pindahan dari China" jawab Kai santai. Ternyata benar. Luhan kembali ke Korea,tapi untuk apa? Belum puaskah dia menghancurkanku dan merubahku hingga sejauh ini?

"Neulmi-ah,apakah kau ingin kuantar pulang? Atau kau masih ingin melanjutkan kelas Lee songsaenim?" tanya Sehun yang ternyata ada di sebelah Kai.
"Ah,aku ingin melanjutkan kelas saja,terimakasih atas perhatian kalian berdua,kalian memang yang terbaik" kataku lalu beranjak dari tempat tidur,bermaksud untuk pergi ke kelas. Tapi tubuhku masih terasa lemas,sehingga aku hampir terjatuh. Tapi ada tangan yang menyentuhku,menahanku agar tidak terjatuh. Aku pun menoleh dan mendapati Luhan yang sedang menahanku.
"Hati-hati,kondisimu belum membaik,sebaiknya kau pulang dan beristirahat di rumah saja Princess" kata Luhan. Entah mengapa,dadaku berdebar lebih kencang saat dia mengucapkan kata itu. Kata pertama yang ia tujukan padaku dahulu.
"Lepaskan aku Luhan-ssi,aku tidak mengenalmu,dan jangan panggil aku dengan panggilan menjijikkan itu!" bentakku. Refleks,Luhan melepaskan pegangannya dari pinggangku. Beruntung,aku dapat menjaga keseimbangan tubuhku sekarang.
"A-ap.."
"Ayo Kai-ah,Sehun-ah,kita ke kelas" kataku yang sengaja memotong ucapan Luhan. Kai dan Sehun pun memapahku untuk ke kelas.
'Tuhan,jauhkan makhluk yang bernama Luhan itu dariku' batinku.

"Neulmi-ah,apa kau pernah mengenal Luhan sebelumnya?" tanya Kai padaku.
"Tidak" jawabku singkat.
"Lalu,kenapa dia memanggilmu dengan sebutan Princess?" kini giliran Sehun yang bertanya.
"Entah,mungkin dia sudah gila" kataku dengan seenaknya.

****

Luhan's POV

Apa yang terjadi dengannya? Kenapa ia memanggilku dengan embel-embel -ssi ? Apa dia sudah melupakanku? Tidak. Itu mustahil Xi Lu Han,tidak mungkin seorang Neul Mi melupakanmu dengan mudah. Apalagi dengan kejadian 2tahun yang lalu. Itu sangatlah mustahil jika Neulmi melupakanku. Aku pun mengikuti Neulmi yang sedang di papah oleh 2orang lelaki aneh yang sejak Neulmi pingsan tidak henti-hentinya menunggu hingga Neulmi sadar.

Samar-samar,aku mendengar percakapan mereka.


"Neulmi-ah,apa kau pernah mengenal Luhan sebelumnya?" tanya namja yang bernama Kai itu pada Neulmi.
"Tidak" jawab Neulmi.

DEG!

Dia berkata apa? Dia tidak mengenalku? Itu semua bohong,bukan? Sebegitu bencinya kah kau padaku Neulmi-ah?

"Lalu,kenapa dia memanggilmu dengan sebutan Princess?" kini giliran namja bertubuh tinggi yang bertanya pada Neulmi.
"Entah,mungkin dia sudah gila" jawab Neulmi yang sukses membuatku menghentikan langkahku.

Aku tahu kau membenciku Neulmi-ah,tapi apakah kau harus membenciku dengan cara seperti ini,eoh? Aku kembali ke Korea untuk memperbaiki kesalahanku padamu di masa lalu. Untuk mengembalikan hubungan kita dahulu,yang semula sepasang kekasih.

Luhan's POV end.

***

Flashback 3years ago.

Sore itu,di atas bukit terlihat dua orang sedang menikmati matahari tenggelam. Mereka tampak akrab. Bagaimana tidak? Mereka merupakan sahabat.

"Neulmi,aku ingin bicara padamu,apa boleh?" tanya salah satu di antara mereka yang merupakan seorang namja.
"Ne,bicara saja Luhan-ah" kata seorang yeoja yang bernama Neulmi itu. Perlahan,namja bernama Luhan itu pun mendekatkan wajahnya ke telinga Neulmi.
"Saranghae" bisiknya.
"Mwo? Apa yang kau bicarakan Luhan-ah?" tanya Neulmi,shock.
"S-s-saranghae" jawab Luhan sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya yang jelas-jelas tidak gatal.
"Nado" kata Neulmi sambil tersenyum.
"Eh? Kau juga mencintaiku?" tanya Luhan.
"Tentu,bagaimana bisa aku tidak mencintaimu sedangkan setiap hari aku menghabiskan waktu denganmu?" kata Neulmi lagi,yang kini membuat rona merah di wajah Luhan.
"Do you want to be my girlfriend,princess?" tanya Luhan. Kini,wajah mereka berdua memancarkan rona merah yang tercetak jelas di permukaan kulit wajah masing-masing.
"I do Luhan-ah,I do" kata Neulmi bersemangat. Luhan pun memeluk Neulmi,yang kini bisa ia panggil sebagai yeojanya.

Flashback end.

****

Bel berbunyi tiga kali,tanda waktunya bagi murid-murid untuk beristirahat.

"Annyeong,Neulmi-ssi" sapa seorang namja,berambut hitam,bertubuh tinggi,dan bermata panda.
"Annyeong Tao-ssi" jawab Neulmi sambil tersenyum ramah.
"Sepertinya kau cukup populer di sekolah ini ya" kata Tao sambil tertawa. 'Manis sekali tawa anak ini' batin Neulmi. 'Eh,apa yang kau pikirkan Neulmi,aish' batin Neulmi berkata lagi.
"Tidak juga kok,aku hanya murid biasa,hehe" jawab Neulmi.
"Oh,ya kau duduk sendiri?" tanya Tao lagi.
"Seperti yang kau liat Tuan Huang Zi Tao" jawab Neulmi.
"Hey,kau hafal nama lengkapku rupanya hahaha,bagaimana jika duduk denganku? Sepertinya akan menyenangkan" tawar Tao sambil menaikkan sebelah alisnya. 'Errr...Tao terlihat... Tampan' batin Neulmi lagi.
"Sepertinya tawaranmu menarik,baiklah" kata Neulmi mengiyakan. Tanpa pikir panjang,Tao pun mengambil tas dari tempat duduknya semula,untuk duduk bersama Neulmi.
"Kau ingin ke kantin Neulmi-ah?" tanya Tao,yang kini sedang duduk di sebelahnya.
"Boleh,ayo" kata Neulmi lalu menarik tangan Tao.

***

Semua mata tertuju pada-pegangan tangan-Neulmi. Semua memerhatikan dengan tatapan yang,entahlah sulit dijelaskan. Kai dan Sehun serta beberapa teman mereka pun hanya melongo memerhatikan Neulmi yang sedang memegangi tangan Tao.

"Hey Neulmi-ssi,semua orang menatap kita aneh" bisik Tao di telinga Neulmi.
"Sudahlah,itu sudah biasa bagiku" jawab Neulmi santai.

Sesampainya di kantin,dia langsung bergabung dengan Jinri dan Jiyoon yang sedang bersama Suho,Chen,Chanyeol,Baekhyun,Kyungsoo,Kris,dan juga Lay.

"Annyeong semuanya" kata Neulmi tanpa melepaskan pegangan tangannya dari Tao.
"A-annyeong" jawab mereka serempak.
"Hey,Neulmi-ah,siapa anak yang kau gandeng itu? Mana ajudanmu?" tanya Kris.
"Iya,tumben sekali kau tidak bersama kedua ajudanmu itu,hahaha" kata Kyungsoo.
"Kris oppa,Kyungsoo-ah sudahlah mereka bukan ajudanku,oh iya perkenalkan,ini Tao anak baru di kelasku" kata Neulmi sambil memperkenalkan Tao.
"Ne,annyeong semuanya,naneun Tao imnida,bangapseumnida" kata Tao sambil membungkukkan badannya.
"Ne,Jiyoon dan Jinri sudah memberitahu kami tadi,duduklah dan pesanlah sesuatu" kata Baekhyun mempersilahkan mereka duduk.
"Apa kau seorang chinese?" tanya Lay pada Tao.
"Ah,iya,aku seorang chinese hyung" jawab Tao.
"Kalau begitu,sama seperti aku dan Kris rupanya" kata Lay sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Jieshao,wo de mingzi shi Wu Yi Fan" kata Kris memperkenalkan diri dengan Bahasa Mandarin.
"Ah,jieshao wo de mingzi Zhang Yi Xing" kata Lay yang juga memperkenalkan dirinya dengan Bahasa Mandarin.
"Wo de mingzi shi Huang Zi Tao" jawab Tao menggunakan Bahasa Mandarin juga tentunya.
"Baiklah,apakah obrolan tidak jelas kalian sudah selesai? Aku tidak mengerti sama sekali" kata Chanyeol.
"Dasar Chanyeol bodoh! Pantas saja nilaimu selalu kecil pada pelajaran Bahasa Mandarin,mereka sedang memperkenalkan diri! Padahal kan itu pelajaran dasar Bahasa Mandarin di kelas 1,bodoh!" kata Baekhyun pada Chanyeol.
"Ah,iya aku ingat hehe" kata Chanyeol dengan wajah seolah tanpa dosanya,yang diiringi oleh gelengan kepala dari semua yang ada di sana.

Selama Tao,Kris dan Lay mengobrol. Para wanita sudah memesankan makanan untuk mereka bertiga. Pesanan mereka pun datang. Mereka pun makan makanan masing-masing dalam diam.

---------------------- To Be Continued ------------------------------------------------------

Mind to gimme Review about critics or suggestions? :3

Pretty Girl With Handome Boys


Author : JokerTaaany ( @IntaanNM )
Tittle : Pretty Girl With Handsome Boys
Length : 1 of ?
Genre : Romance,Little Humor,Friendship
Main Casts :
- Yong Neul Mi as Neulmi
- Xi Lu Han as Luhan
- Kim Jong In as Kai
- Huang Zi Tao as Tao
- Oh Se Hoon as Sehun

Other Casts :
- Exo Members
- Yong Jun Hyung as Junhyung
- Choi Jin Ri as Jinri
- Yoon Ji Yoon as Jiyoon
- Kim Na Na as Nana

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Annyeong~ ^^ JokerTaaany kembali dengan FF abal ini~ Kali ini mau coba bikin FF dengan casts Exo members!  Tanpa menghilangkan unsur B2ST tentunya B-) Hope you all like it ne :3 Happy Read! ^^ ~

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pagi itu adalah pagi yang cerah. Kendaraan berlalu lalang dan menimbulkan asap yang cukup mengganggu. Seorang gadis cantik,bertubuh tinggi,kurus,berkulit putih terlihat berkali-kali melirik ke arah jam tangan berwarna gold yang melingkar manis di pergelangan tangannya.

"Sial,aku akan terlambat" gerutu gadis itu. "Junhyung oppa wae kau lama sekali? Aku akan terlambat!" katanya dengan sedikit keras. Hening. Tak ada sahutan. Tak lama kemudian sebuah mobil mercy berwarna hitam berhenti di depan pagar rumah sang gadis. Gadis itu pun menyipitkan matanya untuk melihat siapa yang berhenti di depan rumahnya.

"Annyeong Neulmi-ah!" Sapa seorang lelaki berkulit tan itu,yang kemudian setengah berlari menuju gadis yang bernama Neulmi.
"Ah,annyeong Kai-ah,wae geurae?" Tanya Neulmi tanpa basa-basi.
"Eh...mm anu..mm.. Apakah kau mau berangkat sekolah bersamaku? Hari sudah makin siang lho!" kata Kai.
"Ayo,lagi pula Kakakku lama sekali hmm.." kata Neulmi sambil mempoutkan bibirnya. 'Lucu' pikir Kai.
"Ne,kajja!" kata Kai sambil menggandeng tangan Neulmi,sedangkan sang empunya tangan hanya diam dan mengikuti Kai tanpa protes sedikit pun.

Selama perjalanan menuju sekolah,mereka tak berbicara sama sekali. Hening. Mereka tampak sedang bergulat dengan pikiran mereka masing-masing. Sampai Neulmi,memecah keheningan diantara mereka.

"Kai-ah,apakah tadi kau sengaja untuk mengajakku berangkat bersama? Hm?" tanya Neulmi sambil menaikkan sebelah alisnya. Kai yang sedang terfokus pada jalanan pun menoleh sebentar lalu terkekeh pelan.
"Tentu saja,aku kan tidak ingin keduluan oleh Sehun hahaha" jawab Kai sambil tertawa.
"Aish,Kkamjjong. Berhentilah untuk menganggap seolah aku ini barang yang bisa kalian perebutkan" kata Neulmi kemudian menggembungkan pipinya lucu. 'Berhentilah bertingkah kekanakan seperti itu Neulmi-ah,aku tidak ingin otak pervertku mengambil alih pikiranku saat ini'  Batin Kai.
"Mianhaeyo,tapi siapa sih yang tidak ingin dekat denganmu? Beautiful,Smart,Popular,Funny,Cute,and many more" kata Kai yang masih terfokus pada jalanan.
"Sudahlah,aku bosan mendengar kata-kata seperti itu setiap hari darimu Jonginnie" kata Neulmi.
"Ne,ne,by the way,kita sudah sampai Princess" kata Kai sambil memarkirkan mobilnya.

DEG.

'Princess'
'Apa dia sengaja memanggilku begitu? Atau apa?' batin Neulmi.

Kai yang menyadari bahwa lawan bicaranya diam pun bereaksi.
"Neulmi-ah,kajja! Kau tidak ingin terlambat pada pelajaran Mrs.Park bukan?" kata Kai yang menyadarkan Neulmi.
"Ne! Kajja!" jawab Neulmi seraya turun dari mobil dan berjalan santai menuju kelasnya.

Semua mata,tertuju padanya. Siapa yang tidak kenal dia? Yong Neul Mi. Gadis yang paling popular di sekolahnya. Jangan heran jika banyak lelaki yang menaruh hati padanya dan berusaha mendekatinya,Kai contohnya.

"Good morning Neulmi" sapa seorang lelaki.
"Ne,morning too Kris oppa" kata Neulmi sambil membungkukkan badannya,kemudian melanjutkan berjalan menuju kelasnya. Belum jauh dia berjalan seseorang sudah menyapanya lagi.
"Good morning Neulmi-ah" sapa pemuda itu.
"Ah! Good morning too Channie,di mana Baekkie?" tanya Neulmi sambil mencari sosok yang tidak ia temukan di dekat Chanyeol. Lelaki yang ia panggil Channie.
"Dia belum datang Neulmi-ah,mungkin sebentar lagi akan datang" kata Chanyeol sambil menyeruput gelas berisi kopi yang belum lama ia pesan di kantin.
"Oh,ya sudah aku ke kelas dulu ya Channie,sampai nanti" kata Neulmi.
"Ne,sampai nanti Neulmi-ah" jawab Chanyeol.

------------------------------------------------------

TEEEEEETTT.

Bel tanda pelajaran pertama usai.

"Baiklah anak-anak,ingat ya untuk tugas kelompok kalian,saya permisi. Annyeong" kata Mrs.Park sambil berlalu keluar kelas.
"Annyeong songsaenim" jawab murid-murid serempak.

Ketika Neulmi sedang berbincang-bincang dengan sahabat-sahabatnya-Jinri dan Jiyoon-tiga orang namja,menghampirinya.

"Annyeong Neulmi-ah,Jinri-ah,Jiyoon-ah" sapa ketiga namja itu bersamaan.
"Annyeong" jawab Neulmi,Jinri dan Jiyoon serempak juga.
"Jiyoon-ah,nanti malam kau ada acara tidak?" kata namja bernama Suho itu pada Jiyoon.
"Ani,wae Suho-ah?" tanya Jiyoon.
"Aku ingin mengajakmu makan malam,apa kau mau?" tanya Suho.
"Baiklah,tapi kau harus menjemputku,aku tunggu jam 7 malam nanti di rumahku ya,jangan sampai telat! Atau aku tidak akan pergi denganmu" kata Jiyoon yang perfeksionis. Dia sangat membenci orang yang terlambat.
"Ne,arraseo! Sampai ketemu nanti malam Jiyoonnie" kata Suho lalu pergi ke tempat duduknya semula.
"Ekhem" kata namja yang lain.
"Wae geurae Kim Jong Dae? Any problem? hng?" tanya Jinri sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Ani,nanti sore apakah kau ada acara?" tanya namja yang akrab di panggil Chen itu.
"Tidak,wae?" tanya Jinri lagi.
"Maukah kau menemaniku membeli pakaian? Aku dengar ada pakaian model baru,aku tidak ingin ketinggalan trend" jawab Chen sambil mengerutkan dahinya. Ya,Chen dan Jinri adalah pecinta fashion. Mereka tidak pernah ketinggalan berita seputar fashion.
Jinri memutar bola matanya. "Sepertinya menarik,baiklah,tapi kau harus membelikanku satu! Bagaimana?" kata Jinri sambil mengedipkan sebelah matanya.
"No problem,aku akan menjemputmu pukul 4 sore di rumahmu Jinri-ah! Sampai nanti!" kata Chen lalu kembali ke tempat duduknya semula.

Kini,tinggal tersisa satu orang namja yang tidak pernah berhenti menghampiri mereka bertiga setiap jam ganti pelajaran.
"Ada apa Sehunnie?" tanya Neulmi sambil menopang dagu dengan tangannya. Neulmi sangat suka menggoda Sehun dengan pose seperti ini.
"Sudahlah Neulminnie,jangan berpose seperti itu atau aku benar-benar menciummu" titah Sehun yang tidak di indahkan oleh Neulmi.
"YAK!! SEHUN-AH APA YANG KAU LAKUKAN DI TEMPAT TUAN PUTRIKU?" tanya seseorang yang berjalan perlahan mendekati tempat duduk Neulmi dkk.
"Jongin-ah,listen to me. Ini hak ku,lagi pula dia bukan tuan putrimu,dia milikku" kata Sehun.
"Dia? Tuan putrimu? Jangan harap! Langkahi mayatku dulu! Baru kau bisa mendapatkannya dariku!" kata Kai sambil menunjuk-nunjuk Sehun.

'Ini akan menarik seperti biasanya' bisik Jinri pada Neulmi sambil tersenyum evil.

"Aku lelah berdebat denganmu! Biarkan Neulmi yang memutuskan kalau begitu,bagaimana?" usul Sehun yang diiringi anggukan oleh Jiyoon dan Jinri.
"Nah,Neulmi,kau pilih aku atau Sehun?" tanya Kai excited. Hening. Tak ada satu patah kata pun keliar dari bibir mungil Neulmi. Tegang. Ya,suasana ini cukup tegang bagi mereka berdua-Kai dan Sehun-yang kini mulai mengucur keringat dingin dari permukaan kulitnya.
"Aku....." berhenti. Neulmi menggantungkan kata-katanya. Jinri dan Jiyoon yang sedang berusaha mati-matian untuk menahan tawa mereka melihat ekspresi wajah dari Sehun dan Kai yang menurut mereka absurd.
"Aku,tidak memilih siapa pun diantara kalian" kata Neulmi. Tawa Jinri dan Jiyoon yang sudah sedari tadi mereka tahan pun akhirnya terdengar. Mereka sedang menertawakan Kai dan juga Sehun.
"Kenapa?" tanya Kai dan Sehun serempak. Aneh. Sejak kapan mereka kompak?
"Ani,aku masih menunggu seseorang yang mampu menggantikan posisi seseorang di hatiku,tapi kalian tidak bisa" kata Neulmi tanpa perduli dengan suasana hati Kai dan Sehun saat ini.
"T..tt..tapi kita masih bisa bersahabat kan? Setidaknya berteman" kata Kai gugup. Entah sejak kapan seorang Kim Jong In menjadi gugup.
"Ya,tapi kita masih bisa berteman kan?" tanya Sehun ragu-ragu. Namun Neulmi tidak menjawab. Dia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Kai dan Sehun.

Selang beberapa menit kemudian,kepala sekolah masuk dengan dua orang murid lelaki yang tampak asing untuk para siswa di kelas 3.1 ini. Dari wajahnya,mereka tampak bukan seperti orang Korea,namja yang satu bertubuh lebih kecil dibandingkan dengan namja yang satu lagi. Kelas pun menjadi sedikit riuh,terutama di kalangan para wanita.

'Tidak Neulmi,itu belum tentu dia,lagi pula ada perlu apa dia datang lagi ke Korea?' batin Neulmi.

"Anak-anak kalian kedatangan dua orang teman baru,seperti yang kalian lihat,mereka bukanlah berasal dari Korea,melainkan berasal dari Negeri Tirai Bambu,China" kata sang kepala sekolah.

DEG!

Jantung Neulmi seakan berhenti berdetak ketika sang kepala sekolah menyebutkan kata 'China'.

'Apa mungkin itu dia? Neulmi,ayolah! Jangan berharap itu dia! Kau saja belum berhasil move on sejak 2 tahun yang lalu,kan?' batin Neulmi terus dihujani beribu pertanyaan.

"Ayo nak,silahkan perkenalkan diri kalian" kata sang kepala sekolah mempersilahkan. Dua orang murid baru itu hanya tersenyum menanggapinya.

"Annyeong,naneun Huang Zi Tao imnida,panggil saja saya Tao,seperti yang kalian dengar,saya berasal dari China,bahasa Korea saya belum begitu lancar,jadi,mohon bantuannya" kata lelaki berambuit hitam,bermata panda yang bernama Tao itu.

"Annyeong,naneun Xi Lu Han imnida,panggil saja saya Luhan,saya juga berasal dari China,tapi sempat menetap di Korea selama beberapa tahun" kata namja bertubuh kecil,berwajah imut tersebut.

Dunia seakan berhenti berputar. Oksigen seakan telah habis. Napas seorang Neulmi,kini tercekat saat namja itu mengucapkan 'Xi Lu Han' .

'Tuhan,kemana oksigen-oksigen ini?' gumam Neulmi pelan. Berusaha sepelan mungkin agar kedua sahabatnya tidak mendengar suaranya. Perlahan,semuanya menjadi gelap.



------------------------------------- To Be Continued --------------------------------------------

Annyeong untuk para Exotics B-) saya bukan seorang Exotic '-'v tapi saya mencintai Exo dengan seperempat(?) hati. Jelas,karena tiga perempat hati saya diisi oleh Bi Seu Teu._. #gananya Baiklah,ini adalah fanfic pertama saya. Hope you like it readersdeul;;)

Kamis, 27 Desember 2012

From Friend Become Boyfriend Part XI




Author : Intan Nurmala ( @IntaanNM )
Tittle : From friend become boyfriend
Genre : Romance,angst,sad romance,humor,ngawur (so pasti)
Main cast :
You as Sung ha won
Yong Junhyung as Junhyung
Lee Seung Hyun as Seungri
Other cast :
Kwon Ji Yong as GDragon
Jang Hyun Seung as Hyunseung
Sung Daesung as Daesung
Lee Gikwang as Gikwang
Kim Hyun Ah as Hyuna


Summary : Cinta memang tak bisa di paksakan. Memaksakan cinta untuk mencintai orang yang sebelumnya tidak kita cintai? Akan sangat sulit. Semakin kau berusaha melupakannya. Semakin sulit pula kau melupakannya.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Prev Chapter :

Mereka pun pulang kerumah masing-masing untuk menikmati liburan musim panas mereka. Liburan selama 2minggu ini akan terasa membosankan karena mereka akan jarang bertemu. Terutama bagi Junhyung dan Ha Won. Karena mereka tidak memiliki alasan kuat untuk bertemu,apalagi status mereka hanya sebatas sahabat. Tidak lebih.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Gikwang-ah" panggil Hyunseung pada Gikwang.
"Ne? Wae hyung?" tanya Gikwang.
"Hyuna itu yeojachingumu?" tanya Hyunseung.
"Ne,waeyo?" tanya Gikwang lagi.
"Ani,dia teman kecilku,beruntung sekali kau memilikinya haha" kata Hyunseung yang sebenarnya hatinya seperti tertohok sesuatu sekarang. Sakit.
"Oh,iya hyung,tenang saja aku akan menjaganya dengan baik" jawab Gikwang kemudian tersenyum. Hyunseung hanya diam dan fokus menyetir.

** In another place **
"Chagi..." panggil Seungri pada Ha Won.
"Ne oppa?" jawab Ha Won menoleh ke arah Seungri.
"Selama liburan ini kau mau kemana? Mau jalan-jalan denganku mungkin?" tanya Seungri.
"Ah,ani oppa,aku ingin menyelesaikan tugas saja di rumah" jawab Ha Won yang sebenarnya tidak ada tugas sama sekali. Hyuna yang mengetahui itu hanya diam saja. Dia mengerti akan keadaan sahabatnya itu.
"Oh,lain kali ya" kata Seungri yang tersenyum ke arah Ha Won.

"Tuhan,kenapa aku tidak bisa menyayangi namja di sampingku ini? Padahal dia adalah kekasihku,ku fikir dengan menerimanya sebagai kekasihku dia akan bisa membuatku berpindah hati,ternyata tidak,dugaanku salah" batin Ha Won.

Setelah mengantar Hyuna. Seungri mengantar Ha Won ke rumahnya. Karena jarak rumah Hyuna dan Ha Won tidak begitu jauh. Mereka hanya menghabiskan waktu 10menit.

Sesampainya di rumah. Ha Won langsung turun dan masuk kamar. Meninggalkan Seungri dan Daesung di ruang tamu.

"Waeyo? Apa yang kau lakukan pada dongsaengku?" tanya Daesung.
"Ani,aku tidak melakukan apa-apa hyung" jawab Seungri.
"Lalu mengapa dia begitu?" tanya Daeung lagi. Seungri hanya mengangkat bahu tanda dia tidak tahu apa-apa.
Akhirnya,Seungri pun pamit pulang pada Daesung.

Seungri's POV

Aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiranmu Sung Ha Won! Apakah aku berbuat kesalahan padamu? Seingatku tadi di mobil pun kau diam saja,bahkan lebih banyak mengobrol dengan Hyuna sehingga kau mengabaikanku. Lalu? Apa salahku? Kenapa kau begitu acuh padaku? Sung Ha Won,kau sangat tahu cara membuatku gila.

Aku bingung pada diriku sendiri. Apa yang membuatku bertahan denganmu hingga sejauh ini? Apa karena aku terlalu menyayangimu? Jika saja GDragon hyung yang ada di posisiku. Pasti,kau sudah di campakkan olehnya. Sayangnya aku tidak bisa melakukan itu Wonnie. Siapa yang tidak kesal jika pasanganmu tak pernah memanggilmu "Chagi" ? Siapa yang tahan tak diberi kabar seharian? Arrggh Sung Ha Won. Apa yang akan kau lakukan jika aku yang melakukannya padamu?

Apa aku harus minta saran pada GDragon hyung tentang ini? Mungkin aku memang harus meminta bantuan GDragon hyung. Dia memang lebih berpengalaman dariku. Baiklah,ku akan meminta saran padanya.

End Of Seungri's POV

------------------------------

Author's POV

Seungri pun memutar arah tujuannya menjadi ke rumah hyungnya,GDragon. Dia berniat meminta saran pada hyungnya yang satu itu. Menurutnya saran hyungnya akan sangat membantu.

Sesampainya di halaman rumah GDragon,Seungri menekan-nekan bel yang tergantung di depan pintu rumah GDragon. Tak lama kemudian keluarlah seorang wanita paruh baya dengan gaya yang elegan. Wanita itu sangat cantik. Dia adalah ibu dari GDragon.

"Annyeong umma,Jiyong hyung ada umma?" tanya Seungri.
"Oh,ada kok Seungri-ah,langsung ke kamarnya saja ya" kata ibu GDragon mempersilahkan Seungri masuk.
"Ne umma,kamsahamnida" kata Seungri membungkuk kemudian berjalan menuju kamar GDragon.

-------------------

"Hyung~" kata Seungri.
"Eh? Tumben kau kemari Seungri-ah,waeyo? Apa kau sudah menjemput yeojamu?" tanya GDragon.
"Ne,hyung aku sudah menjemputnya,oh ya aku ingin meminta saran darimu" kata Seungri.
"Saran apa? Kalau aku bisa aku pasti membantumu" jawab GDragon santai.
"Jadi begini hyung,bagaimana perasaanmu jika kekasihmu tak pernah memanggilmu "chagi" sekali pun? Bagaimana perasaanmu jika kekasihmu tak memberimu kabar seharian?" tanya Seungri.
"Aku? Jangan tanya aku Seungri-ah! Kau pasti tahu jawabannya,aku paling tidak suka didiamkan,jika itu baru sekali atau dua kali aku masih bisa memberikan toleransi,tapi jika sudah lebih daru dua kali,aku tak perduli apakah aku masih menyayanginya atau tidak,aku akan langsung memutuskannya" kata GDragon panjang x lebar = luas.
"Mengapa begitu hyung?" tanya Seungri lagi.
"Itu tandanya dia bukan pasangan yang baik untuk kita,begitu Seungri-ah" kata GDragon sambil menepuk-nepuk pundak Seungri.
"Jadi,Wonnie bukan pasangan yang baik untukku hyung?" tanya Seungri.
"Aku pikir begitu Seungri-ah,dia terlalu cuek padamu,itu tidak bagus,baru berpacaran saja dia sudah begitu,bagaimana jika menikah nanti?" tanya GDragon yang mengubah mimik wajahnya.
"Ya,hyung,tapi aku sangat menyayanginya" jawab Seungri sambil menunduk.
"Jika kau menyayanginya tapi dia tidak menyayangimu bagaimana? Sampai kapan kau mau menyiksa perasaanmu sendiri?" tanya GDragon yang sukses membuat Seungri menelan salivanya sendiri.
"Kau benar hyung,jadi aku harus mengakhiri hubunganku dengannya begitu?" tanya Seungri lagi.
"Kalau itu yang terbaik untukmu,mengapa tidak?" tanya GDragon sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Ne,hyung,aku akan memutuskannya besok,terimakasih atas saranmu hyung,aku pulang dulu,ne? Bye" kata Seungri kemudian berjalan keluar dari kamar GDragon dengan perasaan teriris namun sedikit lega.

"Mungkin GDragon hyung benar,ini tidak baik untukku,jadi,aku harus memutuskannya,kau bisa Lee Seung Hyun! Kau bisa" batin Seungri menyemangati.

*** Di rumah Junhyung ***

Junhyung terduduk di kursi meja belajar di kamarnya. Matanya sama sekali tak berkedip memandangi fotonya dengan Ha Won. Baru beberapa jam yang lalu mereka berpisah,tapi dia sudah merindukan yeoja yang mampu merebut hatinya itu.


Tok tok.

Pintu kamarnya diketuk. Membuatnya mengalihkan pandangan ke arah pintu.

"Masuk" katanya.
"Junhyung-ah" kata Hyunseung.
"Ne,waeyo hyung?" tanya Junhyung.
"Apa Gikwang sudah lama menjalin hubungan dengan Hyuna?" tanya Hyunseung.
"Lumayan,mereka sudah 6bulan berpacaran,memangnya kenapa?" tanya Junhyung balik.
"Apa aku jahat jika aku merusak hubungan mereka?" desis Hyunseung.
"Sudahlah hyung,menyerah saja,Hyuna sangat menyayangi Gikwang,lagipula Gikwang tetangga sekaligus teman main kita dari kecil,masa iya kau tega merusak hubungannya?" tanya Junhyung.
"Ne,arraseo,baiklah aku tidak akan mengganggu mereka jika Hyunaku bahagia" kata Hyunseung lalu meninggalkan Junhyung lagi di kamarnya.

Setelah Hyunseung keluar. Junhyung kembali melanjutkan aktifitasnya yang tadi sempat tertunda karena kedatangan Hyunseung. Memandangi fotonya berdua dengan Ha Won.

"Yah,Sung Ha Won,aku terlambat menyatakan cintaku padamu,tapi seandainya kau memutuskan hubunganmu dengan Seungri,aku akan menyatakannya,tenang saja,tunggu aku,setidaknya kita bisa berpacaran sebelum aku benar-benar pergi meninggalkanmu,tapi seandainya kita berjodoh,kita pasti bersatu kembali Wonnie" kata Junhyung lalu mencium foto Ha Won.

------------------------- To Be Continued ----------------------------------------------------------------------

Selasa, 25 Desember 2012

The Words I Don't Want To Hear


Author : Of Course Iam ( @IntaanNM )
Tittle : The Words I Don't Want To Hear
Genre : Sad romance,angst,friendship
Length : One Shoot
Main Casts :
- Jang Hyun Seung
- Kim Hyun Ah
Other Casts :
- Nam Ji Hyun
- Gina Choi ( G.Na )
- Yoon Doo Joon

Para pemain milik Tuhan YME. Cerita juga punya Tuhan YME hanya saja lewat perantara author.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"hffuuhh" suara seorang gadis mengeluarkan nafasnya dengan keras. Kini,dia tengah terlentang di atas hamparan rerumputan sambil memandangi langit biru nan luas itu. Gadis manis itu tengah meratapi kisah percintaannya yang belum lama ini kandas di tengah jalan.

"Aku memang bodoh" rutuk gadis yang bernama Hyuna itu.
"Aku bodoh menerimanya sebagai kekasihku kala itu,aku bodoh karena tidak mengindahkan kata-kata Gina waktu itu" keluhnya.

Tak lama kemudian handphonenya bergetar tanda ada pesan masuk.

Message From : DooDoo Oppa
Hyuna,kau dimana? Di tempat biasa? Kau tidak apa-apa? Si bodoh itu memang benar-benar keterlaluan!

Hyuna pun membalas pesan dari oppa kesayangannya itu. Meskipun bukan kakak kandung,tapi Doojoon lah orang yang Hyuna percaya sebagai mencurahkan isi hatinya selain ibunya.

Message To : DooDoo Oppa
Ne oppa aku di tempat biasa,oppa,aku butuh oppa. Bisakah oppa datang kesini?

Message From : DooDoo Oppa
Ne,tunggu oppa,kau jangan kemana-mana ne? 10menit lagi oppa akan sampai disana

Message To : DooDoo Oppa
Ne oppa.

Hyuna's POV

Yah,sekarang yang bisa kulakukan hanya menunggu Doojoon oppa. Dia memang oppa terbaik yang pernah ada. Seandainya saja aku memiliki kakak,aku pasti akan senang sekali. Mengingat Doojoon oppa,mengingatkanku pada sesuatu. Ya,sahabatnya sejak SMA dulu. Jang Hyunseung mantan namjachinguku. Aku memang sangat terkesan pada kemampuan menarinya. Dia sungguh-sungguh luar biasa.

Tak terasa airmataku jatuh ketika mengingatnya. Karena mengingatnya sama dengan membuka kembali luka yang baru saja bisa sedikit kututup. Kami baru saja putus beberapa jam yang lalu. Aku yang memutuskan hubungan ini. Aku memang bodoh karena waktu itu tidak mendengarkan saran Gina. Aku terlalu bersikukuh dengan pendapatku bahwa Hyunseung akan berubah. Tapi nyatanya? Nihil. Dia masih menjadi dirinya yang dulu.

Ingin rasanya aku berteriak dari atas bukit ini. Tapi aku tidak mau menjadi tontonan orang-orang di bawah sana. Ini adalah tempat rahasiaku dan Doojoon oppa. Ngomong-ngomong soal Doojoon oppa. Kenapa dia lama sekali ya? Rasanya ini sudah lebih dari 10menit sejak ia mengirimkanku sms.

Tak lama kemudian aku mendengar suara langkah kaki,dan ketika aku menengok. Benar saja dugaanku,Doojoon oppa datang.

"Mianhaeyo terlambat,hehe" katanya dengan senyuman khasnya. "Waeyo? Apa yang dilakukan si bodoh itu terhadap dongsaeng oppa yang satu ini,eoh? Ceritakan padaku" katanya sambil menggenggam tanganku.
"Oppa..." lirihku.
"Ne.. Wae?" tanyanya.
"Aku pikir Hyunseung akan mengubah sifatnya yang player itu,tapi ternyata tidak,dugaanku salah oppa" kataku sambil sedikit terisak.
"Memang dia berselingkuh dengan siapa?" tanyanya.
"Ji Hyun,Nam Ji Hyun,sahabatku sendiri oppa" kataku yang kurasakan airmataku perlahan mulai turun membentuk aliran sungai kecil di pipiku.
"Mwo? Ji Hyun? Yang biasanya menemanimu ke kantin itu kan?" tanyanya lagi. Kali ini aku hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Apa kau melihatnya saat dia selingkuh?" tanya Doojoon oppa lagi.
"Tentu,aku melihat mereka sedang berpegangan tangan,bahkan aku memutuskan hubunganku di hadapan mereka" jawabku yang kini sudah berada dalam pelukan Doojoon oppa.
"Aku tahu dia temanku sejak SMA,tapi dia tidak bisa melakukan ini pada adik kesayanganku" kesalnya.
"Oppa,jauhkan dia dariku" kataku padanya.
"Ne,oppa akan menjauhkannya darimu sebisa mungkin" katanya sambil mengelus-elus puncak kepalaku.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Author's POV

Keesokan harinya Hyuna berkuliah seperti biasa. Namun bedanya,dulu ia akan duduk bersama dengan Ji Hyun tapi kini dia lebih memilih untuk duduk dengan Gina.

"Hyuna-ah,wae? Kenapa tumben sekali kau ingin duduk denganku?" tanya Gina bingung.
"Gina,aku tidak ingin melihat wajah orang itu lagi,mulai sekarang aku akan duduk denganmu" jawab Hyuna.
"Wae? Ada apa?" tanya Gina lagi.
"Nanti setelah kelas usai akan kuceritakan padamu" kata Hyuna yang kini tengah asik mendengarkan ocehan dari guru yang sudah berada di depan kelas.

Setelah kelas usai,Ji Hyun berjalan menghampiri Hyuna dan Gina yang sedang mengobrol di depan kelas mereka.

"Gina-ah,Hyuna-ah" panggil Ji Hyun sambil melambaikan tangannya. Namun lambaian tangan dari Ji Hyun sama sekali tak diindahkan oleh kedua orang ini.
"Sial,Hyuna membenciku" gumam Ji Hyun lalu pergi meninggalkan tempat itu.

-- In Another Place --

Hyunseung berniat meminta maaf pada Hyuna,namun dihalangi oleh Doojoon.

"Hey dude,tenanglah! Aku hanya ingin meminta maaf pada adik kesayanganmu itu" kata Hyunseung pada Doojoon.
"Hyuna tak ingin bertemu denganmu sekali pun itu untuk meminta maaf! Percuma saja! Siapa suruh kau menduakan cintanya yang hanya untukmu?" tanya Doojoon. Hyunseung pun menunduk. Ia tahu ia salah,sebenarnya ia juga sangat menyayangi Hyuna. Hanya saja kebiasaannya itu tidak bisa ia hilangkan.

-- Flashback --

Hyuna sedang berjalan melewati taman,tak sengaja ia melihat dua insan sedang bermesraan di bangku taman yang biasanya ia gunakan untuk bermesraan dengan Hyunseung. Hyuna melihat dengan jelas menggunakan mata dan kepalanya sendiri. Ia juga sedikit mencuri dengar pembicaraan mereka. Hyunseung dan Ji Hyun.

"Ji Hyun-ah,apa kau tahu benda terindah di dunia ini?" tanya Hyunseung manja pada yeoja di sebelahnya ini.
"Tidak,apa itu?" tanya Ji Hyun balik.
"Senyummu,aku harap senyummu itu tidak pernah pudar dari wajah imutmu itu ya" kata Hyunseung sambil mengusap pipi Ji Hyun lembut.

"Cih,gombalan yang sama" kata Hyuna. Dia pun tidak sabar dan segera menghampiri dua orang yang tengah kasmaran itu.

"KAU!" kata Hyuna sambil menunjuk-nunjuk Hyunseung. "Ternyata selama ini sifatmu belum berubah ya? Masih saja menjadi seorang player,haha,dan untukmu nona Nam Ji Hyun,jika kau masih menganggapku sahabatmu mengapa kau tega melakukan ini semua padaku?" tanya Hyuna.
"Hyuna,ini bukan seperti apa yang kau lihat" bela Ji Hyun.
"Lantas? Apa yang aku lihat barusan? Memangnya aku tidak mendengar perkataan kalian,eoh? Sudahlah kalian tidak perlu berpura-pura lagi,dan untukmu Jang Hyunseung,mulai sekarang tak ada lagi apa-apa diantara kita,dan mulai sekarang KITA PUTUS!" kata Hyuna yang memberikan sedikit penekanan pada dua kata terakhirnya. Kemudian dia pun berlari menjauh dari dua orang yang hanya mematung melihat kepergiannya

-- End Of Flashback --

Hyunseung pun berniat menelpon Hyuna menggunakan nomor lain yang tidak diketahui Hyuna.Sebab dia tahu jika dia menelpon Hyuna dengan nomor yang sekarang ia gunakan,Hyuna tidak akan mau menanggapinya.

"Yoboseyo" kata Hyunseung.
"Ne,yoboseyo,nuguya?" tanya suara di seberang telepon yang tak lain dan tak bukan adalah Kim Hyun Ah.
"Hyuna,jebal mianhaeyo,aku tahu aku bersalah padamu,tapi bukan kata-kata itu yang ingin kudengar,aku masih ingin bersamamu,berikan aku satu kesempatan lagi" kata Hyunseung memohon.
"Hyunseung? Aku tidak akan memberimu kesempatan lagi,tapi tenanglah aku sudah memaafkanmu" jawab Hyuna lirih.
"Jebal Hyuna,satu kesempatan saja lagi,aku janji aku akan berubah" kata Hyunseung memohon.
"Ani Hyunseung,aku tidak bisa,mianhae,tapi aku sudah terlalu sakit apalagi kau berselingkuh dengan sahabatku sendiri" kata Hyuna yang langsung menutup teleponnya.

Klik.

"Halo,Hyuna,halo" kata Hyunseung masih terpaku pada telepon genggamnya. "AAAARRGGHH! Kau memang namja bodoh Jang Hyun Seung! Kau hanya bisa menyakiti hati wanita saja,kau,kau ini memang benar-benar,astagaa" rutuk Hyunseung pada dirinya sendiri.
"Break with you? It's the words i don't want to hear,yaah Kim Hyun Ah,jeongmal mianhaeyo" kata Hyunseung mematung di depan rumah Hyuna.

---------------- The End ------------------------------------

Trust Me! I Beg!


Author : Still me ( @IntaanNM )
Tittle : Trust Me! I Beg!
Genre : Romantic,friendship
Length : Oneshoot
Main casts :
- Yang Yo Seob
- Yoon Won Ha
Other casts :
- Yoon Doo Joon as Won Ha's brother
- Song Hye Kyo as Won Ha's bestfriend
- Son Dong Woon as Yo Seob's bestfriend
- Yang Yoona as Yo Seob's sister and Doo Joon's girlfriend
Dan Lain-lain

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pagi itu seorang gadis terlihat buru-buru sekali mengayuh sepedanya. Dia mengayuh secepat yang dia bisa. Bagaimana dia tidak terburu-buru? Sedangkan gerbang sekolahnya kurang dari 10menit lagi akan di tutup,dan dia masih cukup jauh dari sekolahnya.

"Hosh hosh.. Ayo Won Ha kau pasti bisa shshsh" gumamnya pada dirinya sendiri. Ya,Yoon Won Ha murid kelas 3 Cube International Senior High School. Sekolah terfavorit di Kota Gangnam-gu. Siapa sih yang tidak bangga dapat bersekolah disana? Sekolah dengan fasilitas terlengkap,dengan anak-anak yang tidak sembarangan pula. Hanya anak yang IQnya lumayan tinggi yang dapat masuk ke sana.

Won Ha's POV

"Sial! 2menit lagi gerbang akan di tutup! Mati aku! Ah,Yoon Won Ha kau ini selalu saja terlambat" gerutuku sambil mengayuh sepedaku. Inilah kebiasaanku yang tak bisa kuhindari. Bangun telat. Yeah,bangun telat. Aku selalu melakukannya setiap hari. Apakah hari ini aku akan di suruh berdiri di lorong lagi seperti kemarin? Ah,aku tidak mau!

Sudah dekat! Dan! Yeah! Aku berhasil sampai di sekolah tanpa terlambat hari ini. Aku pun langsung memarkirkan sepedaku di tempat parkir sepeda yang sudah di sediakan bersama dengan sepeda-sepeda lainnya.
" I Hope Today Is My Lucky Day! Aamiin!" Do'aku dalam hati.

Aku adalah salah satu murid berprestasi di sekolah ini. Maka dari itu aku tidak ingin merusak reputasiku di sekolah. Aku bukan orang kaya seperti teman-temanku. Masuk ke sekolah ini saja karena beasiswa. Aku ingin menunjukkan pada yang lain bahwa meskipun tidak memiliki harta yang berlimpah,tetapi masih bisa menunjukkan prestasi.

End Of Won Ha's POV

---------------------------------

Author's POV

Sesampainya di kelas,Won Ha langsung duduk di kursi tetapnya bersama dengan sahabat terbaiknya semasa SMA sekarang ini,Song Hye Kyo. Won Ha duduk dengan wajah lesu dan wajahnya merah seperti tomat.

"Hey Won Ha-ah waeyo? Kenapa lagi? Hampir terlambat lagi?" tanya Hye Kyo yang sudah tahu kebiasaan sahabatnya.
"Ya! Lalu apa lagi?" jawab Won Ha.
"Aish Won Ha,kau ini selalu saja,cobalah untuk bangun pagi,pasanglah alarm di kamarmu" kata Hye Kyo.
"Percuma,kau kan sudah tahu jawabannya Hye Kyo-ah,kau ini sudah hampir 3tahun bersahabat denganku masih saja mengatakan itu" jawab Won Ha yang kemudian meneguk minuman yang ia bawa dari rumah.
"Hehe,mianhaeyo,oh iya sudah ada Choi songsaenim,apa kau sudah mengerjakan PR IPA mu Won?" tanya Hye Kyo.
"Bukan Yoon Won Ha namanya kalau belum mengerjakannya Song Hye Kyo!" jawab Won Ha dengan sedikit penekanan saat ia menyebut nama sahabatnya itu.
"Ne,ne,baiklah,aku ada beberapa soal yang belum,bolehkah aku melihat punyamu?" tanya Hye Kyo dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Kau ini selalu saja,baiklah,ini" kata Won Ha sambil menyodorkan buku IPAnya pada Hye Kyo.
"Gomawo Won Ha-ah kau memang sahabat terbaikku!" kata Hye Kyo yang kemudian sibuk menyalin jawaban dari buku Won Ha ke bukunya.

********

Bel istirahat pun berbunyi.

Semua siswa menghambur keluar dari ruangan yang setara dengan kamar bagi mereka. Tak terkecuali dua orang yeoja cantik ini,Yoon Won Ha dan Song Hye Kyo.

"Kau ingin ke kantin dulu atau ke perpustakaan dulu Hye Kyo-ah?" tanya Won Ha.
"Ke kantin dulu saja Won,aku lapar,tadi pagi aku tak sempat sarapan gara-gara appaku" jawab Hye Kyo sambil memegangi perutnya. Won Ha hanya mengangguk mendengar jawaban sahabatnya itu. Mereka pun berjalan ke kantin.

"Won Ha" panggil seseorang.
"Mwo? Mau apa lagi kau? Pergi!" bentak Won Ha.
"Aish Won Ha,come on,mengapa kau tak pernah memberiku kesempatan untuk menjelaskannya padamu?" tanya orang itu yang merupakan seorang namja.
"Aku tidak butuh penjelasan seorang Bad Boy dan player sepertimu! Minggir!" bentak Won Ha lagi pada namja itu.
"Ani,aku ingin kau mendengarkan penjelasanku dulu! Trust Me! I Beg!" kata namja itu bersikukuh.
"Baiklah,60detik untukmu kali ini Yang Yo Seob!" kata Won Ha kemudian.
"Mwo? 60detik? Itu takkan cukup" protes namja yang bernama Yo Seob itu.
"20,30" hitung Won Ha.
"Ne,ne jadi wanita yang waktu itu kau lihat bukanlah seperti apa yang ada dalam pikiranmu! Wanita itu adalah..." belum sempat Yo Seob melengkapi kalimatnya,Won Ha sudah memotongnya.
"60! Waktumu habis! Jadi menyingkirlah dari jalanku!" kata Won Ha kemudian mendorong Yo Seob ke arah kiri sehingga celah terbuka untuknya meneruskan jalan.

*******

"Hey Won Ha,kenapa kau tidak pernah memberikannya kesempatan untuk bicara?" tanya Hye Kyo disela-sela makannya itu.
"Mwo? Orang seperti dia di beri kesempatan? Untuk apa? Tak ada gunanya! Dia juga sudah menyakitiku! Bukankah kau tahu?" jawab Won Ha.
"Aku mengerti,tapi bisa saja kan yang waktu itu ia lakukan tidak seperti apa yang kau lihat?" tanya Hye Kyo lagi.
"Sudahlah! Kau jangan terus-terusan menyuruhku untuk mendengarkannya,melihat wajahnya saja aku muak" jawab Won Ha sambil memakan makanannya.
"Ne,arraseo" kata Hye Kyo.

Won Ha's POV

Berhentilah untuk mengejarku Yang Yo Seob! Hubungan kita sudah berakhir! Jangan harap aku akan jatuh ke lubang yang sama. Karena itu takkan pernah terjadi. Dulu,aku salah karena aku menerimamu sebagai kekasihku. Seharusnya aku tak melakukan itu! Aish Won Ha babo. Kenapa dulu kau terima namja macam dia? Bad boy,player,prestasi pun jarang. Apa yang membuatku dulu menerimanya? Ya,aku juga bingung. Aku menyukainya,oh tidak aku menyayanginya,atau jangan-jangan aku mencintainya? Persetan dengan cinta! Aku saja tak mengerti apa arti cinta,mana mungkin itulah perasaanku?

Aku masih ingat saat pertama kali kita bertemu satu setengah tahun yang lalu. Bertemu di depan gerbang sekolah karena...Ya,aku hampir terlambat.

** Flashback **

"Astaga,ternyata tak ada sepeda itu menyusahkan! Wahai sepedaku kenapa engkau harus rusak,eoh? Without you iam nothing my bike" kataku berbicara sendiri saat aku tengah berlari menuju gerbang sekolah. Karena aku terlalu terburu-buru,aku tak begitu memperhatikan sekelilingku,karena aku hanya memperhatikan ke arah depan.

BRUKK!

Aku terjatuh. Aku bertabrakan dengan seorang namja. Hei,dia tak terlihat seperti namja pada umumnya. Tubuhnya lebih kecil,dan lebih.. Pendek dari namja-namja lainnya. Ditambah lagi wajahnya yang jauh dari kata tampan. Bukannya jelek,tapi namja itu memang tidak tampan. Melainkan cute. Hei,tunggu dulu. Sebelum aku memujinya lagi,aku harus ingat. AKU HAMPIR TERLAMBAT!

Tanpa pikir panjang. Aku berlari dan meninggalkannya yang masih terduduk di tanah dan menatapku aneh. Masabodoh dengan pemikirannya. Intinya aku harus sampai ke kelasku!

** End Of Flashback **

"Won Ha-ah" kata seorang namja yang menyadarkanku dari lamunanku. Suara yang tak asing bagiku.
"Ne,ada apa Dong Woon-ah?" tanyaku tanpa menoleh sedikit pun ke arahnya.
"Aku ingin bicara padamu" kata Dong Woon yang sontak membuatku tersedak minuman.
"Ohok..ohok..bb--bb--bbiicara ssajaa! ohok..ohokk" kataku yang masih terbatuk karena ulahnya.
"Mian karena mengagetkanmu barusan,oh iya,aku hanya ingin kau mengetahui,tadi pagi Yo Seob ingin mengatakan bahwa yeoja yang waktu itu kau lihat sedang dirangkulnya itu bukanlah yeojachingunya yang lain selain dirimu saat itu" kata Dong Woon panjang lebar.
"Lalu? Apa peduliku?" jawabku sinis.
"Yak! Kau harus peduli Won Ha-ah,dia itu adalah Noona dari Yo Seob,dan juga kekasih dari oppamu,Yoon Doo Joon" kata Dong Woon dengan sedikit penekanan pada setiap suku katanya,yang sukses membuatku terbelalak mendengar perkataannya.
"Mwo? Apa kau serius?" tanyaku.
"Kalau kau tidak percaya,kau bisa tanyakan sendiri pada oppamu" kata Dong Woon yang kemudian berlalu meninggalkanku dan Hye Kyo yang masih terbengong tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Dong Woon.

End Of Won Ha's POV

---------------------------------

Yo Seob's POV

"Ottokhae? Ottokhae Dong Woonie?" tanyaku pada sahabat sejak kecilku ini,Dong Woon.
"Tunggulah sampai besok Yo Seob-ah aku yakin dia akan menanyakannya pada kakaknya itu dan kalian akan bisa bersama lagi seperti dulu" kata Dong Woon sambil menepuk-nepuk pundakku.
"Ne,arraseo,gomawo Dong Woon-ah,kau memang sahabat terbaikku" kataku sambil tersenyum pada sahabatku itu.
"Ne,cheonmaneyo" jawabnya sambil memainkan handphonenya.

Tunggulah aku sebentar lagi Yoon Won Ha! Aku yakin kita akan bersama lagi! Dan,aku bukan seorang player seperti apa yang telah kau cap-kan padaku.

End Of Yo Seob's POV

-----------------------------------

Sepulang sekolah,dan sesampainya di rumah. Won Ha langsung bertanya pada oppanya,Yoon Doo Joon tentang apa yang dikatakan Dong Woon tadi. Jika memang benar,dia akan merasa sangat bersalah pada Yo Seob karena selama ini dia sudah salah paham padanya.

"Oppa" panggil Won Ha.
"Ne? Wae geurae?" tanya Doo Joon pada yeodongsaengnya itu.
"Apa benar Yang Yoona adalah yeojachingumu?" tanya Won Ha tanpa basa-basi.
"Ne,waeyo?" kata Doo Joon balik bertanya.
"Ani,aku bersalah pada adiknya" jawab Won Ha.
"Kalau begitu minta maaflah padanya" kata Doo Joon sambil tersenyum.
"Ne,oppa... Apa kau tahu alamat rumahnya?" tanya Won Ha lagi.
"Tentu,sebentar oppa kirimkan lewat sms". "Nah,sudah" kata Doo Joon.
"Kamsahamnida oppa" kata Won Ha kemudian berlari menuju sepeda kesayangannya.

Dia pun langsung mengayuh sepedanya ke alamat yang di berikan oleh oppanya tadi.

Sesampainya di depan rumah Yo Seob,dia berhenti dan memandangi sejenak rumah namjachingunya,oh tidak lebih tepatnya mantan namjachingunya. Dia pun memencet bel rumah itu. Tak lama kemudian keluarlah seorang yeoja,cantik sekali.

"Inilah yeoja yang waktu itu kulihat sedang merangkul Yo Seob,ah ternyata benar dia adalah kakak dari Yo Seob,astaga Won Ha,jeongmal baboya!" omelnya dalam hati.

"Ne,nuguya?" tanya Yoona pada Won Ha.
"Emm,Yo Seob ada eonni? Aku temannya Yo Seob" jawab Won Ha malu-malu.
"Oh,ada,tunggu sebentar ya,ayo masuk dulu" ajak Yoona.
"Ani,di sini saja tidak apa-apa eonni" kata Won Ha. Yoona hanya tersenyum sebagai jawaban.

Tak lama kemudian,sosok yang di tunggu Won Ha pun keluar menghampirinya. Tanpa basa-basi Won Ha langsung menghambur ke arah Yo Seob dan memeluk namja imut itu.

"Yang Yo Seob mianhaeyo,jeongmal mianhaeyo,jega babo yeosseoyo" kata Won Ha pada Yo Seob.
"Ani,aku yang harusnya minta maaf padamu Won Ha,aku memang salah karena tidak langsung memberitahumu waktu itu,jadi,apa kau masih menyayangiku?" tanya Yo Seob pada yeoja yang sekarang berada di dekapannya ini.
"Ne,nan ajigdo neo eul sarang" jawab Won Ha sambil sedikit terisak.
"Won Ha,tatap aku" pinta Yo Seob.

Won Ha hanya menuruti perkataan namja yang masih disayanginya ini.

"Yoon Won Ha,dasi nae yeojachinguya dwae jullae?" tanya Yo Seob sambil berlutut di hadapan Won Ha.
"Ne,aku mau! Aku mau Yang Yo Seob" kata Won Ha.

Yo Seob pun berdiri dan memeluk yeoja yang kini resmi menjadi kekasihnya lagi itu.
Dalam hati mereka masing-masing,mereka berjanji bahwa mereka tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti apa yang telah mereka lakukan di masa lalu.


---------------------------------------- Fin -----------------------------------------------------------

Template by:
Free Blog Templates