Diberdayakan oleh Blogger.



Kamis, 27 Desember 2012

From Friend Become Boyfriend Part XI




Author : Intan Nurmala ( @IntaanNM )
Tittle : From friend become boyfriend
Genre : Romance,angst,sad romance,humor,ngawur (so pasti)
Main cast :
You as Sung ha won
Yong Junhyung as Junhyung
Lee Seung Hyun as Seungri
Other cast :
Kwon Ji Yong as GDragon
Jang Hyun Seung as Hyunseung
Sung Daesung as Daesung
Lee Gikwang as Gikwang
Kim Hyun Ah as Hyuna


Summary : Cinta memang tak bisa di paksakan. Memaksakan cinta untuk mencintai orang yang sebelumnya tidak kita cintai? Akan sangat sulit. Semakin kau berusaha melupakannya. Semakin sulit pula kau melupakannya.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Prev Chapter :

Mereka pun pulang kerumah masing-masing untuk menikmati liburan musim panas mereka. Liburan selama 2minggu ini akan terasa membosankan karena mereka akan jarang bertemu. Terutama bagi Junhyung dan Ha Won. Karena mereka tidak memiliki alasan kuat untuk bertemu,apalagi status mereka hanya sebatas sahabat. Tidak lebih.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Gikwang-ah" panggil Hyunseung pada Gikwang.
"Ne? Wae hyung?" tanya Gikwang.
"Hyuna itu yeojachingumu?" tanya Hyunseung.
"Ne,waeyo?" tanya Gikwang lagi.
"Ani,dia teman kecilku,beruntung sekali kau memilikinya haha" kata Hyunseung yang sebenarnya hatinya seperti tertohok sesuatu sekarang. Sakit.
"Oh,iya hyung,tenang saja aku akan menjaganya dengan baik" jawab Gikwang kemudian tersenyum. Hyunseung hanya diam dan fokus menyetir.

** In another place **
"Chagi..." panggil Seungri pada Ha Won.
"Ne oppa?" jawab Ha Won menoleh ke arah Seungri.
"Selama liburan ini kau mau kemana? Mau jalan-jalan denganku mungkin?" tanya Seungri.
"Ah,ani oppa,aku ingin menyelesaikan tugas saja di rumah" jawab Ha Won yang sebenarnya tidak ada tugas sama sekali. Hyuna yang mengetahui itu hanya diam saja. Dia mengerti akan keadaan sahabatnya itu.
"Oh,lain kali ya" kata Seungri yang tersenyum ke arah Ha Won.

"Tuhan,kenapa aku tidak bisa menyayangi namja di sampingku ini? Padahal dia adalah kekasihku,ku fikir dengan menerimanya sebagai kekasihku dia akan bisa membuatku berpindah hati,ternyata tidak,dugaanku salah" batin Ha Won.

Setelah mengantar Hyuna. Seungri mengantar Ha Won ke rumahnya. Karena jarak rumah Hyuna dan Ha Won tidak begitu jauh. Mereka hanya menghabiskan waktu 10menit.

Sesampainya di rumah. Ha Won langsung turun dan masuk kamar. Meninggalkan Seungri dan Daesung di ruang tamu.

"Waeyo? Apa yang kau lakukan pada dongsaengku?" tanya Daesung.
"Ani,aku tidak melakukan apa-apa hyung" jawab Seungri.
"Lalu mengapa dia begitu?" tanya Daeung lagi. Seungri hanya mengangkat bahu tanda dia tidak tahu apa-apa.
Akhirnya,Seungri pun pamit pulang pada Daesung.

Seungri's POV

Aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiranmu Sung Ha Won! Apakah aku berbuat kesalahan padamu? Seingatku tadi di mobil pun kau diam saja,bahkan lebih banyak mengobrol dengan Hyuna sehingga kau mengabaikanku. Lalu? Apa salahku? Kenapa kau begitu acuh padaku? Sung Ha Won,kau sangat tahu cara membuatku gila.

Aku bingung pada diriku sendiri. Apa yang membuatku bertahan denganmu hingga sejauh ini? Apa karena aku terlalu menyayangimu? Jika saja GDragon hyung yang ada di posisiku. Pasti,kau sudah di campakkan olehnya. Sayangnya aku tidak bisa melakukan itu Wonnie. Siapa yang tidak kesal jika pasanganmu tak pernah memanggilmu "Chagi" ? Siapa yang tahan tak diberi kabar seharian? Arrggh Sung Ha Won. Apa yang akan kau lakukan jika aku yang melakukannya padamu?

Apa aku harus minta saran pada GDragon hyung tentang ini? Mungkin aku memang harus meminta bantuan GDragon hyung. Dia memang lebih berpengalaman dariku. Baiklah,ku akan meminta saran padanya.

End Of Seungri's POV

------------------------------

Author's POV

Seungri pun memutar arah tujuannya menjadi ke rumah hyungnya,GDragon. Dia berniat meminta saran pada hyungnya yang satu itu. Menurutnya saran hyungnya akan sangat membantu.

Sesampainya di halaman rumah GDragon,Seungri menekan-nekan bel yang tergantung di depan pintu rumah GDragon. Tak lama kemudian keluarlah seorang wanita paruh baya dengan gaya yang elegan. Wanita itu sangat cantik. Dia adalah ibu dari GDragon.

"Annyeong umma,Jiyong hyung ada umma?" tanya Seungri.
"Oh,ada kok Seungri-ah,langsung ke kamarnya saja ya" kata ibu GDragon mempersilahkan Seungri masuk.
"Ne umma,kamsahamnida" kata Seungri membungkuk kemudian berjalan menuju kamar GDragon.

-------------------

"Hyung~" kata Seungri.
"Eh? Tumben kau kemari Seungri-ah,waeyo? Apa kau sudah menjemput yeojamu?" tanya GDragon.
"Ne,hyung aku sudah menjemputnya,oh ya aku ingin meminta saran darimu" kata Seungri.
"Saran apa? Kalau aku bisa aku pasti membantumu" jawab GDragon santai.
"Jadi begini hyung,bagaimana perasaanmu jika kekasihmu tak pernah memanggilmu "chagi" sekali pun? Bagaimana perasaanmu jika kekasihmu tak memberimu kabar seharian?" tanya Seungri.
"Aku? Jangan tanya aku Seungri-ah! Kau pasti tahu jawabannya,aku paling tidak suka didiamkan,jika itu baru sekali atau dua kali aku masih bisa memberikan toleransi,tapi jika sudah lebih daru dua kali,aku tak perduli apakah aku masih menyayanginya atau tidak,aku akan langsung memutuskannya" kata GDragon panjang x lebar = luas.
"Mengapa begitu hyung?" tanya Seungri lagi.
"Itu tandanya dia bukan pasangan yang baik untuk kita,begitu Seungri-ah" kata GDragon sambil menepuk-nepuk pundak Seungri.
"Jadi,Wonnie bukan pasangan yang baik untukku hyung?" tanya Seungri.
"Aku pikir begitu Seungri-ah,dia terlalu cuek padamu,itu tidak bagus,baru berpacaran saja dia sudah begitu,bagaimana jika menikah nanti?" tanya GDragon yang mengubah mimik wajahnya.
"Ya,hyung,tapi aku sangat menyayanginya" jawab Seungri sambil menunduk.
"Jika kau menyayanginya tapi dia tidak menyayangimu bagaimana? Sampai kapan kau mau menyiksa perasaanmu sendiri?" tanya GDragon yang sukses membuat Seungri menelan salivanya sendiri.
"Kau benar hyung,jadi aku harus mengakhiri hubunganku dengannya begitu?" tanya Seungri lagi.
"Kalau itu yang terbaik untukmu,mengapa tidak?" tanya GDragon sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Ne,hyung,aku akan memutuskannya besok,terimakasih atas saranmu hyung,aku pulang dulu,ne? Bye" kata Seungri kemudian berjalan keluar dari kamar GDragon dengan perasaan teriris namun sedikit lega.

"Mungkin GDragon hyung benar,ini tidak baik untukku,jadi,aku harus memutuskannya,kau bisa Lee Seung Hyun! Kau bisa" batin Seungri menyemangati.

*** Di rumah Junhyung ***

Junhyung terduduk di kursi meja belajar di kamarnya. Matanya sama sekali tak berkedip memandangi fotonya dengan Ha Won. Baru beberapa jam yang lalu mereka berpisah,tapi dia sudah merindukan yeoja yang mampu merebut hatinya itu.


Tok tok.

Pintu kamarnya diketuk. Membuatnya mengalihkan pandangan ke arah pintu.

"Masuk" katanya.
"Junhyung-ah" kata Hyunseung.
"Ne,waeyo hyung?" tanya Junhyung.
"Apa Gikwang sudah lama menjalin hubungan dengan Hyuna?" tanya Hyunseung.
"Lumayan,mereka sudah 6bulan berpacaran,memangnya kenapa?" tanya Junhyung balik.
"Apa aku jahat jika aku merusak hubungan mereka?" desis Hyunseung.
"Sudahlah hyung,menyerah saja,Hyuna sangat menyayangi Gikwang,lagipula Gikwang tetangga sekaligus teman main kita dari kecil,masa iya kau tega merusak hubungannya?" tanya Junhyung.
"Ne,arraseo,baiklah aku tidak akan mengganggu mereka jika Hyunaku bahagia" kata Hyunseung lalu meninggalkan Junhyung lagi di kamarnya.

Setelah Hyunseung keluar. Junhyung kembali melanjutkan aktifitasnya yang tadi sempat tertunda karena kedatangan Hyunseung. Memandangi fotonya berdua dengan Ha Won.

"Yah,Sung Ha Won,aku terlambat menyatakan cintaku padamu,tapi seandainya kau memutuskan hubunganmu dengan Seungri,aku akan menyatakannya,tenang saja,tunggu aku,setidaknya kita bisa berpacaran sebelum aku benar-benar pergi meninggalkanmu,tapi seandainya kita berjodoh,kita pasti bersatu kembali Wonnie" kata Junhyung lalu mencium foto Ha Won.

------------------------- To Be Continued ----------------------------------------------------------------------

Selasa, 25 Desember 2012

The Words I Don't Want To Hear


Author : Of Course Iam ( @IntaanNM )
Tittle : The Words I Don't Want To Hear
Genre : Sad romance,angst,friendship
Length : One Shoot
Main Casts :
- Jang Hyun Seung
- Kim Hyun Ah
Other Casts :
- Nam Ji Hyun
- Gina Choi ( G.Na )
- Yoon Doo Joon

Para pemain milik Tuhan YME. Cerita juga punya Tuhan YME hanya saja lewat perantara author.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"hffuuhh" suara seorang gadis mengeluarkan nafasnya dengan keras. Kini,dia tengah terlentang di atas hamparan rerumputan sambil memandangi langit biru nan luas itu. Gadis manis itu tengah meratapi kisah percintaannya yang belum lama ini kandas di tengah jalan.

"Aku memang bodoh" rutuk gadis yang bernama Hyuna itu.
"Aku bodoh menerimanya sebagai kekasihku kala itu,aku bodoh karena tidak mengindahkan kata-kata Gina waktu itu" keluhnya.

Tak lama kemudian handphonenya bergetar tanda ada pesan masuk.

Message From : DooDoo Oppa
Hyuna,kau dimana? Di tempat biasa? Kau tidak apa-apa? Si bodoh itu memang benar-benar keterlaluan!

Hyuna pun membalas pesan dari oppa kesayangannya itu. Meskipun bukan kakak kandung,tapi Doojoon lah orang yang Hyuna percaya sebagai mencurahkan isi hatinya selain ibunya.

Message To : DooDoo Oppa
Ne oppa aku di tempat biasa,oppa,aku butuh oppa. Bisakah oppa datang kesini?

Message From : DooDoo Oppa
Ne,tunggu oppa,kau jangan kemana-mana ne? 10menit lagi oppa akan sampai disana

Message To : DooDoo Oppa
Ne oppa.

Hyuna's POV

Yah,sekarang yang bisa kulakukan hanya menunggu Doojoon oppa. Dia memang oppa terbaik yang pernah ada. Seandainya saja aku memiliki kakak,aku pasti akan senang sekali. Mengingat Doojoon oppa,mengingatkanku pada sesuatu. Ya,sahabatnya sejak SMA dulu. Jang Hyunseung mantan namjachinguku. Aku memang sangat terkesan pada kemampuan menarinya. Dia sungguh-sungguh luar biasa.

Tak terasa airmataku jatuh ketika mengingatnya. Karena mengingatnya sama dengan membuka kembali luka yang baru saja bisa sedikit kututup. Kami baru saja putus beberapa jam yang lalu. Aku yang memutuskan hubungan ini. Aku memang bodoh karena waktu itu tidak mendengarkan saran Gina. Aku terlalu bersikukuh dengan pendapatku bahwa Hyunseung akan berubah. Tapi nyatanya? Nihil. Dia masih menjadi dirinya yang dulu.

Ingin rasanya aku berteriak dari atas bukit ini. Tapi aku tidak mau menjadi tontonan orang-orang di bawah sana. Ini adalah tempat rahasiaku dan Doojoon oppa. Ngomong-ngomong soal Doojoon oppa. Kenapa dia lama sekali ya? Rasanya ini sudah lebih dari 10menit sejak ia mengirimkanku sms.

Tak lama kemudian aku mendengar suara langkah kaki,dan ketika aku menengok. Benar saja dugaanku,Doojoon oppa datang.

"Mianhaeyo terlambat,hehe" katanya dengan senyuman khasnya. "Waeyo? Apa yang dilakukan si bodoh itu terhadap dongsaeng oppa yang satu ini,eoh? Ceritakan padaku" katanya sambil menggenggam tanganku.
"Oppa..." lirihku.
"Ne.. Wae?" tanyanya.
"Aku pikir Hyunseung akan mengubah sifatnya yang player itu,tapi ternyata tidak,dugaanku salah oppa" kataku sambil sedikit terisak.
"Memang dia berselingkuh dengan siapa?" tanyanya.
"Ji Hyun,Nam Ji Hyun,sahabatku sendiri oppa" kataku yang kurasakan airmataku perlahan mulai turun membentuk aliran sungai kecil di pipiku.
"Mwo? Ji Hyun? Yang biasanya menemanimu ke kantin itu kan?" tanyanya lagi. Kali ini aku hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Apa kau melihatnya saat dia selingkuh?" tanya Doojoon oppa lagi.
"Tentu,aku melihat mereka sedang berpegangan tangan,bahkan aku memutuskan hubunganku di hadapan mereka" jawabku yang kini sudah berada dalam pelukan Doojoon oppa.
"Aku tahu dia temanku sejak SMA,tapi dia tidak bisa melakukan ini pada adik kesayanganku" kesalnya.
"Oppa,jauhkan dia dariku" kataku padanya.
"Ne,oppa akan menjauhkannya darimu sebisa mungkin" katanya sambil mengelus-elus puncak kepalaku.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Author's POV

Keesokan harinya Hyuna berkuliah seperti biasa. Namun bedanya,dulu ia akan duduk bersama dengan Ji Hyun tapi kini dia lebih memilih untuk duduk dengan Gina.

"Hyuna-ah,wae? Kenapa tumben sekali kau ingin duduk denganku?" tanya Gina bingung.
"Gina,aku tidak ingin melihat wajah orang itu lagi,mulai sekarang aku akan duduk denganmu" jawab Hyuna.
"Wae? Ada apa?" tanya Gina lagi.
"Nanti setelah kelas usai akan kuceritakan padamu" kata Hyuna yang kini tengah asik mendengarkan ocehan dari guru yang sudah berada di depan kelas.

Setelah kelas usai,Ji Hyun berjalan menghampiri Hyuna dan Gina yang sedang mengobrol di depan kelas mereka.

"Gina-ah,Hyuna-ah" panggil Ji Hyun sambil melambaikan tangannya. Namun lambaian tangan dari Ji Hyun sama sekali tak diindahkan oleh kedua orang ini.
"Sial,Hyuna membenciku" gumam Ji Hyun lalu pergi meninggalkan tempat itu.

-- In Another Place --

Hyunseung berniat meminta maaf pada Hyuna,namun dihalangi oleh Doojoon.

"Hey dude,tenanglah! Aku hanya ingin meminta maaf pada adik kesayanganmu itu" kata Hyunseung pada Doojoon.
"Hyuna tak ingin bertemu denganmu sekali pun itu untuk meminta maaf! Percuma saja! Siapa suruh kau menduakan cintanya yang hanya untukmu?" tanya Doojoon. Hyunseung pun menunduk. Ia tahu ia salah,sebenarnya ia juga sangat menyayangi Hyuna. Hanya saja kebiasaannya itu tidak bisa ia hilangkan.

-- Flashback --

Hyuna sedang berjalan melewati taman,tak sengaja ia melihat dua insan sedang bermesraan di bangku taman yang biasanya ia gunakan untuk bermesraan dengan Hyunseung. Hyuna melihat dengan jelas menggunakan mata dan kepalanya sendiri. Ia juga sedikit mencuri dengar pembicaraan mereka. Hyunseung dan Ji Hyun.

"Ji Hyun-ah,apa kau tahu benda terindah di dunia ini?" tanya Hyunseung manja pada yeoja di sebelahnya ini.
"Tidak,apa itu?" tanya Ji Hyun balik.
"Senyummu,aku harap senyummu itu tidak pernah pudar dari wajah imutmu itu ya" kata Hyunseung sambil mengusap pipi Ji Hyun lembut.

"Cih,gombalan yang sama" kata Hyuna. Dia pun tidak sabar dan segera menghampiri dua orang yang tengah kasmaran itu.

"KAU!" kata Hyuna sambil menunjuk-nunjuk Hyunseung. "Ternyata selama ini sifatmu belum berubah ya? Masih saja menjadi seorang player,haha,dan untukmu nona Nam Ji Hyun,jika kau masih menganggapku sahabatmu mengapa kau tega melakukan ini semua padaku?" tanya Hyuna.
"Hyuna,ini bukan seperti apa yang kau lihat" bela Ji Hyun.
"Lantas? Apa yang aku lihat barusan? Memangnya aku tidak mendengar perkataan kalian,eoh? Sudahlah kalian tidak perlu berpura-pura lagi,dan untukmu Jang Hyunseung,mulai sekarang tak ada lagi apa-apa diantara kita,dan mulai sekarang KITA PUTUS!" kata Hyuna yang memberikan sedikit penekanan pada dua kata terakhirnya. Kemudian dia pun berlari menjauh dari dua orang yang hanya mematung melihat kepergiannya

-- End Of Flashback --

Hyunseung pun berniat menelpon Hyuna menggunakan nomor lain yang tidak diketahui Hyuna.Sebab dia tahu jika dia menelpon Hyuna dengan nomor yang sekarang ia gunakan,Hyuna tidak akan mau menanggapinya.

"Yoboseyo" kata Hyunseung.
"Ne,yoboseyo,nuguya?" tanya suara di seberang telepon yang tak lain dan tak bukan adalah Kim Hyun Ah.
"Hyuna,jebal mianhaeyo,aku tahu aku bersalah padamu,tapi bukan kata-kata itu yang ingin kudengar,aku masih ingin bersamamu,berikan aku satu kesempatan lagi" kata Hyunseung memohon.
"Hyunseung? Aku tidak akan memberimu kesempatan lagi,tapi tenanglah aku sudah memaafkanmu" jawab Hyuna lirih.
"Jebal Hyuna,satu kesempatan saja lagi,aku janji aku akan berubah" kata Hyunseung memohon.
"Ani Hyunseung,aku tidak bisa,mianhae,tapi aku sudah terlalu sakit apalagi kau berselingkuh dengan sahabatku sendiri" kata Hyuna yang langsung menutup teleponnya.

Klik.

"Halo,Hyuna,halo" kata Hyunseung masih terpaku pada telepon genggamnya. "AAAARRGGHH! Kau memang namja bodoh Jang Hyun Seung! Kau hanya bisa menyakiti hati wanita saja,kau,kau ini memang benar-benar,astagaa" rutuk Hyunseung pada dirinya sendiri.
"Break with you? It's the words i don't want to hear,yaah Kim Hyun Ah,jeongmal mianhaeyo" kata Hyunseung mematung di depan rumah Hyuna.

---------------- The End ------------------------------------

Trust Me! I Beg!


Author : Still me ( @IntaanNM )
Tittle : Trust Me! I Beg!
Genre : Romantic,friendship
Length : Oneshoot
Main casts :
- Yang Yo Seob
- Yoon Won Ha
Other casts :
- Yoon Doo Joon as Won Ha's brother
- Song Hye Kyo as Won Ha's bestfriend
- Son Dong Woon as Yo Seob's bestfriend
- Yang Yoona as Yo Seob's sister and Doo Joon's girlfriend
Dan Lain-lain

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pagi itu seorang gadis terlihat buru-buru sekali mengayuh sepedanya. Dia mengayuh secepat yang dia bisa. Bagaimana dia tidak terburu-buru? Sedangkan gerbang sekolahnya kurang dari 10menit lagi akan di tutup,dan dia masih cukup jauh dari sekolahnya.

"Hosh hosh.. Ayo Won Ha kau pasti bisa shshsh" gumamnya pada dirinya sendiri. Ya,Yoon Won Ha murid kelas 3 Cube International Senior High School. Sekolah terfavorit di Kota Gangnam-gu. Siapa sih yang tidak bangga dapat bersekolah disana? Sekolah dengan fasilitas terlengkap,dengan anak-anak yang tidak sembarangan pula. Hanya anak yang IQnya lumayan tinggi yang dapat masuk ke sana.

Won Ha's POV

"Sial! 2menit lagi gerbang akan di tutup! Mati aku! Ah,Yoon Won Ha kau ini selalu saja terlambat" gerutuku sambil mengayuh sepedaku. Inilah kebiasaanku yang tak bisa kuhindari. Bangun telat. Yeah,bangun telat. Aku selalu melakukannya setiap hari. Apakah hari ini aku akan di suruh berdiri di lorong lagi seperti kemarin? Ah,aku tidak mau!

Sudah dekat! Dan! Yeah! Aku berhasil sampai di sekolah tanpa terlambat hari ini. Aku pun langsung memarkirkan sepedaku di tempat parkir sepeda yang sudah di sediakan bersama dengan sepeda-sepeda lainnya.
" I Hope Today Is My Lucky Day! Aamiin!" Do'aku dalam hati.

Aku adalah salah satu murid berprestasi di sekolah ini. Maka dari itu aku tidak ingin merusak reputasiku di sekolah. Aku bukan orang kaya seperti teman-temanku. Masuk ke sekolah ini saja karena beasiswa. Aku ingin menunjukkan pada yang lain bahwa meskipun tidak memiliki harta yang berlimpah,tetapi masih bisa menunjukkan prestasi.

End Of Won Ha's POV

---------------------------------

Author's POV

Sesampainya di kelas,Won Ha langsung duduk di kursi tetapnya bersama dengan sahabat terbaiknya semasa SMA sekarang ini,Song Hye Kyo. Won Ha duduk dengan wajah lesu dan wajahnya merah seperti tomat.

"Hey Won Ha-ah waeyo? Kenapa lagi? Hampir terlambat lagi?" tanya Hye Kyo yang sudah tahu kebiasaan sahabatnya.
"Ya! Lalu apa lagi?" jawab Won Ha.
"Aish Won Ha,kau ini selalu saja,cobalah untuk bangun pagi,pasanglah alarm di kamarmu" kata Hye Kyo.
"Percuma,kau kan sudah tahu jawabannya Hye Kyo-ah,kau ini sudah hampir 3tahun bersahabat denganku masih saja mengatakan itu" jawab Won Ha yang kemudian meneguk minuman yang ia bawa dari rumah.
"Hehe,mianhaeyo,oh iya sudah ada Choi songsaenim,apa kau sudah mengerjakan PR IPA mu Won?" tanya Hye Kyo.
"Bukan Yoon Won Ha namanya kalau belum mengerjakannya Song Hye Kyo!" jawab Won Ha dengan sedikit penekanan saat ia menyebut nama sahabatnya itu.
"Ne,ne,baiklah,aku ada beberapa soal yang belum,bolehkah aku melihat punyamu?" tanya Hye Kyo dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Kau ini selalu saja,baiklah,ini" kata Won Ha sambil menyodorkan buku IPAnya pada Hye Kyo.
"Gomawo Won Ha-ah kau memang sahabat terbaikku!" kata Hye Kyo yang kemudian sibuk menyalin jawaban dari buku Won Ha ke bukunya.

********

Bel istirahat pun berbunyi.

Semua siswa menghambur keluar dari ruangan yang setara dengan kamar bagi mereka. Tak terkecuali dua orang yeoja cantik ini,Yoon Won Ha dan Song Hye Kyo.

"Kau ingin ke kantin dulu atau ke perpustakaan dulu Hye Kyo-ah?" tanya Won Ha.
"Ke kantin dulu saja Won,aku lapar,tadi pagi aku tak sempat sarapan gara-gara appaku" jawab Hye Kyo sambil memegangi perutnya. Won Ha hanya mengangguk mendengar jawaban sahabatnya itu. Mereka pun berjalan ke kantin.

"Won Ha" panggil seseorang.
"Mwo? Mau apa lagi kau? Pergi!" bentak Won Ha.
"Aish Won Ha,come on,mengapa kau tak pernah memberiku kesempatan untuk menjelaskannya padamu?" tanya orang itu yang merupakan seorang namja.
"Aku tidak butuh penjelasan seorang Bad Boy dan player sepertimu! Minggir!" bentak Won Ha lagi pada namja itu.
"Ani,aku ingin kau mendengarkan penjelasanku dulu! Trust Me! I Beg!" kata namja itu bersikukuh.
"Baiklah,60detik untukmu kali ini Yang Yo Seob!" kata Won Ha kemudian.
"Mwo? 60detik? Itu takkan cukup" protes namja yang bernama Yo Seob itu.
"20,30" hitung Won Ha.
"Ne,ne jadi wanita yang waktu itu kau lihat bukanlah seperti apa yang ada dalam pikiranmu! Wanita itu adalah..." belum sempat Yo Seob melengkapi kalimatnya,Won Ha sudah memotongnya.
"60! Waktumu habis! Jadi menyingkirlah dari jalanku!" kata Won Ha kemudian mendorong Yo Seob ke arah kiri sehingga celah terbuka untuknya meneruskan jalan.

*******

"Hey Won Ha,kenapa kau tidak pernah memberikannya kesempatan untuk bicara?" tanya Hye Kyo disela-sela makannya itu.
"Mwo? Orang seperti dia di beri kesempatan? Untuk apa? Tak ada gunanya! Dia juga sudah menyakitiku! Bukankah kau tahu?" jawab Won Ha.
"Aku mengerti,tapi bisa saja kan yang waktu itu ia lakukan tidak seperti apa yang kau lihat?" tanya Hye Kyo lagi.
"Sudahlah! Kau jangan terus-terusan menyuruhku untuk mendengarkannya,melihat wajahnya saja aku muak" jawab Won Ha sambil memakan makanannya.
"Ne,arraseo" kata Hye Kyo.

Won Ha's POV

Berhentilah untuk mengejarku Yang Yo Seob! Hubungan kita sudah berakhir! Jangan harap aku akan jatuh ke lubang yang sama. Karena itu takkan pernah terjadi. Dulu,aku salah karena aku menerimamu sebagai kekasihku. Seharusnya aku tak melakukan itu! Aish Won Ha babo. Kenapa dulu kau terima namja macam dia? Bad boy,player,prestasi pun jarang. Apa yang membuatku dulu menerimanya? Ya,aku juga bingung. Aku menyukainya,oh tidak aku menyayanginya,atau jangan-jangan aku mencintainya? Persetan dengan cinta! Aku saja tak mengerti apa arti cinta,mana mungkin itulah perasaanku?

Aku masih ingat saat pertama kali kita bertemu satu setengah tahun yang lalu. Bertemu di depan gerbang sekolah karena...Ya,aku hampir terlambat.

** Flashback **

"Astaga,ternyata tak ada sepeda itu menyusahkan! Wahai sepedaku kenapa engkau harus rusak,eoh? Without you iam nothing my bike" kataku berbicara sendiri saat aku tengah berlari menuju gerbang sekolah. Karena aku terlalu terburu-buru,aku tak begitu memperhatikan sekelilingku,karena aku hanya memperhatikan ke arah depan.

BRUKK!

Aku terjatuh. Aku bertabrakan dengan seorang namja. Hei,dia tak terlihat seperti namja pada umumnya. Tubuhnya lebih kecil,dan lebih.. Pendek dari namja-namja lainnya. Ditambah lagi wajahnya yang jauh dari kata tampan. Bukannya jelek,tapi namja itu memang tidak tampan. Melainkan cute. Hei,tunggu dulu. Sebelum aku memujinya lagi,aku harus ingat. AKU HAMPIR TERLAMBAT!

Tanpa pikir panjang. Aku berlari dan meninggalkannya yang masih terduduk di tanah dan menatapku aneh. Masabodoh dengan pemikirannya. Intinya aku harus sampai ke kelasku!

** End Of Flashback **

"Won Ha-ah" kata seorang namja yang menyadarkanku dari lamunanku. Suara yang tak asing bagiku.
"Ne,ada apa Dong Woon-ah?" tanyaku tanpa menoleh sedikit pun ke arahnya.
"Aku ingin bicara padamu" kata Dong Woon yang sontak membuatku tersedak minuman.
"Ohok..ohok..bb--bb--bbiicara ssajaa! ohok..ohokk" kataku yang masih terbatuk karena ulahnya.
"Mian karena mengagetkanmu barusan,oh iya,aku hanya ingin kau mengetahui,tadi pagi Yo Seob ingin mengatakan bahwa yeoja yang waktu itu kau lihat sedang dirangkulnya itu bukanlah yeojachingunya yang lain selain dirimu saat itu" kata Dong Woon panjang lebar.
"Lalu? Apa peduliku?" jawabku sinis.
"Yak! Kau harus peduli Won Ha-ah,dia itu adalah Noona dari Yo Seob,dan juga kekasih dari oppamu,Yoon Doo Joon" kata Dong Woon dengan sedikit penekanan pada setiap suku katanya,yang sukses membuatku terbelalak mendengar perkataannya.
"Mwo? Apa kau serius?" tanyaku.
"Kalau kau tidak percaya,kau bisa tanyakan sendiri pada oppamu" kata Dong Woon yang kemudian berlalu meninggalkanku dan Hye Kyo yang masih terbengong tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Dong Woon.

End Of Won Ha's POV

---------------------------------

Yo Seob's POV

"Ottokhae? Ottokhae Dong Woonie?" tanyaku pada sahabat sejak kecilku ini,Dong Woon.
"Tunggulah sampai besok Yo Seob-ah aku yakin dia akan menanyakannya pada kakaknya itu dan kalian akan bisa bersama lagi seperti dulu" kata Dong Woon sambil menepuk-nepuk pundakku.
"Ne,arraseo,gomawo Dong Woon-ah,kau memang sahabat terbaikku" kataku sambil tersenyum pada sahabatku itu.
"Ne,cheonmaneyo" jawabnya sambil memainkan handphonenya.

Tunggulah aku sebentar lagi Yoon Won Ha! Aku yakin kita akan bersama lagi! Dan,aku bukan seorang player seperti apa yang telah kau cap-kan padaku.

End Of Yo Seob's POV

-----------------------------------

Sepulang sekolah,dan sesampainya di rumah. Won Ha langsung bertanya pada oppanya,Yoon Doo Joon tentang apa yang dikatakan Dong Woon tadi. Jika memang benar,dia akan merasa sangat bersalah pada Yo Seob karena selama ini dia sudah salah paham padanya.

"Oppa" panggil Won Ha.
"Ne? Wae geurae?" tanya Doo Joon pada yeodongsaengnya itu.
"Apa benar Yang Yoona adalah yeojachingumu?" tanya Won Ha tanpa basa-basi.
"Ne,waeyo?" kata Doo Joon balik bertanya.
"Ani,aku bersalah pada adiknya" jawab Won Ha.
"Kalau begitu minta maaflah padanya" kata Doo Joon sambil tersenyum.
"Ne,oppa... Apa kau tahu alamat rumahnya?" tanya Won Ha lagi.
"Tentu,sebentar oppa kirimkan lewat sms". "Nah,sudah" kata Doo Joon.
"Kamsahamnida oppa" kata Won Ha kemudian berlari menuju sepeda kesayangannya.

Dia pun langsung mengayuh sepedanya ke alamat yang di berikan oleh oppanya tadi.

Sesampainya di depan rumah Yo Seob,dia berhenti dan memandangi sejenak rumah namjachingunya,oh tidak lebih tepatnya mantan namjachingunya. Dia pun memencet bel rumah itu. Tak lama kemudian keluarlah seorang yeoja,cantik sekali.

"Inilah yeoja yang waktu itu kulihat sedang merangkul Yo Seob,ah ternyata benar dia adalah kakak dari Yo Seob,astaga Won Ha,jeongmal baboya!" omelnya dalam hati.

"Ne,nuguya?" tanya Yoona pada Won Ha.
"Emm,Yo Seob ada eonni? Aku temannya Yo Seob" jawab Won Ha malu-malu.
"Oh,ada,tunggu sebentar ya,ayo masuk dulu" ajak Yoona.
"Ani,di sini saja tidak apa-apa eonni" kata Won Ha. Yoona hanya tersenyum sebagai jawaban.

Tak lama kemudian,sosok yang di tunggu Won Ha pun keluar menghampirinya. Tanpa basa-basi Won Ha langsung menghambur ke arah Yo Seob dan memeluk namja imut itu.

"Yang Yo Seob mianhaeyo,jeongmal mianhaeyo,jega babo yeosseoyo" kata Won Ha pada Yo Seob.
"Ani,aku yang harusnya minta maaf padamu Won Ha,aku memang salah karena tidak langsung memberitahumu waktu itu,jadi,apa kau masih menyayangiku?" tanya Yo Seob pada yeoja yang sekarang berada di dekapannya ini.
"Ne,nan ajigdo neo eul sarang" jawab Won Ha sambil sedikit terisak.
"Won Ha,tatap aku" pinta Yo Seob.

Won Ha hanya menuruti perkataan namja yang masih disayanginya ini.

"Yoon Won Ha,dasi nae yeojachinguya dwae jullae?" tanya Yo Seob sambil berlutut di hadapan Won Ha.
"Ne,aku mau! Aku mau Yang Yo Seob" kata Won Ha.

Yo Seob pun berdiri dan memeluk yeoja yang kini resmi menjadi kekasihnya lagi itu.
Dalam hati mereka masing-masing,mereka berjanji bahwa mereka tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti apa yang telah mereka lakukan di masa lalu.


---------------------------------------- Fin -----------------------------------------------------------

From Friend Become Boyfriend Part X




Author : Intan Nurmala ( @IntaanNM )
Tittle : From friend become boyfriend
Genre : Romance,angst,sad romance,humor,ngawur (so pasti)
Main cast :
You as Sung ha won
Yong Junhyung as Junhyung
Lee Seung Hyun as Seungri
Other cast :
Kwon Ji Yong as GDragon
Jang Hyun Seung as Hyunseung
Sung Daesung as Daesung
Lee Gikwang as Gikwang
Kim Hyun Ah as Hyuna


Summary : Cinta memang tak bisa di paksakan. Memaksakan cinta untuk mencintai orang yang sebelumnya tidak kita cintai? Akan sangat sulit. Semakin kau berusaha melupakannya. Semakin sulit pula kau melupakannya.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Prev Chapter :


"Kami tahu betul sifatmu itu Seungie,kau ingin meminta apa?" kata GDragon kemudian.
"Ini,pesanan anda tuan-tuan" kata pelayan cafe mengantarkan pesanan Hyunseung yang ia pesan untuk mereka semua.
"Oh,ne,kamsahamnida" kata Hyunseung. Pelayan itu pun pergi meninggalkan mereka lagi.
"Well,kalian memang yang terbaik hahaha,aku ingin kalian melakukan sesuatu untukku" lanjut Hyunseung.
"Sesuatu apa?" tanya Seungri.
"Yaitu..." kata Hyunseung.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Yaitu apa? Sudahlah jangan membuang-buang waktu lagi Jang Hyunseung!" bentak GDragon.
"Kalian kan sudah berpengalaman berpacaran,tolong bantu aku mendekati wanita GDragon hyung,Seungri! Ayo bantu aku" jawab Hyunseung.
"Ternyata kau naksir dengan wanita juga ya hyung? Kufikir kau naksir pada namja hahaha" kata Seungri sambil tertawa.
"Ne,ne kami akan membantumu,siapa nama wanita itu?" tanya GDragon.
"Hyuna,Kim Hyuna. Adik kelas kalian semasa SMA dulu,apa kalian mengenalnya?" tanya Hyunseung. Seungri,GDragon dan Daesung hanya saling berpandangan satu sama lain.
"Mwo? Hyuna?" tanya Daesung,Seungri dan GDragon bersamaan.
"Ne,Hyuna,apa kalian mengenalnya?" tanya Hyunseung lagi.
"Jelas kami mengenalnya! Dengan sangat jelas bahkan,dia teman kami semasa SMA dulu" jawab Daesung.
"Ah,benarkah? Tuhan,aku meminta tolong pada orang yang tepat rupanya haha" kata Hyunseung.
"Tapi,asal kau tau Seungie hyung,Hyuna sudah memiliki namjachingu" kata Seungri sambil menyeruput minuman yang tadi dipesannya.
"Ah,benarkah? Siapa namja beruntung itu? Aku adalah teman Hyuna sejak kecil,dan sejak kecil pula aku menyukainya,dia benar-benar gadis yang cantik,seperti apa tampangnya sekarang ya?" tanya Hyunseung.
"Dia memang cantik,dan kau perlu tau hyung,Hyuna adalah sahabat dekat yeojachinguku" kata Seungri.
"Mwo? Jinjja? Aish,mempermudah jalanku kalau begini" kata Hyunseung sambil menggosok-gosok tangannya yang sebenarnya tidak kedinginan.

Tak lama kemudian,handphone Hyunseung berdering. Tanda ada panggilan masuk.

Yeah,
This song is just for you
Haha
Rock me
Yeiye ye yee yeiye yee

"Yoboseyo" kata Hyunseung.
"Ah,yoboseyo hyung" kata seseorang di seberang telepon.
"Ada apa?" tanya Hyunseung.
"Hari ini hari liburan musim panas,bisakah kau menjemputku di sekolah?" kata suara di seberang telepon.
"Ah,bisa,sekaligus aku ingin bertemu Hyuna" jawab Hyunseung.
"Ah kau ini,dari dulu masih saja Hyuna yang dipikirkan,oh iya dia tidak tahu bahwa aku adikmu hyung,ngomong-ngomong aku bersahabat baik dengannya,ah sudahlah nanti akan kuceritakan padamu" kata suara di seberang telepon itu kemudian.
"Ne,ne arraseo,bersiaplah aku akan menjemputmu sekarang" kata Hyunseung.
"Ne,hyung"

Klik.

Telepon ditutup.

"Siapa itu Seungie hyung?" tanya Seungri.
"Namdongsaengku,hari ini hari liburan pertama musim panas SMAnya katanya,oh iya ngomong-ngomong yeojachingumu itu satu sekolah dengan adikku,jadi hari ini juga hari pertamanya liburan musim panas" jawab Hyunseung.
"Ah,ne! Aku baru ingat Ri,Wonnie bilang hari ini dia akan pulang kerumah,bagaimana kalau kita jemput?" tanya Daesung.
"Sudah hyung,biar aku yang menjemputnya,kau pulang saja,bagaimana?" kata Seungri sambil mengedipkan sebelah matanya. GDragon yang melihat tingkah dongsaeng-dongsaengnya itu hanya tersenyum geli.
"Baiklah,ayo GDragon hyung,kita pulang" ajak Daesung.
"Ah,ne,kami duluan ya Seungri,Hyunseung,bye" kata GDragon.
"Ya,kami duluan ya Seungri-ah,Hyunseung-ssi" kata Daesung kemudian.
"Kajja Hyunseung hyung,kita jemput mereka" kata Seungri. Hyunseung hanya mengangguk dan berjalan mengikuti Seungri kearah parkiran.

***** Di Sekolah *****

Junhyung's POV

Aish,dimana Hyunseung hyung? Lama sekali dia. Sudah setengah jam aku berdiri disini. Tak lama kemudian seseorang berdiri disampingku. Kuberanikan diri untuk menoleh,ternyata gadis itu adalah Ha Won.

"Wonnie chagi,kau sedang menunggu siapa?" tanyaku.
"Aku? Menunggu Daesung hyung,tadi pagi dia bilang kalau dia akan menjemputku,kau sendiri menunggu siapa?" dia balik bertanya.
"Oh,aku menunggu hyungku,lalu dimana Gikwang dan Hyuna?"
"Mereka.. emm mereka nanti menyusul,nah itu mereka datang"
"Hoi Gikwang-ah,kau mau pulang bersamaku? Hyungku akan datang menjemput" kataku pada Gikwang.
"Ah,boleh,appaku bilang dia tidak bisa menjemputku" jawab Gikwang.
"Hyuna,kau pulang dengan siapa?" tanya Ha Won pada Hyuna.
"Aku? Ah,aku tidak tau Wonnie,sepertinya aku akan pulang naik taksi" jawab Hyuna.
"Aku tidak tahu apakah Daesung hyung akan membawa mobil atau motor,seandainya dia membawa mobilnya,kau ikut saja denganku,ottokhae?" tanya Ha Won.
"Ah,gomawo Wonnie" jawab Hyuna.

Tak lama kemudian sebuah mobil mercy berwarna putih berhenti dihadapan kami. Aku sudah tidak kaget,karena aku tahu,pemilik mobil itu adalah hyungku,Hyunseung. Dia pun keluar dari mobilnya.

"Ah,mianhae Junhyung-ah,aku agak lama karena tadi aku harus mengisi bahan bakar mobilku dulu" kata Hyunseung padaku.
"Ah,ne hyung gwaenchana" jawabku seraya memasukkan barang-barangku ke bagasi mobilnya.
"Hyunseung? Jang Hyunseung?" tanya Hyuna.
"Ah,ne,Hyuna ya?" kata Hyunseung hyung yang sok pura-pura tidak begitu mengingatnya padahal dalam hatinya adalahh..... Tidak perlu kujelaskan.
"Ah,long time no see Hyunseung hyung" kata Hyuna sambil tersenyum pada hyungku. Tanpa pikir panjang hyungku langsung menghambur ke arah Hyuna dan memeluknya.
"Jeongmal bogoshippoyo Kim Hyuna" kata hyungku.
"HEI KAU! JANGAN SEENAKNYA MEMELUK YEOJACHINGUKU HYUNSEUNG HYUNG!" kurasakan Gikwang marah sekarang,aish.
"Dia? Yeojachingumu? Aish,mianhaeyo Gikwang-ah aku tidak tahu" kata hyungku.
"Sudahlah hyung,lepaskan dia sekarang" kata Gikwang.

Tak lama kemudian,mobil mercedes benz berhenti di belakang mobil Hyunseung hyung,siapa dia?

End Of Junhyung's POV

--------

Author's POV

Mobil Seungri berhenti di belakang mobil Hyunseung,yang kemudian dia langsung turun dan berjalan ke arah Ha Won.

"Annyeong chagi" kata Seungri sambil memeluk Ha Won. Sedangkan Ha Won hanya diam.
"A-annyeong Seungri oppa,kenapa bukan Daesung oppa yang menjemputku?" tanya Ha Won.
"Aku memintanya untuk biar aku saja yang menjemputmu,lagipula sudah lama kan kita tidak bertemu?" kata Seungri sambil mencubit pipi Ha Won.
"Oh,begitu. Oppa,bolehkah Hyuna ikut dengan kita? Ummanya tidak bisa menjemputnya,kasihan dia,ottokhae?" tanya Ha Won.
"Oh,ne. Ayo Hyuna,ayo chagi bawa barang kalian" kata Seungri sambil menarik lengan Ha Won.

"Hyung,Gikwang ikut dengan kita ya,jika hyung tidak mau maka akan kuadukan pada umma" kata Junhyung,
"Tentu aku mau Junhyung-ah,Gikwang kan tetangga kita" jawab Hyunseung.

Mereka pun pulang kerumah masing-masing untuk menikmati liburan musim panas mereka. Liburan selama 2minggu ini akan terasa membosankan karena mereka akan jarang bertemu. Terutama bagi Junhyung dan Ha Won. Karena mereka tidak memiliki alasan kuat untuk bertemu,apalagi status mereka hanya sebatas sahabat. Tidak lebih.


------------------------------- To Be Continued -------------------------------------------------------------

From Friend Become Boyfriend Part IX




Author : Intan Nurmala ( @IntaanNM )
Tittle : From friend become boyfriend
Genre : Romance,angst,sad romance,humor,ngawur (so pasti)
Main cast :
You as Sung ha won
Yong Junhyung as Junhyung
Lee Seung Hyun as Seungri
Other cast :
Kwon Ji Yong as GDragon
Jang Hyun Seung as Hyunseung
Sung Daesung as Daesung
Lee Gikwang as Gikwang
Kim Hyun Ah as Hyuna


Summary : Cinta memang tak bisa di paksakan. Memaksakan cinta untuk mencintai orang yang sebelumnya tidak kita cintai? Akan sangat sulit. Semakin kau berusaha melupakannya. Semakin sulit pula kau melupakannya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Prev Chapter :

Junhyung's POV

Apa aku tidak salah dengar tadi? Dia menyukaiku selama setahun? Yang artinya hingga sekarang ia masih menyukaiku,begitu? Astaga Sung Ha Won,bagaimana bisa kau masih menyukaiku sedangkan kau sudah memiliki namjachingu? Lalu apa artinya Seungri hyung untukmu,eoh? Astaga Wonnie mengapa? Mengapa kau harus menyukaiku?

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Esok adalah hari pertama liburan musim panas,semua murid pun dipersilahkan pulang kerumah mereka masing-masing. Begitu juga dengan keempat orang sahabat ini. Hyuna,Gikwang,Junhyung,dan juga Ha Won.

"Hey,besok benar-benar liburan musim panas?" tanya Hyuna.
"Ne" jawab Junhyung,Gikwang,dan Ha Won bersamaan dengan lesu.
"Kalian kenapa? Tak rela jika kita harus berpisah lagi? Ayolah kawan-kawan kita sudah pernah melewati ini tahun lalu,kan?" kata Hyuna menyemangati.
"Tapi kali ini berbeda chagi! Tahun lalu kau belum menjadi milikku,sekarang sudah! Itu artinya kita akan jarang bertemu selama 3 minggu,apa kau suka,eoh?" kata Gikwang.
"Ani chagi,bukan itu maksudku,meskipun libur tapi kita masih tetap bisa bertemu setiap hari,kan? Kita bisa mengisi liburan kita dengan pergi jalan-jalan misalnya" kata Hyuna sambil mengusap-usap tangan namjachingunya yang sedari tadi memegangi tangannya itu.

Tapi,Junhyung dan Ha Won tidak mengucapkan satu patah kata pun dari tadi. Mereka hanya berpandangan sedari tadi. Tatapan mereka berdua seolah-olah berarti 'kita akan jarang bertemu'. Namun sedetik kemudian,Gikwang mengacaukan aksi saling pandang itu dengan menepuk bahu Junhyung. Junhyung pun tersadar dan segera mengalihkan pandangan,begitu juga dengan Ha Won.

"Hey,men mau kemana kau selama liburan ini?" tanya Gikwang pada sahabat karibnya itu.
"Ani,sepertinya aku tidak akan kemana-mana" jawab Junhyung santai.
"Tumben sekali" gumam Gikwang sambil berjalan keluar dari kelas itu untuk menyusul Hyuna yang sudah lebih dulu keluar kelas.
"Wonnie" panggil Junhyung pada Ha Won.
"Ne?" jawab Ha Won tanpa menoleh sedikit pun ke arah Junhyung.
"Gwaenchana?"
"Ne,gwaenchana"
"Tapi aku tidak melihat bahwa kau baik-baik saja Wonnie" lirih Junhyung.
"Aku baik-baik saja Jun,trust me,it works"
"Itu kata-kata iklan L-Men Wonnie" kata Junhyung yang kemudian mencubit pipi Ha Won hingga sang empunya pipi menoleh ke arahnya sambil tertawa pelan.
"Jun,aku ingin bercerita sedikit padamu"
"Ceritakan saja Wonnie"
"Sebenarnya aku tidak menyayangi Seungri hyung" lirih Ha Won.
"Aish,jinjja? Waeyo?"
"Ne,jinjja. Aku tidak tahu Jun" kata Ha Won yang kini wajahnya sudah tidak menghadap Junhyung lagi.
"Wonnie,kau tidak bisa menyiksa dirimu sendiri kalau begitu,kau juga tidak bisa menyakiti Seungri hyung begitu" jawab Junhyung sambil merangkul Ha Won.
"Lalu aku harus bagaimana? Memutuskannya? Aku tidak tega menyakitinya Junnie" kata Ha Won yang kini terisak sambil membenamkan wajahnya di bahu Junhyung.
"Kalau itu yang terbaik,why not? Kau mungkin menyakitinya sekali,iya kan? Tapi dibandingkan dengan dilanjutkannya hubunganmu nantinya,kau akan tersiksa dan menyakitinya juga"
"Kau tahu darimana? Ah kau memang sudah berpengalamansih,dasar player"
"Ehh,aku sudah bukan player lagi" . "Ups" kata Junhyung sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangan.
"Junnie,ternyata gossip itu benar,kau seorang player?" tanya Ha Won yang kini duduk seperti posisinya semula.
"Eh,itu,eh,emm,eh,emm,hehe,iya,dulu kok,sekarang sudah bukan" jawab Junhyung sambil cengengesan.
"Ah,dasar kau seorang player"
"Tapi sekarang sudah tidak kok,sungguh"
"Aku tidak akan percaya pada player sepertimu" kata Ha Won sambil melipat tangannya di dada.
"Aish,kau ini"

******** Di tempat lain *******

"Mianhaeyo,apa kalian sudah menunggu lama?" tanya Seungri.
"Tidak,dudunglah Seungri-ah" kata Jiyong a.k.a GDragon.
"Annyeong Seungri-ah sudah lama tidak berjumpa,ne? Kau masih sama,masih atletis seperti dulu hahaha" kata Hyunseung.
"Aish Hyunseung-ah sudahlah,oh iya kenalkan ini temanku,Daesung,nah Dae hyung,kenalkan ini teman lamaku,Hyunseung" kata Seungri kemudian.
"Naneun Daesung imnida,bangapseumnida" kata Daesung sambil membungkuk di hadapan Hyunseung. Hyunseung pun berdiri sebentar.
"Naneun Hyunseung,Jang Hyunseung imnida,nado bangapseumnida" jawab Hyunseung sambil melakukan hal yang sama yang tadi dilakukan Daesung,membungkuk tanda perkenalan.
"Baiklah,duduklah kalian berdua" kata GDragon.
"Ne,hyung" jawab Hyunseung dan Daesung serempak.
"To the point lah Seungie,apa yang membuatmu mengundang kami kesini?" kata Seungri membuka pembicaraan.
"Ani,hanya ingin bernostalgia bersama teman-teman lamaku saja" jawab Hyunseung.
"Kami tahu betul sifatmu itu Seungie,kau ingin meminta apa?" kata GDragon kemudian.
"Ini,pesanan anda tuan-tuan" kata pelayan cafe mengantarkan pesanan Hyunseung yang ia pesan untuk mereka semua.
"Oh,ne,kamsahamnida" kata Hyunseung. Pelayan itu pun pergi meninggalkan mereka lagi.
"Well,kalian memang yang terbaik hahaha,aku ingin kalian melakukan sesuatu untukku" lanjut Hyunseung.
"Sesuatu apa?" tanya Seungri.
"Yaitu..." kata Hyunseung.

------------------- To Be Continued --------------------------------------------------------

From Friend Become Boy Friend Part VIII




Author : Intan Nurmala ( @IntaanNM )
Tittle : From friend become boyfriend
Genre : Romance,angst,sad romance,humor,ngawur (so pasti)
Main cast :
You as Sung ha won
Yong Junhyung as Junhyung
Lee Seung Hyun as Seungri
Other cast :
Kwon Ji Yong as GDragon
Jang Hyun Seung as Hyunseung
Sung Daesung as Daesung
Lee Gikwang as Gikwang
Kim Hyun Ah as Hyuna



Summary : Cinta memang tak bisa di paksakan. Memaksakan cinta untuk mencintai orang yang sebelumnya tidak kita cintai? Akan sangat sulit. Semakin kau berusaha melupakannya. Semakin sulit pula kau melupakannya.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Prev Chapter :

Junhyung yang mendengar itu hanya mengeluarkan smirk-nya. Sesekali ia melirik Ha Won yang sedang asik berkutat dengan handphone nya itu. "Wonnie,asal kau tahu,perasaan ini masih untukmu" batin Junhyung.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Wonnie" panggil Junhyung.
"Ne?" jawab Ha Won.
"Apa kau sayang pada namjachingumu itu?" tanya Junhyung hati-hati.

DEG!

Mendengar pertanyaan itu,Ha Won tersentak. Jelas saja jawabannya "tidak" karena Ha Won hanya menyayangi Junhyung hingga saat ini.

"Eh? Ahm..Uhm..Ehmm.." Ha Won hanya mampu bergumam.
"Jawab aku Wonnie"
"Baiklah,tentu aku menyayanginya,meskipun.." perkataan Ha Won terhenti oleh nada dering handphonenya. Seungri sudah membalas smsnya rupanya.

From : Seungri Oppa : )
Ne,tidak apa-apa,tapi kau baik-baik saja kan?

To : Seungri Oppa : )
Iya hyung,aku baik-baik saja. Baiklah aku istirahat dulu kalau begitu. Ne?

From : Seungri Oppa : )
Ne,good night chagi : *

To : Seungri Hyung : )
Ne,good night too : *

Ha Won's POV

Jujur saja,selama berpacaran dengan Seungri oppa. Aku tidak pernah sekali pun memanggilnya dengan panggilan "chagi". Karena aku memang tidak menyayanginya. Ah Yong Junhyung! Seandainya saja kau tahu bahwa aku masih sangat-sangat menyayangimu. Aku fikir dengan menjalin hubungan dengan Seungri oppa aku akan bisa melupakanmu. Ternyata aku salah. Semakin aku berusaha melupakanmu. Maka semakin sayang pula aku padamu.

Yong Junhyung,tak bisakah kau memberikanku satu kesempatan saja,eoh? Aku bisa membuktikan bahwa aku benar-benar menyayangimu. Ah,kau hampir saja membuatku gila karena semua ini Yong Junhyung!

End Of Ha Won's POV

-----------------------------------

Author's POV

"Wonnie" panggil Junhyung lagi.
"Ne? Waeyo?" jawab Ha Won.
"Aku tahu kau bisa bernyanyi kan?"
"Mwo? Anio,suaraku jelek"
"Gotjimal! Suaranya sangat merdu" timpal Hyuna.
"Memang kau pernah mendengarnya bernyanyi chagi?" tanya Gikwang.
"Tentu saja babo! Aku kan satu kamar dengannya,aish" jawab Hyuna kesal.
"Oh iya hehe" kata Gikwang sambil nyengir kuda. "Kalau begitu kalian berduet saja" kata Gikwang.
"Mwo? Berduet?" tanya Hyuna.
"Ne,suara kalian sama-sama bagus kan?"
"Aish,ani,suaraku tidak semerdu Wonnie"
"Baiklah nanti ketika pentas seni kita bernyanyi bersama saja,ottokhae?"
"Eh? Nice Idea Gikwang-ah! Tumben sekali kau pintar" kata Junhyung sambil menepuk-nepuk bahu Gikwang pelan.
"Eh,sial sekali kau Junhyung-ah"
"Hahaha bercanda Gikwang-ah,kalian bertiga bernyanyi aku menge-rapp,ottokhae?" kata Junhyung.
"Kau bisa me-rapp Junnie?" tanya Ha Won tak percaya.
"Kau tidak tahu Wonnie? Junhyung adalah rapper handal!" jawab Gikwang.
"Tidak usah melebih-lebihkan begitu Kwangie,aku hanya sekedar bisa me-rapp saja kok Wonnie" jawab Junhyung datar.
"Ah,kalau begitu perpaduan kita nanti akan sangat-sangat keren" kata Hyuna excited.
"Ngomong-ngomong sekarang sudah hampir jam 11pm" kata Gikwang yang baru saja melirik jam di handphone nya.
"Aish,iya! Kajja kembali ke kamar sebelum di periksa oleh petugas!" kata Ha Won sambil menarik Hyuna. Yang ditarik hanya bisa menatapnya bingung.
"Ayo Junnie,Kwangie tunggu apalagi? Kajja!" teriak Ha Won yang masih berlari menarik Hyuna.

Mereka pun kembali ke asrama mereka masing-masing. Beruntungnya mereka,karena ketika mereka sampai petugas keamanan yang bertugas memeriksa kamar tiap murid belum sampai ke kamar mereka. Pada akhirnya mereka pun terlelap dan hanyut dalam mimpi masing-masing.

**** Keesokan harinya ****

"Annyeong Wonnie chagi" kata Junhyung sambil merangkul Ha Won.
"Annyeong Junnie" kata Ha Won kemudian tersenyum pada Junhyung.
"Annyeong chagi" kata Gikwang yang berbicara dengan mulut penuh roti sarapannya sehingga bicaranya tidak begitu jelas.
"Chagi,sudah berapa kali aku bilang padamu? Kalau sedang makan tidak boleh berbicara" jawab Hyuna sinis.
"Mianhaeyo chagi" kata Gikwang yang sudah berhasil menelan rotinya itu dan memasang tampang aegyo-nya.
"Tidak usah memasang tampang seperti itu,sudah berapa kali aku bilang aku tidak mempan dengan aegyo-mu itu?" kata Hyuna kemudian.
"Aish chagi,kau ini" kata Gikwang lalu mengacak-acak rambut yeojachingunya itu.

"Mereka itu,selalu saja bertengkar aish" gumam Ha Won sambil geleng-geleng kepala. Junhyung yang mendengar perkataan yeoja disampingnya ini hanya bisa tertawa kecil.
"Aish,mengapa tertawa Junnie?" tanya Ha Won pada Junhyung.
"Habisnya kau ini lucu sekali Wonnie" kata Junhyung sambil mencubit pipi chubby milik Ha Won itu.
"Lucu apanya?" kata Ha Won sambil mempoutkan bibirnya.
"Sudah kubilang jangan mempoutkan bibirmu seperti itu kalau tidak ingin kucium" kata Junhyung sambil tertawa.
"Apa yang lucu sih?" tanya Ha Won yang kini menggembungkan kedua pipi chubbynya itu.
"Yah! Sung Ha Won! Sudah kubilang jangan bertindak yang lucu-lucu jika tidak ingin kucium!" kata Junhyung yang sedang berusaha menahan tawanya.
"Tuhan,kenapa makhluk ini harus disampingku?" gerutu Ha Won.
"Aish,jadi kau tidak ingin aku disini,eoh?" tanya Junhyung yang menghentikan tawanya.
"Makanya Junnie kau jangan tertawa terus melihat wajahku ish"
"Hehe,mian,mian,habisnya kau benar-benar lucu"
"Lucu apanya?" kata Ha Won sambil mempoutkan bibirnya,dan chu~ Junhyung mengecup pipi yeoja disampingnya ini,yang tak lain dan tak bukan adalah Ha Won.
"YAH! YONG JUN HYUNG! BERANINYA KAU!" kata Ha Won pada Junhyung,sedangkan yang diomeli hanya tertawa.
"Kan sudah kubilang jangan mempoutkan bibirmu jika tidak ingin kucium,salahmu sendiri" jawab Junhyung santai.
"Aish kau ini benar-benar ya! Bagaimana bisa selama setahun ini aku menyukai orang sepertimu" kata Ha Won yang kemudian menutup mulutnya. "Astaga! Aku keceplosan!" batin Ha Won.
"Hah? Apa? Kau berkata apa tadi?" tanya Junhyung.
"Ani,aku tidak berkata apa-apa"
"Gotjimal!"
"Wee" kata Ha Won sambil menjulurkan lidahnya.

Junhyung's POV

Apa aku tidak salah dengar tadi? Dia menyukaiku selama setahun? Yang artinya hingga sekarang ia masih menyukaiku,begitu? Astaga Sung Ha Won,bagaimana bisa kau masih menyukaiku sedangkan kau sudah memiliki namjachingu? Lalu apa artinya Seungri hyung untukmu,eoh? Astaga Wonnie mengapa? Mengapa kau harus menyukaiku?

*************** To Be Continued ****************************************

From Friend Become Boyfriend Part VII




Author : Intan Nurmala ( @IntaanNM )
Tittle : From friend become boyfriend
Genre : Romance,angst,sad romance,humor,ngawur (so pasti)
Main cast :
You as Sung ha won
Yong Junhyung as Junhyung
Lee Seung Hyun as Seungri
Other cast :
Kwon Ji Yong as GDragon
Jang Hyun Seung as Hyunseung
Sung Daesung as Daesung
Lee Gikwang as Gikwang
Kim Hyun Ah as Hyuna


Summary : Cinta memang tak bisa di paksakan. Memaksakan cinta untuk mencintai orang yang sebelumnya tidak kita cintai? Akan sangat sulit. Semakin kau berusaha melupakannya. Semakin sulit pula kau melupakannya.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Prev Chapter :

Ha Won yang dipeluk Junhyung hanya dapat memandangnya kaget. Membalas pelukannya pun Ha Won tak mampu. Harapannya sama seperti Junhyung. Tuhan,tolong hentikan waktu,dia tidak ingin ini berakhir. Ha Won masih bingung,apa alasan Junhyung memperlakukannya berbeda dengan yang lain. Jika perlakuannya hanya sebatas sahabat,mengapa dia tidak pernah memperlakukan Hyuna seperti dia memperlakukan dirinya?

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Seungri's POV

Ah,tak terasa sudah setahun berlalu ya. Kini aku pun sudah lulus dari Seoul International High School. Kini aku juga jadi jarang bertemu dengan yeojachinguku,Ha Won. Yaa,Ha Won adalah yeojachinguku sejak 3 bulan yang lalu. Ah,betapa senangnya aku bisa menjadi namjachingunya. Penantianku selama ini tidak sia-sia kan?

Daesung hyung memang benar,tidak mudah untuk menaklukan hatinya. Tapi lihat sekarang,berkat kegigihanku aku bisa mendapatkannya.

Yeogi butteora
Modu moyyeora
We Gon' party like lililalala

Ada sms masuk? Siapa? Jam segini kan Ha Won belum keluar kelas.

From : Manusia 4D
Annyeonghasseo sahabat lama! Apa kabarmu eoh? Sudah lama sejak lulus smp kita tidak bertemu. Hey kita sudah lulus sma bukan? Ayolah reuni dengan GDragon hyung! Aku merindukan kalian sahabat-sahabatku!

Cih,Hyunseung. Teman lamaku ketika SMP dulu. Memang aku merindukan masa-masa bersahabat dengannya. Sungguh-sungguh menyenangkan! Diantara kami-Seungri,GDragon,Hyunseung-dialah yang paling mudah dibodohi. Aku jadi ingat kejadian kaleng sarden dulu hahaha.

** flashback **

"Seungie,kau tahu tidak?" kata Jiyong a.k.a GDragon hyung.
"Tahu apa hyung" jawab Hyunseung polos.
"Jika kita meletakkan kaleng sarden ini dibawah sinar matahari maka kalengnya akan menjadi transparan" kata Jiyong hyung yang mengatakannya sambil menahan tawa.
"Jinjja hyung? Aish aku ingin mencobanya" kata Hyunseung excited.
"Jinjja Seungie,ini" kata Jiyong hyung sambil menyodorkan kaleng sarden itu pada Hyunseung.

Dia pun menaruh kaleng sarden itu dibawah sinar matahari. Dia setia menunggu kaleng itu hingga menjadi transparan. Mulai dari posisi berjongkok. Menungging. Tengkurap. Berjinjit. Jungkir balik. Dia masih setia. Padahal anak TK pun tahu tidak akan terjadi apa-apa.

** flashback end **

Ah,mengingatnya saja aku ingin tertawa. Benar juga aku merindukan masa-masa bersahabat dengannya.

To : Manusia 4D
Well,aku juga merindukan masa-masa itu. Lalu kau ingin kita bertemu dimana? Biar aku yang mengabar GDragon hyung.

From : Manusia 4D
Di restauran xxxx saja,bagaimana?

To : Manusia 4D
Atur saja waktunya,kapanpun aku bisa.

From : Manusia 4D
B-E-S-O-K pukul 4sore.

To : Manusia 4D
Baiklah.

Aku pun mengiyakan ajakan manusia empat dimensi itu. Hey,sekarang sudah waktunya Wonnie pulang kan? Aku harus menunggu smsnyaaa.

1jam...
Dia masih belum mengirimiku sms.

2jam...
Inbox handphoneku masih berisi sms-sms dari Hyunseung

2 setengah jam...
Aku muak,baiklah aku akan mengiriminya sms terlebih dahulu.

To : Wonnie Chagi : *
Chagi,kenapa tidak mengirimiku sms,eoh?

1menit...
Smsku belum dibalas olehnya

5menit...
Masih tak ada balasan

1jam kemudian...
Aish,Wonnie kau kemana? Ini sudah jam 9malam,tapi kau belum mengabariku. Ada apa? Apa yang terjadi padamu? Ah,lebih baik aku menelfonnya.

The number you calling is switch off please try again later

Terang saja,ternyata nomornya tidak aktif. Kemana dia?

End Of Seungri's POV

xxxx Di Tempat Lain xxxx

"YA! LEE GIKWANG! BERHENTI MENGGODAKU!" teriak Hyuna pada namjachingunya itu.
"Hahaha wajahmu sangat lucu ketika marah seperti itu" kata Gikwang sambil tertawa.
"Sudah hey! Ini sudah malam kalian masih saja berisik" kata Junhyung datar.
"Yah kau ini mengganggu kesenangan ku saja Jun" jawab Gikwang sinis.
"Sudah kalian ini bertengkar terus,Lee Gikwang,Yong Junhyung!" kata Ha Won.
"Mianhaeyo,ch-ch-Wonnie" jawab Junhyung.
"Sudahlah Jun,sudah berapa kali aku bilang? Kalau kamu mau memanggilku chagi seperti biasa it's no problem" jawab Ha Won santai.
"Aku tidak enak pada Seungri hyung Wonnie" kata Junhyung kemudian.
"Astaga! Seungri! Aku lupa mengiriminya sms hari ini!" kata Ha Won sambil menepuk keningnya.
"Aduh,apa dia akan marah padaku?" batin Ha Won.

Junhyung yang mendengar itu hanya mengeluarkan smirk-nya. Sesekali ia melirik Ha Won yang sedang asik berkutat dengan handphone nya itu. "Wonnie,asal kau tahu,perasaan ini masih untukmu" batin Junhyung.

------------------------------------------------- To Be Continued ---------------------------------------------

From Friend Become Boy Friend Part VI




Author : Intan Nurmala ( @IntaanNM )
Tittle : From friend become boyfriend
Genre : Romance,angst,sad romance,humor,ngawur (so pasti)
Main cast :
You as Sung ha won
Yong Junhyung as Junhyung
Lee Seung Hyun as Seungri
Other cast :
Kwon Ji Yong as GDragon
Jang Hyun Seung as Hyunseung
Sung Daesung as Daesung
Lee Gikwang as Gikwang
Kim Hyun Ah as Hyuna


Summary : Cinta memang tak bisa di paksakan. Memaksakan cinta untuk mencintai orang yang sebelumnya tidak kita cintai? Akan sangat sulit. Semakin kau berusaha melupakannya. Semakin sulit pula kau melupakannya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Prev Chapter :

Apa maksud mereka? Kenapa Junhyung hanya berniat memberitahu Gikwang? Ah masabodoh dengan mereka. Yang harus kupikirkan sekarang adalah Ha Won. Dia sendirian di asrama. Aku takut kalau sesuatu yang buruk menimpa dirinya. Semoga saja kau tidak apa-apa dan tidak melakukan suatu tindakan yang bodoh ya Wonnie.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Hyuna-ah" kata Junhyung pada Hyuna.
"Apa?" jawab Hyuna ketus.
"Bolehkah aku bertemu Wonnie?"
"Bertemu Wonnie? Hey namja gila! Wonnie seperti ini gara-gara kau! Aku tak akan mengizinkanmu bertemu dengannya walau hanya sedetik!"
"Hyuna-ah,jebal"
"ANI!"
"Jebal Hyuna-ah,tak tahukah kau? Sebenarnya aku juga menyukai Wonnie!"
"Mwo? Lalu kenapa kau menyakitinya?"
"Baiklah,akan kuceritakan padamu yang sebenarnya"

Junhyung pun menceritakan yang sebenarnya pada Hyuna. Cukup lama mereka berbincang-bincang di teras kelas pada jam istirahat.

"Lalu apa alasanmu sehingga tidak membiarkan Wonnie jatuh cinta padamu?"
"Itu rahasia pribadiku Hyuna-ah,suatu saat kalian juga akan mengetahuinya"
"Astaga Jun! Kau ini namja yang keras kepala"
"Itulah aku,oh iya jadi apa kau memperbolehkan aku bertemu dengannya?"
"Hmm baiklah,aku harap kau bisa mengembalikan senyumannya"
"Tentu aku akan berusaha mengembalikan senyumnya,aku benci mendengar tangisnya,rasanya hatiku terkikis seiring dengan jatuhnya tetesan airmatanya"
"Ternyata kau bisa melankolis juga ya"
"HEH! Kau fikir aku hanya orang yang selalu jutek eoh?"
"Tentu,apalagi yang kupikirkan"
"Astaga,terserahlah"

Tak lama kemudian Daesung dan gengnya pun datang menghampiri Hyuna dan Junhyung.

"Annyeong Junhyung-ssi" kata Daesung.
"Eh?Annyeong hyung" jawab Junhyung.
"Mana Wonnie?" tanya Seungri terburu-buru.
"Oh,Wonnie sedang sakit hyung" jawab Junhyung kemudian.
"MWO? SAKIT? SAKIT APA? APA YANG TERJADI DENGAN WONNIEKU?" tanya Seungri histeris.
"Calm down hyung! Lagipula dia bukan Wonniemu! Seenak jidat Gikwang saja kau mengecap Wonnie sebagai milikmu" kata Junhyung datar.
"Oke oke,mian,lalu Wonnie sedang sakit apa?"
"Hanya demam biasa oppa,mungkin dia kelelahan dan butuh istirahat" jawab Hyuna.
"Hmm,bolehkah aku menjenguknya?" tanya Seungri.
"Tentu boleh oppa,nanti malam ya?" kata Hyuna.
"Malam? Waeyo?" tanya Daesung bingung.
"Karena sore ini sudah ada yang jenguk Wonnie" jawab Hyuna lembut.
"Oh,ne,arraseo,akan ku kabari lewat telfon nanti,ne Hyuna-ssi?" kata Seungri.
"Ne oppa" jawab Hyuna.

Kemudian Daesung dan gengnya pun pergi meninggalkan Hyuna dan Junhyung.

"Hyuna,aku harap keputusanku untuk menjauhi Wonnie tidak salah ya" lirih Junhyung.
"Jika menurutmu itu yang terbaik,why not?"
"Baiklah Hyuna"

*********************************************************

Bel pulang sekolah pun berbunyi. Seperti biasa Junhyung,Hyuna dan Gikwang pulang bersama,tanpa Ha Won kali ini.

"Chagi,hari ini Junhyung mau menjenguk Wonnie,apa kau ikut?" tanya Hyuna pada Gikwang.
"Tentu saja,aku juga ingin menjenguk sahabatku yang satu itu" jawab Gikwang.
"Baiklah,ayo" kata Hyuna.

Sesampainya di kamar Hyuna dan Ha Won,mereka langsung berjalan menuju tempat tidur Ha Won.

"Wonnie,aku pulang" kata Hyuna.
"Ah,nn..." kata-kata Ha Won terhenti ketika ia melihat sosok Junhyung berjalan di belakang Hyuna dan Gikwang.
"Annyeong Wonnie" sapa Junhyung pada Ha Won.
"A-a-annyeong Jun.." jawab Ha Won.

Menyadari situasi,Gikwang dan Hyuna keluar dari kamar Ha Won. Mereka tidak ingin mengganggu pembicaraan Junhyung dan Ha Won.

"Kau kenapa seperti ini? Aku tidak ingin melihatmu menangis Wonie"
"Gwaenchana Jun,aku gapapa" lirih Ha Won.
"Ah Wonnie,kau jangan mengatakan kau tidak apa-apa saat kondisimu seperti ini"
"Junnie,aku gapapa,serius"
"Wonnie,aku minta maaf padamu karena akulah kamu sakit seperti ini"
"Ani,ini salahku karena terlalu kelelahan"
"Ya,kau kelelahan karena menangisi namja babo sepertiku,seharusnya kau tidak perlu melakukan itu Wonnie"
"Mwo? Kau tau darimana kalau aku..menangis semalaman?"
"Dari Hyuna"
"Aish Hyuna,kenapa tidak bisa menjaga rahasia,eoh?"
"Jangan salahkan Hyuna Wonnie,aku yang memaksanya memberitahuku,Wonnie aku minta maaf ne? Karena akulah kau jadi seperti ini,kau tidak perlu menangisi namja bodoh,gila,sok cool,dan keras kepala seperti aku Wonnie"
"Tapi Jun,bagiku kamu ga gitu kok"
"Sung Ha Won,listen to me,Iam sorry,iam so sorry"
"Sudah pernah aku bilang kan? Yang lalu biarlah berlalu,toh sudah kejadian mau diapakan lagi? Aku sudah tidak apa-apa kok,aku hanya perlu beristirahat"
"Wonnie,give me your best smile like what you give to Seungri hyung"
"Jun,aku tidak pernah memberikan senyum terbaikku kepada siapa-siapa"
"Tapi kau tidak pernah memberikanku senyum seindah senyummu pada Seungri"
"Baiklah aku akan memberikannya,asal dengan satu syarat"
"Mwo? Mwo? Beritahu aku"
"Jangan pernah pergi dariku ne?" kata Ha Won yang kemudian tersenyum pada Junhyung.

Junhyung's POV

"Jangan pernah pergi dariku ne?" katanya,kemudian dia pun tersenyum padaku. Senyum yang kudambakan hanya untukku.

Jangan pernah pergi darinya? Lantas jika aku meninggalkannya nanti bagaimana? Aish Wonnie,kau akan membuatku semakin merasa bersalah!

"Emm..n-n-n-e" jawabku ragu.
"Jun,aku tahu kau sudah memiliki yeojachingu,tapi jangan meninggalkanku ya?"
"Iya Wonnie,aku tak akan meninggalkanmu"
"Jinjja?"
"Jinjja chagi"

Aku pun memeluk Wonnie dengan sayang. Tuhan tolong hentikan waktu saat ini juga. Aku tidak ingin ini berakhir,sebab aku tak akan pernah bisa memeluknya lagi nanti. Tuhan,aku tahu aku manusia yang banyak berbuat dosa. Tapi aku hanya ingin meminta satu hal,dan aku mohon kabulkanlah. Jangan buat Wonnie,yeoja yang sangat kusayangi ini menangis. Jebal.

End Of Junhyung's POV

------------------------------

Author's POV

Ha Won yang dipeluk Junhyung hanya dapat memandangnya kaget. Membalas pelukannya pun Ha Won tak mampu. Harapannya sama seperti Junhyung. Tuhan,tolong hentikan waktu,dia tidak ingin ini berakhir. Ha Won masih bingung,apa alasan Junhyung memperlakukannya berbeda dengan yang lain. Jika perlakuannya hanya sebatas sahabat,mengapa dia tidak pernah memperlakukan Hyuna seperti dia memperlakukan dirinya?


************** To Be Continued **************************************

From Friend Become Boy Friend Part V




Author : Intan Nurmala ( @IntaanNM )
Tittle : From friend become boyfriend
Genre : Romance,angst,sad romance,humor,ngawur (so pasti)
Main cast :
You as Sung ha won
Yong Junhyung as Junhyung
Lee Seung Hyun as Seungri
Other cast :
Kwon Ji Yong as GDragon
Jang Hyun Seung as Hyunseung
Sung Daesung as Daesung
Lee Gikwang as Gikwang
Kim Hyun Ah as Hyuna


Summary : Cinta memang tak bisa di paksakan. Memaksakan cinta untuk mencintai orang yang sebelumnya tidak kita cintai? Akan sangat sulit. Semakin kau berusaha melupakannya. Semakin sulit pula kau melupakannya.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Prev Chapter :

"Ya,dia pernah terjatuh dari pohon tanpa menangis sedikit pun,dia pernah terlempar dari ayunan karena ulahku hingga tangannya perlu dijahit dan dia tidak menangis,melainkan aku yang menangis"
"Astaga benar-benar gadis yang tegar ya,jika aku ada diposisinya mungkin aku akan menangis saat itu"
"Yaa itulah adikku,dia juga misterius"
"Maksudmu?"
"Kalau kau sudah mengenalnya,kau akan tahu apa yang kumaksud misterius itu"
"Baiklah"

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Junhyung masih merasa bersalah pada Ha Won. Karena dialah penyebab dari menangisnya orang yang sangat ia sayangi itu. Dia tidak tahu bahwa Ha Won ternyata menyukainya. Ia merasa bodoh telah membuat Ha Won jatuh cinta padanya. Bukan karena apa-apa ia tidak ingin Ha Won jatuh cinta padanya. Karena dia tahu dia akan meninggalkan Ha Won nantinya. Ia takut bahwa Ha Won akan membencinya ketika ia sudah meninggalkan Ha Won nantinya.

Junhyung masih mematung dengan handphone ditangannya. Berharap-harap cemas Ha Won akan membalas smsnya. Tapi sudah lebih dari 1jam sejak ia mengirimi Ha Won sms,tak ada balasan dari Ha Won. Ia menjadi semakin merasa bersalah.

"Seandainya waktu dapat diputar kembali aku tak akan mengatakan hal seperti tadi Wonnie" gumamnya.
"Sampai kapan kau akan mematung seperti itu Junhyung-ah?" tanya Gikwang yang sedari tadi memerhatikan tingkah sahabatnya itu.
"Sampai ia mau membalas smsku" jawab Junhyung datar.
"Mungkin kau harus menemuinya secara langsung"
"Apa ia mau berbicara denganku hah?"
"Kau belum mencobanya kan?"
"Memang belum"
"Yasudah temui dia sekarang juga"
"Baiklah,gomawo atas saranmu Gikwang-ah" kata Junhyung sambil menepuk-nepuk bahu sahabat sejak kecilnya itu.
"Ne,cheonmaneyo"

Junhyung pun segera keluar dari kamarnya dan berjalan menuju asrama wanita. Tepatnya kamar Ha Won dan Hyuna. Sesampainya di depan pintu kamar Ha Won,tanpa pikir panjang ia pun langsung mengetuk pintu itu.

Tok tok.

Pintu masih tertutup.

Tok tok.

Pintu belum mempersilahkannya masuk.

Tok tok.

"Sepi sekali,apa mereka sedang keluar?" tanya Junhyung dalam hati. Ketika ia sedang sibuk dengan pikirannya,pintu itu pun terbuka.

"Iya ada a-" kata Ha Won,yang seolah lidahnya kelu setelah melihat Junhyung yang ada dihadapannya.
"Wonnie" kata Junhyung pelan.
"Iya? Ada apa?"
"Jeongmal mianhaeyo Wonnie"
"Maaf? Kenapa?"
"Mianhae sudah membuatmu menangis dua kali hari ini" kata Junhyung kemudia menundukkan kepalanya.
"Menangis? Dua kali? Siapa bilang?"
"Sudahlah Wonnie kau tidak bisa berbohong,kantung matamu masih terlihat jelas seolah kau baru berhenti menangis"
"Amm..emm..a-aku.."
"Sudahlah Wonnie,kau marah padaku kan? Sehingga sms-smsku tidak ada satu pun yang kau balas"
"Mwo? Eh..itu..emm..itu..."
"Wonnie,aku minta maaf ya telah berkata demikian tadi siang,soal perasaanmu terhadapku,maaf aku tidak bisa membalasnya,aku sudah memiliki yeojachingu"

Ha Won's POV

DEG!

Yeojachingu? Junhyung sudah punya yeojachingu? Lalu apa maksud semua perhatiannya selama ini padaku? Apa ia hanya menganggapku sebatas teman saja? Mungkin memang akulah yang terlalu GR sehingga berpikir bahwa Junhyung memiliki perasaan yang sama denganku. Tapi kenyataannya? Dia sudah memiliki yeojachingu!

"Perasaan? Perasaan apa? Aku tidak memiliki perasaan apa-apa padamu,aku hanya menganggapmu sebagai sahabat,tidak lebih"
"Oh ya lagipula kau sudah seperti hyungku" tambahku lagi.
"Begitu ya,baiklah kalau begitu Wonnie,aku permisi kembali ke kamarku dulu ya,bye yeom!" katanya sambil mengacak-acak rambutku.

Yah! Yong Junhyung! Seandainya kau tahu perasaanku saat ini! Kau telah membuat hatiku hancur berkeping-keping! Aku tak bisa menahan tangisku,saat itu juga tangisku meledak. Aku langsung berbaring dikasurku dan menangis sejadi-jadinya. Aku tak perduli pada Hyuna yang sejak tadi berusaha menenangkanku. Mungkin inilah yang disebut fase patah hati. Semua orang pasti akan merasakannya. Dan sekarang giliranku. Tapi kenapa rasanya sesakit ini Ya Tuhan?

Junhyung,kenapa kau memberi perhatian lebih padaku? Seolah-olah kau mempunya perasaan yang sama denganku. Junhyung,kenapa kau melakukan ini padaku? Kenapa kau tidak bilang sejak awal jika kau sudah mempunyai Yeojachingu? Kenapa Yong Junhyung? Kenapa?


End Of Ha Won's POV

---------------------------

Hyuna's POV

Aish,Ha Won belum berhenti menangis sejak satu setengah jam yang lalu. Aku harus berbuat apa agar dia berhenti menangis? Apa aku harus menelpon Junhyung dan memintanya bertanggung jawab karena telah menyakiti sahabatku? Tapi aku tidak mau bertindak bodoh. Aku sudah berjanji pada Ha Won untuk tidak memberitahukan perasaannya pada Junhyung kepada siapapun. Terutama Junhyung.

"Hyuna.." lirih Ha Won.
"Ne,Wonnie?"
"Apa kau tahu? Junhyung sudah mempunyai yeojachingu" lirihnya lagi. Astaga ternyata itu yang membuat Ha Won menangis seperti ini. Junhyung babo! Kenapa dia harus mengatakannya pada Ha Won secara terang-terangan ketika kondisi Ha Won sedang seperti ini?
"Wonnie,uljima"
"Aku gabisa berhenti Hyuna,seandainya kamu jadi aku,rasanya pun sama,sakit" katanya disela-sela tangisannya.
"Wonnie,kau belum makan sejak pulang sekolah tadi,ini sudah malam Wonnie"
"Aku tidak perduli Hyuna,lagipula aku tidak nafsu makan saat ini"
"Wonnie,kenapa kamu seperti ini?"
"Hyuna,tinggalkan aku sendiri"
"Wonnie"
"Leave me alone,please"
"Baiklah,tapi aku harap kau tidak menyakiti dirimu sendiri Ha Won"

***** Keesokan harinya *****

Ha Won tidak masuk sekolah hari ini. Dia sakit. Suhu tubuhnya panas sekali. Mungkin karena dia terlalu lama menangis dan kehilangan banyak cairan serta tenaganya. Aish Ha Won,kenapa kau harus menangisi laki-laki macam Junhyung? Lelaki yang dingin,sok cool,dan jarang menampakkan ekspresi apapun. Wonnie,aku berani bersumpah 50piring kimchi! Wanita yang dipacarinya saat ini pun tidak akan tahan lama dengan orang seperti itu.

"Chagi,mana Wonnie?" tanya Gikwang padaku.
"Hmmhh..." Aku menarik nafasku sebelum menjawab pertanyaan dari namjachinguku ini. "Dia sakit karena tidak tidur dan menangis semalaman". Jawabku kemudian.
"Astaga,apa yang terjadi setelah si babo mendatangi kamar kalian?"
"Dia mengatakan bahwa dia telah.." belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku. Junhyung datang dan memotongnya.
"Aku telah memiliki yeojachingu"
"MWO?" tanya Gikwang tak percaya.
"Baiklah nanti akan kuceritakan padamu Kwangie"

Apa maksud mereka? Kenapa Junhyung hanya berniat memberitahu Gikwang? Ah masabodoh dengan mereka. Yang harus kupikirkan sekarang adalah Ha Won. Dia sendirian di asrama. Aku takut kalau sesuatu yang buruk menimpa dirinya. Semoga saja kau tidak apa-apa dan tidak melakukan suatu tindakan yang bodoh ya Wonnie.


----------------------------------- To Be Continued ------------------------------

From Friend Become Boy Friend Part IV




Author : Intan Nurmala ( @IntaanNM )
Tittle : From friend become boyfriend
Genre : Romance,angst,sad romance,humor,ngawur (so pasti)
Main cast :
You as Sung ha won
Yong Junhyung as Junhyung
Lee Seung Hyun as Seungri
Other cast :
Kwon Ji Yong as GDragon
Jang Hyun Seung as Hyunseung
Sung Daesung as Daesung
Lee Gikwang as Gikwang
Kim Hyun Ah as Hyuna



Summary : Cinta memang tak bisa di paksakan. Memaksakan cinta untuk mencintai orang yang sebelumnya tidak kita cintai? Akan sangat sulit. Semakin kau berusaha melupakannya. Semakin sulit pula kau melupakannya.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Prev chapter :

"Dia memanggilmu "chagi" wonie?" tanyaku pada Ha Won.
"Ne,waeyo?memangnya hanya kau yang boleh memanggilku seperti itu?"
"Mwo?tentu saja hanya aku! Hanya aku yang boleh memanggilmu 'chagi'!"
"Apa hakmu?"
"Aish sudahlah aku tidak ingin berdebat denganmu!"
"Yasudah"

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bel masuk pun berbunyi tanda pelajaran akan dimulai. Sekarang adalah pelajaran Matematika,pelajaran yang sangat-sangat dibenci oleh Junhyung. Jujur saja dia tidak mengerti sama sekali dengan rumus-rumus sialan itu. Melihatnya saja dapat membuat kepalanya pusing,katanya. Dan selama pelajaran itu pula Junhyung tidak mendengarkan ocehan Lee Songsaenim. Dia tengah sibuk memikirkan gadis yang kini duduk disebelahnya,Ha Won. 

Junhyung's POV

Sebenarnya apasih yang dipikirkan anak ini? Sehingga dia membolehkan orang lain memanggilnya "chagi". Bahkan ternyata mereka telfonan setiap malam. Kenapa kau tidak pernah menelfonku? Kau pun tidak pernah mengirimiku sms,selalu aku yang harus memulainya. Ah,kenapa aku jadi memikirkan hal ini sih? Bukankah aku yang berkata agar Ha Won tidak menyukaiku? Maafkan aku karena telah berkata demikian Won-ah. Itu semua karena aku benar-benar menyayangimu. Aku tidak ingin kau tersakiti oleh pria sepertiku.

Aku bukanlah namja yang baik buatmu. Mungkin kau lebih baik bersama Seungri saja. Tampaknya dia menyukaimu sama besarnya seperti aku menyukaimu. Aku harus menyiapkan ini dari jauh-jauh hari. Agar begitu tiba waktunya,kau tidak akan bersedih Won-ah. Jeongmal Saranghaeyo Sung Ha Won.

End Of Junhyung's POV

Ha Won's POV

Apa yang sedang dipikirkan anak ini? Kenapa ia tidak memerhatikan pelajaran sama sekali? Tidak seperti biasanya ia begini ketika pelajaran Matematika. Yaa,memang kuakui dia sangat lemah pelajaran ini. Tapi percayalah biasanya dia masih memerhatikan meskipun hanya sebentar.

"Junnie" panggilku. Hening. Tak ada jawaban.
"Junnie" Hening. Dia masih tak menjawab.
"Yah! Yong Junhyung!" kataku geram sambil menepuk bahunya. Dia pun menengok kearahku tanpa memasang ekspresi apapun. Datar. Dingin. Membuatku bergidik ngeri melihatnya.
"Ada masalah apa? Kenapa asik sekali melamun heh?"
"Ani"
"Ceritakanlah padaku Junnie"
"Ani" jawabnya lagi.
"Baiklah kalau kau tidak mau menceritakannya padaku"
"Ne"

Astaga apa yang terjadi dengan pemuda disebelahku ini? Ada apa dengannya? Kenapa dia jadi seperti ini? Junhyung-ah kembalilah menjadi dirimu yang dulu. Yang selalu melawak meskipun lawakanmu garing. Kau dingin seperti itu saja membuatku bergidik.

** skip time **

Bel tanda pelajaran usai pun berbunyi. Semua anak sibuk berhamburan keluar kelas karena tandanya bagi mereka untuk pulang. Tak terkecuali aku,Hyuna,Junhyung,dan Gikwang.

"Junnie" panggilku.
"Ne?"
"Kau tidak apa-apa?"
"Tidak,memangnya ada apa denganku,eoh?"
"Anio"

Hening. Sepanjang perjalanan tak ada yang berbicara sedikit pun. Benar-benar merubah seorang Yong Junhyung! Biasanya dia akan mengoceh tentang PR hari ini,atau tentang Seungri yang selalu menghampiri kami ketika jam istirahat. Tapi kali ini berbeda! Dia sama sekali tak berbicara! Wajahnya pun datar. Kuakui dia memang orang yang cool,dan jarang berbicara di depan umum. Tapi itu tak berlaku terhadap kami.

"Oh iya,aku punya berita buat kalian berdua" kata Gikwang memecah keheningan.
"Mwo?" tanyaku. Junhyung hanya diam tanpa menoleh sedikit pun.
"Aku dan Hyuna sudah berpacaran hehe" kata Gikwang sambil merangkul Hyuna.
"Omoo serius? Aish ternyata benar dugaan kami hahaha" kataku. Junhyung masih tetap dengan posisinya semula.
"Serius,kami baru berpacaran sejak kemarin,iyakan chagi?" kata Gikwang.
"Ne,bagaimana dengan kalian? Memang kalian tidak memiliki hubungan spesial? Tapi tampaknya kalian saling suka" celetuk Hyuna.

Kali ini Junhyung menoleh,dengan sebuah senyuman yang dipaksakan terukir dibibir mungilnya itu. Orang dungu pun pasti tahu kalau senyuman itu adalah senyuman yang dipaksakan.

"Kami tidak memiliki hubungan apa-apa kok" kata Junhyung.
"Aish jinjja?" tanya Gikwang.
"Iya,kami tidak ada hubungan apa-apa hanya sebatas sahabat" tambahku kemudian. Andai saja ada yang mengerti perasaanku saat Junhyung mengatakan itu. Aku sedang berusaha mati-matian untuk menahan tangisku saat ini. Hanya Hyuna yang tahu bagaimana perasaanku pada Junhyung.

Aku pun berlari menuju asramaku meninggalkan mereka. Hyuna yang menyadari perubahan sikapku pun berusaha mengejarku. Begitu aku sampai di kamar asramaku,Hyuna pun datang.

"Wonnie,gwaenchana?" tanya Hyuna.
"Ne,Hyuna gwaenchana" kataku sambil menghapus airmataku.
"Uljima Wonnie,kau yeoja yang kuat,aku tahu itu" kata Hyuna kemudian memelukku.
"Ani Hyuna,bagaimana perasaanmu saat orang yang kau sukai berkata seperti itu?"
"Sakit" jawab Hyuna singkat.
"Itu juga yang kurasakan sekarang,baru pertama kali aku merasakan yang seperti ini"
"Uljima Wonnie" kata Hyuna yang masih mencoba menenangkanku.
"Ne Hyuna-ah gwaenchana" kataku kemudian melepas pelukan Hyuna dan berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka sekaligus berganti pakaian.

End Of Ha Won's POV

-------------------------

Junhyung's POV

Apa? Dia benar-benar menyukaiku? Astaga Junhyung! Kau sudah berbuat sesuatu yang bodoh. Membuat orang yang kau sayangi menangis. Namja macam apa kau ini? Mungkin mendengarkan diam-diam seperti ini tidak baik. Terlihat sepertu penguntit. Tapi aku memang khawatir dengan keadaannya. Aku harus kembali ke asramaku dulu sekarang. Kemudian mengiriminya sms. Atau mungkin menelfonnya. Aish Wonnie,maafkan aku.

End Of Junhyung's POV

--------------------------------

Author's POV

Ternyata tanpa Hyuna dan Ha Won sadari,Junhyung mendengarkan pembicaraan mereka dari luar kamar asrama mereka. Junhyung mendengar semuanya. Bahwa Ha Won menyukai dirinya. Kini,yang bisa dilakukan Junhyung adalah,ia akan berusaha menjauhi Ha Won meskipun itu berakibat yang sama terhadap dirinya.

** Di kamar Seungri dan Daesung **

"Hyung,sepertinya aku benar-benar menyukai adikmu" kata Seungri.
"Kejarlah siapa tahu kau berhasil mendapatkannya" kata Daesung.
"Baiklah,aku akan berusaha"
"Oh ya perlu aku ingatkan,adikku itu tidak mudah jatuh cinta,seumur hidupnya dia belum pernah berpacaran sekalipun"
"Aish,jinjja hyung?"
"Ne,meskipun dia cantik,baik,dan pintar,dia sangat pilih-pilih pada namja,entah sudah berapa ratus namja yang dia tolak secara halus"
"Apa dia pernah jatuh cinta?"
"Kalau yang itu mana kutahu,aku tidak pernah mengusik urusan pribadinya kecuali dia bercerita padaku soal itu"
"Dia memang cantik,baik hati,,imut,menggemaskan,pintar pula,ah benar-benar gadis yang sempurna"
"Dia juga gadis yang kuat loh"
"Aish serius hyung?"
"Ya,dia pernah terjatuh dari pohon tanpa menangis sedikit pun,dia pernah terlempar dari ayunan karena ulahku hingga tangannya perlu dijahit dan dia tidak menangis,melainkan aku yang menangis"
"Astaga benar-benar gadis yang tegar ya,jika aku ada diposisinya mungkin aku akan menangis saat itu"
"Yaa itulah adikku,dia juga misterius"
"Maksudmu?"
"Kalau kau sudah mengenalnya,kau akan tahu apa yang kumaksud misterius itu"
"Baiklah"


--------------------- To Be Continued --------------------------------

Minggu, 23 Desember 2012

I Knew This Would Happen



 Author : Yang punya blog ( @IntaanNM )
Tittle : I Knew This Would Happen
Genre : Conflict,Romance,Sad Romance
Length : Oneshoot
Main cast :
- Son Dongwoon
- Yong Hye Min
- Jang Hyunseung
Other cast :
All B2ST member!
Dan lain-lain
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hyemin's POV

Pagi ini,sinar matahari masuk melalui celah-celah di jendela kamarku. Pukul berapa ini? Aku pun segera bangkit dari kasur dan melirik jam yang ada di atas meja di samping tempat tidurku. "Oh baru pukul 6 pagi" gumamku yang kemudian langsung menyambar handuk yang tergantung di dekat kamar mandi. Aku pun mandi,sambil bernyanyi-nyanyi kecil,lagu Beast - I Knew It. Yah,aku sedang suka lagu ini. Aku tahu betul ini adalah lagu sedih. Tapi,masabodoh dengan lagu sedih atau bukan,intinya aku suka lagu ini.

Seusai mandi,aku pun bersiap-siap untuk sekolah. Setelah yakin semuanya siap,aku pun menghampiri ayah,ibu dan kakak laki-lakiku yang sudah lebih dulu berada di ruang makan.
"Annyeong umma,annyeong appa" kataku sambil mengecup pipi ummaku.
"Annyeong anak umma yang cantik,ayo duduk,umma masak omelette untuk sarapan" kata umma padaku.
"Ne,umma" jawabku.
"Hey,kau tidak menyapa oppamu ini?" tanya kakakku,Junhyung.
"Ingin sekali kah aku sapa?" tanyaku sinis.
"Sudahlah lupakan,susah berbicara dengan orang aneh sepertimu" katanya kemudian. Aku hanya terkekeh mendengarnya.

Dia adalah oppaku satu-satunya,umma bilang kelak jika dia sudah tidak ada lagi di dunia ini,oppaku lah yang akan menjagaku,maka aku harus menyayanginya. Tentu saja,aku menyayanginya,kami jarang sekali bertengkar. Dia adalah pemuda yang baik,tampan,keren,cool,dan pendiam. Jika saja aku bukan adiknya,mungkin aku pun akan naksir padanya. Sayangnya,aku adalah adiknya.

Seusai makan,aku pun berangkat sekolah dengan oppaku. Hey,kami hanya berbeda satu tahun. Sekarang aku duduk di kelas 1 sekolah tingkat akhir,sedangkan dia duduk di kelas 2 sekolah tingkat akhir (Read : I mean SMA). Kami selalu berangkat bersama setiap harinya. Dia selalu memboncengiku dengan motornya. Aku heran,apa dia tidak pernah mempunyai pacar? Sehingga setiap hari ia hanya memboncengiku.

Sesampainya di sekolah,kami berpisah. Aku pun berjalan menuju kelasku.

"Son Dongwoon! Sudah berapa kali aku bilang? Jangan terus mengikutiku seperti itu,orang dungu pun tahu kalau dia sedang diikuti jika caramu mengikuti seperti itu,bodoh!" cercaku.
"Aish,kenapa kau selalu tahu jika sedang aku ikuti? Kau punya indera berapa?" tanyanya.
"Woonie ku sayang,sudahlah,kenapa kau selalu mengikutiku?" tanyaku padanya.
"Hehe,mianhaeyo,sudah ayo ke kelas" ajaknya sambil merangkulku.

Ya,Son Dongwoon,namjachinguku. Belum lama kami berpacaran,usia hubungan kami baru menginjak 2bulan. Banyak orang bilang,kami serasi. Dia memang sedikit gila,tapi aku sayang padanya. Dia sekelas denganku. Banyak orang yang iri padaku karena bisa mendapatkan Dongwoon,karena dia adalah seorang artis. Tentu saja,dia adalah anggota Beast bersama 5orang lainnya,dan salah satu dari mereka adalah kakakku,Junhyung.

"Yah,selamat pagi Hyemin noona" sapa Gikwang.
"Selamat pagi juga Gikwang-ah" kataku sambil tersenyum.
"Selamat pagi Hyemin" kata pria yang ada di samping Gikwang,Yoseob.
"Selamat pagi juga Yoseob-ah" jawabku kemudian duduk di kursi tetapku bersama Dongwoon.

1 pesan masuk di handphoneku.

Tidak,jangan sekarang. Apa dia tidak tahu jika disampingku sekarang ada Dongwoon?

"Sms dari siapa chagi?" tanya Dongwoon mengagetkanku.
"Ah,ani hanya operator" jawabku.
"Oh,chagi,boleh aku pinjam handphonemu?

Astaga,mati aku dia ingin meminjam handphoneku? Ah,aku harus menghapus semua smsku,list callku,mengganti passord handphoneku,dan mengganti nama kontak 'orang itu' dari handphoneku. Dengan secepat kilat aku melakukan semuanya dan memberikan handphoneku pada Dongwoon.

"Chagi,sejak kapan kau mengganti password handphonemu? Password handphonemu bukan lagi tanggal jadian kita?"
"Eh? I-iya aku menggantinya,soalnya banyak yang sudah tahu bahwa password handphoneku adalah itu"
"Lantas? Apa passwordmu yang sekarang"
"060691" kataku berbisik di telinga Dongwoon.
"Aish chagi,kau menggantinya dengan itu? Hahaha kau ini bisa saja chagi" kata Dongwoon lalu mencubit pipiku.
"Chagi,kenapa inbox dan list callmu kosong?" tanyanya lagi.
"Eh itu karena memori nya full chagi,iyaa karena memorinya full hehe"
"Oh begitu" jawabnya datar.

Tuhan,semoga dia percaya dengan kata-kataku.

****

Dongwoon's POV

Sudah 2bulan berlalu sejak kejadian aku meminjam handphonenya dan dia mengganti password,menghapus kotak masuk serta daftar panggilannya. Hubungan kami juga merenggang. Kami hanya bertemu di sekolah. Mungkin juga karena jadwal Beast yang mulai memadat sehingga aku tak punya banyak waktu untuk menghabiskan waktuku dengannya. Dia juga berubah,menjadi lebih dingin,lebih cuek padaku,apa yang terjadi?

****

Author's POV

Diam-diam Hyemin bertemu dengan seorang pria di taman. Taman yang biasanya dia gunakan untuk bertemu dengan kekasihnya,Dongwoon. Tempat kencan pertamanya dengan Dongwoon,dan tempat Dongwoon menyatakan cintanya pada Hyemin.

"Mianhaeyo aku terlambat" kata seorang pria itu pada Hyemin.
"Tidak apa-apa chagi,Dongwoon tidak mencurigaimu kan?" tanya Hyemin.
"Tidak,dia tidak mencurigaiku tentang ini" jawab pria itu.
"Kau yakin tidak ada yang mengikutimu?"
"Yakin sekali Minnie chagi"
"Baiklah ayo jalan Seungie" kata Hyemin seraya menarik tangan pria itu,yang tak lain dan tak bukan adalah Hyunseung. Sahabat Dongwoon.

Diam-diam mereka sudah menjalin hubungan selama 2 setengah bulan ini.

--- Flashback ---

Hari itu,adalah 2minggu berlangsungnya hubungan Hyemin dan Dongwoon,namun Dongwoon tidak masuk sekolah karena ada keperluan keluarga. Hyemin merasa kesepian,ketika jam istirahat Gikwang dan Yoseob mengajaknya ke kantin tapi Hyemin menolaknya. Tak berapa lama kemudian Hyunseung datang menghampiri Hyemin.

"Annyeong Hyemin-ah" kata Hyunseung.
"Ne,Annyeong Hyunseung oppa" jawab Hyemin lesu.
"Waeyo Minnie?" tanya Hyunseung.
"Ani,Dongwoon tidak masuk hari ini,aku kesepian" jawab Hyemin.
"Baiklah,aku akan menemanimu agar tidak kesepian" kata Hyunseung yang tersenyum lalu dia menarik tangan Hyemin keluar dari kelas.
"Oppa kita mau kemana?" tanya Hyemin pada Hyunseung.
"Ikut saja denganku"

Mereka pun pergi ke belakang sekolah untuk melihat pemandangan kebun di belakang sekolah.

"Bagaimana? Kau suka pemandangan ini?" tanya Hyunseung.
"Ne,aku suka oppa,kamsahamnida" jawab Hyemin.
"Hey,mulai sekarang aku akan menemanimu saat Dongwoon tidak ada"
"Mwo? Jinjja oppa?"
"Jinjja"

Sejak itulah mereka menjadi dekat. Memang Dongwoon sering tidak bersama Hyemin dan Hyunseunglah yang menemani Hyemin. Hingga pada suatu ketika Hyunseung menyatakan perasaannya.

"Minnie,sebenarnya aku jatuh cinta padamu sejak pertama aku melihatmu" kata Hyunseung yang tentu saja sukses membuat Hyemin tersedak saat sedang memakan roti.
"Ohok..Ohok.."
"Eh,mianhaeyo Minnie"
"Ne,gwaenchana Seungie oppa,tapi kau kan tahu aku sudah memiliki Dongwoon"
"Aku tahu,aku sangat tahu"
"Lantas kenapa oppa masih menyatakan perasaanmu padaku?"
"Aku ingin kau menjadi kekasihku Minnie,aku tahu mungkin aku gila karena hal ini,tapi sungguh aku ingin kau menjadi kekasihku,would you be my girlfriend Yong Hye Min?"
"Oppa,kau kan tahu aku sudah mempunyai Dongwoon"
"Aku tahu,dan aku juga tahu kau sedikit menyukaiku bukan? Aku rela menjadi yang kedua"
"Oppa..."
"Jebal Minnie,jebal"
"Ne,oppa aku mau" jawab Hyemin pasrah.

Sejak itu mereka menjalin hubungan secara diam-diam.

Flashback End ------------------

"Minnie" kata sebuah suara yang sangat akrab di telinga Hyemin,Dongwoon.
"Woonie? Ada apa kau kemari?" tanya Hyemin.
"Aku? Aku mengikuti Hyunseung hyung,ternyata dugaanku benar ya,haha" kata Dongwoon kemudian.
"Dugaan apa Dongwoon-ah?" tanya Hyunseung.
"Sudah,kalian tidak perlu berpura-pura lagi,aku tahu kalian menjalin hubungan bukan? Aku sudah menduganya sejak 2bulan yang lalu" jawab Dongwoon.
"Ani,Woonie dengarkan penjelasanku dulu" kata Hyemin.
"You have nothing to say Minnie,we're over. And chukkae for your relationship with Hyunseung hyung,and you hyung,really you're great haha such a great hyung who could betray your namdongsaeng" kata Dongwoon kemudian pergi meninggalkan Hyunseung dan Hyemin.

***

Dongwoon's POV

Tidak aku sangka dugaanku selama ini benar. Mereka memang menjalin hubungan dibelakangku. Astaga,kenapa mereka tega melakukan ini semua padaku? Hyemin,aku sangat-sangat menyayangimu. Tapi kau tega menduakannya. Apa lebihnya sih Hyunseung hyung dibandingkan denganku? Tentu aku jauh lebih tampan,lebih keren,dan lebih manly darinya. Tapi kenapa? Kenapa harus Hyunseung hyung Minnie?

Irreoljul arraseo
Irreoljul arraseo oo
Yehee
ooo yee
ooo girl

"Yoboseyo" kata suara di seberang telepon,Doojoon hyung.
"Ne,yoboseyo hyung"
"Bagaimana Dongwoon-ah?"
"Mereka memang menjalin hubungan itu hyung,sudahlah aku ingin menenangkan diriku dulu"
"Baiklah kalau begitu"

Klik. Telepon di tutup.

Yah,ini sesuai dengan lirik lagu itu. I Knew It. Hahaha astaga Hyemin,benar-benar kau ini. Aku pun melajukan mobilku dengan kecepatan penuh. Ketika aku melewati jalan,aku melihat seorang wanita,Hyemin. Aku pun memberhentikan mobilku dan menghampirinya.

"Minnie" panggilku.
"Woonie" jawabnya. Perlahan dia mulai mendekat dan berbisik di telingaku.
"Jeongmal mianhaeyo,saranghamnida" bisiknya,lalu pergi.

------ Fin -------------------------------------------------------------------------------