Diberdayakan oleh Blogger.



Senin, 17 Desember 2012

On Rainy Days FINAL


Author : Masih sama ( @IntaanNM )
Tittle : On Rainy Days
Genre : Sad romance,angst
Main cast :
- Lee Gikwang
- Kim Gyu Ni

Other cast :
- Yong Junhyung
- Kim Taeyeon

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Prev Chapter :


"Ah,aku lebih beruntung memiliki namjachingu sepertimu"
"Yasudah kalau begitu kita sama-sama beruntung,ne?" kata Gikwang sambil mengeluarkan 'Eye Smile' nya. Yaa,itu adalah senyum khas Gikwang yang selalu membuat Gyuni merasa beruntung karena senyum itu hanya ditujukan padanya.
"Chagi,senyummu itu benar-benar manis"
"Waeyo? Kan aku sudah bilang,tidak ada yang lebih manis dan indah dibandingkan senyummu"
"Aish,kau selalu saja menggodaku" kata Gyuni sambil memukul pelan lengan kekasihnya itu.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Oh iya chagi,jika aku pergi meninggalkanmu nanti apa yang akan kau lakukan?" tanya Gikwang pada Gyuni.
"Waeyo? Kenapa kau berkata seperti itu?" omel Gyuni.
"Aku hanya bertanya,ayo jawab"
"Pergi dalam arti apa? Pergi meninggalkanku untuk bersama orang lain maksudmu?"
"Bersama orang lain? Hahaha tidak mungkin,kaulah nafasku,nyawaku,kaulah hidupku sekarang chagi"
"Lalu?"
"Meninggalkanmu ke dunia lain"
"Aish kau ini jangan berkata begitu"
"Ayo dijawab dulu chagi"
"Hmm,baiklah jika kau memaksa,aku? mungkin aku akan menyusulmu"
"TIDAK! Itu tidak boleh!"
"Waeyo?"
"Jika nanti aku benar-benar pergi ke dunia lain,berjanjilah untuk tidak menyusulku,ne? Biarkan waktu yang akan mempertemukan kita lagi dialam sana"
"Tapi kenapa?"
"Karena,masih banyak orang diluar sana yang ingin melihat senyum indahmu itu" kata Gikwang sambil mengelus rambut kekasihnya itu.

Tesss...

Airmata jatuh membasahi pipi Gyuni. Entah mengapa perasaannya berubah menjadi tidak enak seperti ini.

"Chagi,mengapa menangis?" Tanya Gikwang yang melihat kekasihnya menangis.
"Ani,tidak apa-apa"
"Uljima chagiya" kata Gikwang yang kemudian menghapus airmata Gyuni.
"Lalu,apa yang akan kau lakukan jika aku yang pergi lebih dulu meninggalkanmu?" Gyuni balik bertanya. Gikwang terbelalak mendengar pertanyaan kekasihnya itu.
"Aku? Tentu aku akan mati" Gyuni pun tercengang mendengar jawaban namjachingunya itu.
"Mwo? Kenapa?"
"Bukankah tadi aku sudah bilang? Kaulah nafasku,kaulah nyawaku,kaulah hidupku,berarti tanpamu aku tidak bisa bernafas,tidak bernyawa,dan tidak bisa hidup" Gyuni pun semakin menangis mendengar jawaban kekasihnya tersebut. Ia pun menyembunyikan wajahnya dibalik dada bidang kekasihnya itu.

****

Lorong rumah sakit terlihat sepi,hanya ada 2 yeoja dan 1 namja disana,dan salah 1 yeoja itu tak henti-hentinya menangis.

"Uljima saeng-ah,uljima" kata Taeyeon berusaha menenangkan adiknya.
"Ne,eonnie mu benar Gyuni,ujima" kata Junhyung yang berusaha menenangkan Gyuni.
"Bagaimana jika kalian diposisiku eoh? Ketika kekasihmu terbaring diruang UGD apa kau bisa tenang hah?" kata Gyuni dengan nada yang tinggi.
"Ne,Gyuni kami tahu,tapi apa dengan menangis kau bisa mengulang kejadian itu dan menghindarinya?" tanya Junhyung,yang tidak mendapat jawaban apapun melainkan hanya isakan Gyuni yang makin menjadi.

Tak lama kemudian,dokter pun keluar dari ruang UGD. Gyuni bangkit dari posisinya dan menghambur kearah sang dokter.

"Dok,bagaimana keadaan namjachinguku?" kata Gyuni.
"Jeongsonghamnida,kami sudah berbuat semampu kami,tapi Gikwang-ssi tidak bisa diselamatkan,dia terlalu banyak mengeluarkan darah dan luka di kepalanya itu sangatlah parah" jawab sang Dokter sambil menunduk.
"ANI! GEOTJIMAL!" kata Gyuni.
"Tapi,kenyataannya memang begitu Gyuni-ssi,baiklah saya permisi dulu" kata Dokter seraya pergi meninggalkan Gyuni.

** flashback **

"Chagi,ayo kita pulang,tampaknya sebentar lagi hujan" kata Gikwang pada Gyuni.
"Ah,ne! Kajja!" kata Gyuni mengiyakan ajakan kekasihnya itu.

Mereka pun berlari menuju halte,namun sayangnya sebelum mereka sampai di halte. Hujan sudah turun dengan derasnya.

"Aish chagi,hujannya semakin deras" kata Gikwang.
"Ah iya,lalu bagaimana?"
"Tenanglah,halte sudah dekat,kita hanya tinggal menyeberangi jalan raya itu"
"Oh,ne"

Karena hujannya sangat lebat,mereka tidak dapat melihat dengan jelas. Sehingga mereka tidak dapat melihat lampu lalu lintas. Ketika lampu masih hijau,mereka pun menyeberang.

"CHAGIYA! AWAS!" kata Gikwang lalu mendorong tubuh kekasihnya itu ke sisi jalan.

Dan...

BRUK!

Gikwang tertabrak mobil truk itu hingga terpental,dan kepalanya membentur trotoar. Gikwang pingsan seketika.

"GIKWANG! TIDAAAK!" teriak Gyuni,lalu bangkit dan menghampiri kekasihnya itu. Gyuni pun memeluk kekasihnya yang terbaring di trotoar jalanan.

** flashback end **

Gyuni's POV

Dimana aku? Oh,iya tadi aku pingsan. Dimana Gikwang? Oh,tidak. Apa tadi itu kejadian nyata? Atau itu hanya mimpi?

"Gyuni,kau sudah sadar rupanya" kata Junhyung yang berjalan menghampiriku.
"Dimana Gikwang?" tanyaku. Junhyung hanya diam.
"Junhyung-ah! Jawab aku!"
"Gikwang-ssi sudah..."
"Sudah apa? Jangan katakan kalau tadi itu nyata?"
"Mianhaeyo,tapi itu nyata"
"Tidak,kau jangan bercanda Jun! Ini serius!"
"Aku serius Kim Gyuni-ah!"

Seketika,tangisku pecah. Aku langsung menghambur keluar dan menghampiri ruangan tempat Gikwang,kini terbaring.

"Chagiya,irrona! Ini aku Gyuni" isakku.

Hening.

"Chagiya! IRRONA!"

Hening.

"Dia sudah tidak bersama kita lagi saeng-ah,terimalah kenyataan ini walaupun pahit" kata eonnieku.
"Eonnie..." kataku lalu menghampiri eonnie dan memeluknya.
"Aku mengerti perasaanmu,tapi relakan dia,agar dia tenang di alam sana,ne?" Aku hanya menganggukkan kepalaku.

******

Tiga bulan berlalu setelah kepergian Gikwang. Aku masih setia dengannya. Aku tidak berniat menggantikannya dengan orang lain. Kini,aku pun menjadi lebih pemurung,dan kiini aku takut pada hujan. Ketika hujan turun. Aku akan bersembunyi dibalik selimut dan menutupi seluruh tubuhku hingga tak terlihat sama sekali.

Mungkin kalian menganggapku gila karena menyalahkan hujan. Tapi sungguh,setiap turun hujan seolah-olah mereka mengejekku. Apalagi petirnya,itu sangat-sangat membuatku takut. Seolah petir itu adalah pembunuh yang tertawa terbahak-bahak karena berhasil membunuh orang yang sangat aku sayangi.

Tanpa sadar aku terlelap,dan bermimpi.

"Annyeong chagiya" kata sebuah suara yang sangat aku kenal. Gikwang.
"A-a-annyeong" jawabku gugup.
"Mengapa gugup seperti itu eoh?"
"Apa ini benar-benar kau Lee Gikwang?"
"Tentu ini aku,kau fikir ini siapa?" Mendengar jawaban itu. Aku segera menghambur ke pelukannya. Dia pun membalas pelukanku,erat.
"Babo! Kenapa baru mengunjungiku sekarang eoh? Apa kau senang aku terpuruk seperti ini? Aku berniat menyusulmu,tapi selalu teringat pesanmu"
"Tentu saja,kau tidak boleh menyusulku,aku hanya ingin mengatakan padamu,janganlah kau membenci hujan,percaya atau tidak sebenarnya setiap hujan aku mendatangimu,apa kau lupa? Dulu pun kita menjadi dekat ketika hujan,berpacaran ketika hujan,selalu bermain ketika hujan,meskipun aku meninggalkanmu ketika hujan tapi bukan berarti kau harus membenci hujan kan?"
"Chagi,jangan pergi"
"Aku tidak pergi,percayalah,setiap hujan aku akan selalu ada untukmu,dan aku harap kau menemukan penggantiku,ne?"
"Tidak,aku tidak ingin mencari penggantimu"
"Tapi kau harus,jika kau punya anak nanti namailah seperti namaku,lalu suatu saat nanti kau menyusulku dan kita akan bersama kembali di alam sana,tapi satu hal,kau tidak boleh melupakanku ne?" katanya kemudian mengecup keningku.
"Ne,chagi,arraseo"
"Baiklah,waktuku habis,aku harus pergi chagi"
"ANIO! Kau mau kemana? Kau tidak boleh meninggalkanku lagi"

Aku terbangun. Tadi,hanya mimpi? Tapi mengapa terasa nyata? Dia terasa benar-benar memelukku dan mengecup keningku,itu semua terasa nyata! Tak sengaja aku melihat ke sudut kamarku. Disana aku seolah melihat Gikwang tengah memberikan 'Eye Smile' nya padaku. Kemudian menghilang.

Aku kembali menangis. Aku tidak boleh membenci hujan. Gikwang bilang dia akan mendatangiku ketika hujan.

Jeongmal Saranghaeyo,Lee Gikwang.



--------------------------- The End -----------------------------------------

0 komentar:

Posting Komentar